Tante, Jadi Mama Aku Ya

Tante, Jadi Mama Aku Ya
di terima


__ADS_3

" Jadi bagaimana Nisa bersedia kamu menikah dengan saya, menerima kekurangan dan kelebihan saya. menerima Aqila menjadi anak kamu, dan menganggap nya sebagai anak kandung kamu. saya tidak bisa berjanji untuk tidak akan membuat kamu menangis, karena kehidupan ini penuh lika-liku. tapi saya berjanji untuk berusaha membahagiakan kamu, menjadi tempat kamu bersandar jika ada masalah, begitu juga sebaliknya. sekali lagi maukah kamu menikah dengan saya " ujar Azka berlutut tersenyum lembut, sambil tangan kanannya menunjukkan cincin berlian yang ia bawa dan tangan kirinya menggenggam tangan Nisa


setelah menunggu beberapa saat akhirnya Nisa menganggukkan kepalanya, karena Nisa merasakan lidahnya kelu untuk mengatakan iya. melihat jawaban Nisa, Azka merasa begitu bahagia. ia bahkan langsung memeluk Nisa sangking senangnya, sedangkan Nisa tersenyum membalas pelukan Azka. sementara qila sudah bersorak senang sambil melompat-lompat, dan untuk para orang tua tersenyum merasa bersyukur akhirnya pernikahan Azka dan Nisa akan terjadi


" terima kasih karena kamu mau memberikan saya kesempatan, saya usahakan selalu bahagiakan kamu dan saya juga berusaha untuk tidak akan menyakiti kamu " bisik Azka tersenyum bahagia dan dengan bahagia juga Nisa menganggukkan kepalanya


" minggir Daddy, qila juga mau peluk mama qila " usir qila menarik tubuh Azka sekuat tenaganya agar sang Daddy menyudahi pelukan itu" terima kasih mama mau terima Daddy. terima kasih mama memberikan kesempatan qila merasakan punya mama. qila berjanji akan jadi anak yang baik, qila enggak akan nakal lagi, tapi qila minta kalau bobok temani qila dan bacakan dongeng ya ma. qila pengen seperti yang sering di ceritakan teman-teman qila di sekolah. mereka bercerita banyak hal yang mereka lakukan bersama mama mereka. sekali lagi terima kasih ma " ucap qila dengan mata berkaca-kaca lalu dengan cepat memeluk Nisa dengan erat, dan di balas tak kalah eratnya oleh Nisa.


" tetap jadi diri qila sendiri, Tante.. " ucapan Nisa terhenti kala merasakan gelengan kepala dari qila seolah mengatakan jangan panggil Tante " maksudnya mama lebih senang qila menjadi diri sendiri, mama akan terima qila bagaimana pun sifat dan sikap qila selama masih dalam batasan wajar. terima kasih qila sudah sayang sama mama, mama berjanji akan jadi mama yang terbaik untuk qila " ucap Nisa pelan tepat di Daun telinga qila

__ADS_1


" Ehm.... ehm..... karena kita sudah mendapatkan hasil dari pertanyaan saya tadi, lalu kira-kira kapan waktu yang tepat menikahkan mereka " tanya papa Azka memecahkan suasana haru pada seluruh orang yang berada di sana


" bagaimana kalau 1 bulan lagi mas" ujar papa Nisa pada calon besannya


" kelamaan 2 Minggu lagi saja bagaimana" timpal mama Azka yang mendapat anggukan kepala dari mama papa Nisa, dan papa Azka


" bagus juga idenya mbak, lebih cepat lebih baik. niat baik itu harus di segera bukan " sahut Mama dari Nisa


" enggak qila enggak mau kalau mama nikahnya 1 bulan lagi, itu kelamaan ma. ini aja sudah berapa bulan qila nunggu mama nikah sama Daddy" protes qila tidak setuju dengan pendapat Nisa " menurut qila waktu seminggu itu sudah sangat cukup ma, percuma Daddy banyak duitnya. kita manfaatin aja kartu Daddy untuk bayar semuanya. kata mamanya teman qila, kalau kita punya duit banyak semua bisa cepat beres. begitu ma kata mamanya teman qila di sekolah" cerocos qila mengingat perkataan temannya, sementara Azka tersenyum bahagia karena sang anak seakan tau keinginannya

__ADS_1


" Hem.... bagus juga ide kamu nak, Oma suka. jadi keputusannya seminggu lagi ya, suka tidak suka kalian harus menerimanya karena ini permintaan qila. bisa kan Nisa, Azka" putus mama Azka dan Nisa hanya mampu mengangguk mengiyakan.


" kalau saya setuju saja kapan acaranya akan di buat " ujar Azka tersenyum bahagia


" iya jelas setuju, wong dia yang semangat karena bentar lagi bakal buka puasa " celetuk papa Azka tersenyum mengejek putranya, yang di ikuti sang mama serta calon mertuanya


" emang Daddy lagi puasa?? ini kan sudah malam dad?? tanya qila bingung yang tidak mengerti maksud ucapan opanya


" em.... tidak, maksud opa Daddy harus berpuasa dulu sebelum menikah " alibi Azka yang bingung harus menjawab apa sedangkan yang lain hanya bisa mengulum senyum mereka sementara qila menganggukkan kepalanya seolah mengerti maksud dari ucapan sang Daddy

__ADS_1


Dan perundingan mengenai pernikahan mereka lanjutkan dengan membicarakan banyak hal yang di perlukan


__ADS_2