Tante, Jadi Mama Aku Ya

Tante, Jadi Mama Aku Ya
episode 6


__ADS_3

"Mama.........." teriak qila heboh begitu melihat kedatangan Nisa


"aish...... qila jangan panggil mama dong"pinta Nisa dengan suara pelan "nanti gak ada yang mau sama Tante lagi. nanti mereka pikir Tante sudah ada anak suami qila!!"ucap Nisa gemas, siapa yang tidak gemas coba setiap kali Nisa menjemput atau jalan bareng qila selalu mengatakan bahwa ia mamanya


" bagus dong.... Tante kan bakal jadi mama qila"jawab qila santai"lagi pula qila sedih tau Tan kalau lihat teman qila selalu di jemput mamanya. qila juga pengen seperti teman qila"ucap qila menundukkan kepalanya sedih


kalau sudah begini Nisa juga tidak bisa berbuat apa-apa, Nisa mengerti kalau selama ini qila merindukan kasih sayang seorang ibu. walaupun selama ini qila tak kekurangan kasih sayang Daddy, Oma dan opa tapi ia juga butuh perhatian dan pelukan ibunya. Nisa berharap mommy qila memiliki waktu luang untuk bermain bersama qila


"Udah jangan sedih gitu dong"ucap Nisa sambil mengelus pucuk kepala qila"nanti Tante beliin es krim sebelum pulang, mau gak??"bujuk Nisa agar anak tetangganya tidak sedih lagi


"mau mau..... sama coklat ya Tan" pinta qila dengan semangat


"emh.... ok, yuk kita pulang" ajak Nisa sambil menstater sepeda motornya

__ADS_1


selama perjalanan pulang qila bercerita tentang apa saja yang ia lakukan di sekolah. qila selalu bersemangat bila sudah menceritakan kegiatan nya, karena Nisa memberi respon baik.


30 menit pun berlalu tibalah Nisa didepan pintu pagar rumah qila


" kita Sudah sampai qila, ayo turun. Tante mau pulang ke rumah nih" ucap Nisa


" tuh Daddy kamu udah nunggu, lagian kenapa kamu gak dijemput Daddy kamu sih" ucap Nisa kesal harus jemput qila dengan kondisi hati yang masih terluka


"Tante gak mau ikut qila masuk nih? tuh Daddy udah nunggu Tante loh" goda qila cengengesan


"ok deh, qila masuk duluan. bye Tan" jawab qila sambil melambaikan tangan


"assalamualaikum ma" ucap Nisa sedih

__ADS_1


"wa'alaikumsalam sayang, kamu kenapa hem?? pulang pulang mukanya sedih gitu " tanya mama Ina sambil membawa Nisa duduk di sofa ruang tamu


"Angga ma, tadi Nisa liat Angga dan Novi pelukan di toilet ma hiks hiks hiks.... mereka juga ber****an disana hiks hiks hiks.... apa mereka menghianati aku ma" tangis Nisa pecah di pelukan sang mama, Nisa begitu sedih dan kecewa pada sahabatnya. mengapa Novi tega padanya


"sst.... sudah sudah, jika memang mereka menjalin hubungan di belakang kamu maka lepaskan Angga. itu pertanda kalau Angga bukan lelaki setia bukan juga jodoh kamu" ucap mama Ina menenangkan Nisa "lagian tuh masih ada tetangga yang siap nampung kamu" goda mama Ina mengalihkan kesedihan putrinya


terbukti sukses membuat tangisan Nisa mereda dan kini berubah jadi kesal setelah mendengarkan godaan sang mama


"is gak mau ah, mending sama kang Pi'i tukang bakso depan gang. baik, murah senyum gak sombong kayak dia" jawab Nisa kesal karena godaan mama Ina


"putri papa sudah pulang ternyata, gak kangen nih sama papa??" ucap papa Nisa sambil merentangkan tangan meminta pelukan putrinya


"papa…......" panggil Nisa sembari memeluk cinta pertamanya

__ADS_1


"kapan papa sampai nya, kenapa Nisa tak di kabarin sih. Nisa kn bisa pulang lebih awal, Nisa kangen banget sama papa" ucap Nisa yang begitu merindukan papanya


__ADS_2