
kini mereka sudah kembali ke rumah, bukan kembali ke rumah masing-masing melainkan rumah Azka. walaupun rumah mereka bersebelahan tapi mereka memutuskan untuk tinggal di rumah Azka. tapi kini rumah itu menjadi sepi karena hanya ada Azka, Qila dan Nisa. sedangkan Oma opa qila kembali ke rumah lama mereka, sebenarnya Nisa sudah memaksa mertuanya untuk menetap lebih lama dulu karena ia masih membutuhkan bimbingan mertuanya di rumah itu tapi apa mau di kata kalau mertuanya sudah bilang!!
" kamu pasti bisa Nisa lagian kalau kamu di apa-apain sama Azka tinggal lari aja ke rumah ibu kamu di sebelah kan. kalian pikir kalian saja yang mau dua-duaan, kita juga pengen seperti pacaran lagi, seperti pengantin baru yang kemana-mana berdua " itu ucapan terakhir ibu mertuanya sebelum kembali ke rumah mereka
Dan sebulan setelah kepindahan mertuanya, kini mamanya juga memilih ikut tinggal di kota yang sama dengan sang papa. Mamanya juga mengatakan sudah sejak lama ingin ikut tinggal bersama papanya tapi karena belum berani meninggalkan dirinya sendiri dengan terpaksa mereka LDR.
" huff....... sunyi amat ya ini rumah. kalau udah jam segini semua pada sibuk, mesti ngapain coba gue. balik ke rumah mama juga percuma, cuma ada bibik di rumah " keluh Nisa mendudukkan dirinya bosan tidak ada kegiatan, karena hari ini ia tidak ada jadwal di kampus dan lagi tugas kuliahnya juga sudah selesai di kerjakan nya.
teng teng teng......
" mang Ujang tuh kayaknya " gumam Nisa lalu berlari keluar rumah untuk memanggil Abang rujak yang biasa lewat kompleks perumahan mereka
" mang.... mang Ujang " teriak Nisa memanggil Abang rujak yang berjalan menjauhi rumah
" iya neng "ujar mang Ujang berhenti setelah mendengar suara pembeli
__ADS_1
" cepet banget sih mang jalannya, ada mangga muda enggak mang " tanya Nisa celingukan melihat isi dagangan mang Ujang
" ada neng " sahut mang Ujang
" em... mau dong mang bungkus 2 ya, aku maunya mangga muda, kedondong, nanas sama jambu air nya ya mang. yang pedas juga ya mang " pesan Nisa sambil meneguk air ludahnya sendiri membayangkan betapa segarnya buah-buahan itu kalau di makan nanti
" ok neng, duduk dulu neng " ujar mang Ujang menyodorkan kursi plastik yang di bawa nya dan bersiap membuat pesanan Nisa
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" assalamualaikum......" teriak qila yang baru pulang dari sekolah
" wa'alaikumsalam loh kok udah pulang?? bolos ya kamu qila " tebak Nisa menatap qila sambil memicingkan matanya
" ish.... enak aja mama tuduh qila bolos " sahut qila cepat " guru qila ada rapat jadi di suruh pulang cepat tadi " tambahnya lagi mendudukkan dirinya di sofa di samping Nisa
__ADS_1
" oh.... eh iya kamu pulang sama siapa sayang?? kenapa enggak ada telpon mama kalau sudah pulang. kamu naik taksi sendiri?? " tanya Nisa khawatir setelah tersadar dengan siapa putri sambungnya pulang
" sama mommy nya teman qila ma, tadi sekalian lewat sini katanya mau ke rumah saudaranya" jawab qila malas " eh mama makan apa tuh?? rujak ya ma. wah.. seger nih " ujar Qila langsung melahap buah yang ia ambil dari garpu mamanya
" akh..... asem ma " pekik qila setelah merasa buah yang masuk ke dalam mulutnya " buah apa sih yang mama beli ini " tanya qila penasaran
" masa sih asem, tadi mama makan manis-manis kok. seger malah, ini buahnya ada mangga muda, kedondong, nanas sama jambu air" sahut Nisa santai melahap kembali buahnya
" iuucchh...... kok Mama makannya biasa aja sih, ini kan asem ma " ujar Qila ngilu melihat cara makan Nisa
" asem dari mana?? manis gini kok. sudahlah mending sana ganti baju kamu lalu makan aja sana. kamu pasti udah laper kan. ini sudah siang juga" ujar Nisa yang masih menikmati rujaknya
" ya udah deh kalau gitu qila ganti baju dulu, mama jangan banyak-banyak makan asem gitu nanti takutnya sakit perut" pesan qila yang ngeri sendiri melihat Mamanya dan di jawab " Hem "
sore semua 😊😊 emak baru bisa up nih 😁😁
__ADS_1