Tante, Jadi Mama Aku Ya

Tante, Jadi Mama Aku Ya
penjelasan Azka


__ADS_3

" sebelumnya saya minta maaf pada kalian semua, terkhususnya mama dan papa mertua saya. maaf tadi saya tidak bisa mengantarkan Nisa dan bayi kami pulang " ujar Azka menatap wajah mertuanya " bayi itu anak Cherly. bug......" belum juga selesai ia berbicara satu Bogeman mendarat di pipinya


" be****sek kamu azka, apa maksud kamu membawa pulang anak perempuan itu ke rumah mertua kamu hah.... papa enggak pernah mengajarkan kamu menjadi pria b****an. jadi itu anak kamu dengan wanita selingkuhan kamu. kurang apa menantu papa Azka hah kurang apa?? " tanya sang papa menggeleng gelengkan kepala tidak habis pikir melihat kelakuan putranya. dengan cepat mama Azka menarik suaminya untuk duduk kembali, sambil mengusap punggung suaminya yang tengah emosi


sementara mertuanya hanya diam menantikan kelanjutan cerita dari Azka. mereka tidak mau gegabah mengambil keputusan, mereka takut apa yang mereka pikirkan tidak sama seperti yang terlihat.

__ADS_1


" maaf.... tapi enggak seperti yang kalian pikirkan. memang itu anak Cherly, tapi bukan aku ayahnya pa ma. sebenarnya " Azka mulai menceritakan tentang kejadian di mana malam itu ia bertemu dengan Cherly, dan setelah pertemuan itu Cherly meminta dirinya untuk membantu mengurus semua aset keluarga nya agar jatuh ke tangan anak yang di kandungnya serta qila. karena Cherly tau bagaimana serakahnya keluarga mereka, dan di pertemuan itu juga Cherly menangis menceritakan penyakit kanker hati yang di deritanya. penyakit yang ia ketahui setelah kehamilan 3 bulan dan kalau ada yang bertanya kenapa anak itu tidak ayahnya saja yang mengasuh jawabannya adalah anak itu hadir karena sebuah kesalahan orang tuanya. dan sang ayah tidak mau bertanggung jawab saat Cherly memberitahukan kehamilannya. sedangkan orang tua meninggal karena kecelakaan di luar negeri. maka dari itu Cherly meminta bantuannya karena hanya ia yang bisa di percaya untuk amanah ini. Cherly percaya Azka bisa mengelola usaha dan warisannya serta amanah bayi yang ia kandung.


" begitu ceritanya ma pa, aku tidak tega membawanya ke panti asuhan. aku berniat meminta tolong pada Nisa untuk merawat anak itu juga dan memberikan kasih sayang yang sama. aku ingin mengangkat menjadi anak kami tapi jika Nisa mengizinkan. jika tidak mungkin esok aku terpaksa membawanya ke panti sesuai dengan amanah Cherly" penjelasan panjang lebar Azka.


keempat orang tua itu sedih mendengar cerita Azka, bahkan Mama dan mama mertuanya menangis di pelukan suami mereka. mereka iba dengan nasib bayi yang tidak berdosa itu. bagaimana nasib bayi itu jika jatuh ke tangan yang salah.

__ADS_1


" tidak apa-apa pa, aku tau papa pasti akan malu jika aku berbuat seperti yang ada di dalam pikiran papa. aku maklum kok pa, emmtt..... pa ma maaf kalau mungkin apa yang aku lakukan akan menyakiti hati anak kalian Nisa. jujur aku sangat mencintai Nisa tapi aku juga iba dengan anak yang di kandung Cherly waktu itu. maka aku mengiyakan untuk membantunya tanpa meminta persetujuan dari Nisa karena kalau aku cerita aku takut Nisa jadi kepikiran dan malah akan menjadi masalah saat kehamilannya sudah tua. sekali lagi maaf " pinta Azka memohon maaf atas kelakuannya


" iya papa maafkan, tapi ada baiknya kamu ceritakan semuanya dari awal. agar tidak menimbulkan masalah yang akan merugikan kamu dan rumah tangga kalian. mau Nisa setuju atau tidak kamu harus bercerita, sebab dengan kamu tidak jujur akan membuat prasangka-prasangka buruk yang terjadi. sekarang temui Nisa, jelaskan padanya pelan-pelan. papa harap Nisa bisa mengerti " ujar papa Nisa tersenyum sambil menepuk pelan pundak menantunya


tanpa mereka sadari sedari tadi Nisa mendengarkan semua yang di bicarakan Azka. ternyata anak itu benar anak Cherly mantan istri suaminya, tapi bukan anak Azka. akhirnya Nisa bisa bernafas lega setidaknya ia lega ternyata Azka hanya membantu Cherly bukan menanam benih di sana. meski ia juga marah dengan ketidak jujuran Azka padanya.

__ADS_1


" mana anak itu " ujar Nisa dingin


__ADS_2