Tante, Jadi Mama Aku Ya

Tante, Jadi Mama Aku Ya
Cherly


__ADS_3

" hai cemberut aja, kenapa kamu cemberut aja dari tadi hem???. kesel karena jalan berdua sama saya?? iya" ujar Azka menoleh sebentar pada nisa


" Hem..... bukan apa-apa ya mas tapi kalau Nisa jalan berdua gini Nisa masih canggung " jujur Nisa menolehkan kepalanya menatap lawan bicaranya


" pelan-pelan nanti juga terbiasa, kita harus bisa meluangkan waktu berdua untuk kita bisa semakin dekat dan tau kehidupan satu sam lain. bisa kan kita mencobanya secara perlahan " ujar Azka lembut sambil tersenyum


" akan Nisa coba mas. mas boleh enggak Nisa tanya, agak privasi sih. itu pun kalau boleh kalau gak juga enggak apa-apa kok " ujar Nisa pelan

__ADS_1


" mau tanya apa Hem. kalau saya bisa jawab akan saya jawab kalau tidak ya saya diam saja " ujar Azka sambil sesekali melirik Nisa karena ia harus fokus mengemudikan mobilnya


" mommy qila masih ada atau tidak mas??? soalnya qila gak pernah cerita. kalau masih ada berarti mas bercerai ya. kalau cerai, sudah berapa lama bercerai dari istri mas?? bercerai karena apa?? " Nisa bertanya panjang lebar


" hei... kamu ini sedang bertanya apa lagi interogasi saya. panjang seperti kereta api " ujar Azka protes lalu setelahnya terdiam ketika harus mengingat kenangan buruknya kembali. berulang kali ia menarik nafas panjang dan di keluarkan secara perlahan untuk mengurangi sesak di area dadanya


" kalau mas enggak bisa jawab ya enggak usah di jawab mas. Nisa enggak maksa kok, Nisa hanya ingin tahu saja " ujar Nisa sambil mengelus lengan kekar Aska terbalut kemeja panjang berwarna navi itu walaupun sedikit canggung tapi ia tetap melakukannya karena ia merasa bersalah sudah membuat Azka mengingat kenangan bersama mommy qila

__ADS_1


" saya dan mommy qila dulu berteman. saya, mommy qila yang bernama Cherly, Rasya kami bersahabat sejak SMA. saya dan Rasya mengambil jurusan bisnis dan Cherly jurusan design. awalnya persahabatan kami berjalan lancar hingga semua menjadi runyam ketika saya menyatakan cinta saya pada Cherly. karena kami saling cinta akhirnya kami jadian tapi saya tidak tahu kalau Rasya sahabat saya juga punya perasaan yang sama pada Cherly. dia mulai menjauh dari saya, dan hingga akhirnya dia pindah ke universitas luar negeri. hubungan kami masih berjalan lancar dan setelah selesai kuliah kami memutuskan menikah.


*masa lalu Azka 10 tahun lalu*


hubungan azka dan Cherly berjalan lancar, mereka juga sudah mendapatkan restu dari kedua orang tua mereka hingga mereka memutuskan untuk menikah. pernikahan mereka di adakan dengan sangat meriah dan mewah. kedua orang tua mereka banyak mengundang kolega yang bekerjasama dengan mereka. banyak yang mengucapkan selamat tapi mereka juga sedih karena Rasya sahabat mereka tidak nampak hadir meski undangan pernikahan sudah di terima.


" sayang aku merasa bersalah sama Rasya, karena sampai saat ini dia masih marah dan belum terima dengan hubungan kita" ujar Azka sedih di hari bahagianya sahabatnya tidak nampak hadir

__ADS_1


" kita tidak salah bie, kalaupun Rasya nyatain cinta terlebih dahulu belum tentu aku menerima cintanya karena cinta aku cuma untuk kamu ujar Cherly tersenyum sambil mengusap punggung Azka lembut


setelah acara pernikahan mereka semua berjalan dengan lancar dan bahagia hingga 1 tahun kemudian mereka sudah dicecar pertanyaan masalah anak. sebenarnya Azka juga tidak ingin menundanya tapi Cherly meminta waktu karena ia sedang fokus dengan bisnis berlian nya.


__ADS_2