
setelah melalui weekend dengan suka duka, pagi ini Nisa terlihat ceria kembali. jika biasanya ia akan di bangunkan oleh mamanya ataupun qila tapi tidak untuk pagi ini. ia akan melalui hidup barunya, mencoba move on dan mencoba menerima kehadiran Azka dalam hidupnya.
" tumben kamu sudah bangun terus buat sarapan lagi??? mimpi apa kamu nak??? ini bekal untuk siapa sa?? " mama Ina bertanya sambil menunjuk 2 box bekal berwarna pink dan biru
" ih.... mama ini ank bangun pagi di bilang tumben udah bangun terus mimpi apa giliran anak bangun siang ngomel-ngomel" gerutu Nisa berengut " ini itu bekal untuk qila sama mas Azka ma. semalam mereka minta buatin bekal katanya. ya udah Nisa mau siap-siap dulu Nisa ada kuliah pagi. cup... " tambahnya lagi berlalu setelah mendarat kecupan di pipi kanan sang mama.
mama ina menggeleng gelengkan kepalanya sambil tersenyum melihat putrinya yang manja, yang selalu merepotkan dirinya yang kini sudah beranjak dewasa dan kini tinggal menunggu waktu saja ia akan kehilangan sosok itu di rumahnya. ada rasa sedih bercampur haru melihat putrinya yang sudah akan menikah.
" ada apa ma?? kenapa wajah kamu murung begitu " ujar sang suami di belakang mama Ina yang tengah melamun.
" ih.....papa buat mama kaget aja nih. gak ada apa-apa kok pa, mama cuma lagi sedih bercampur bahagia aja. anak kita sudah dewasa, sebentar lagi ia akan menikah. mama di rumah kesepian " ujar mama Ina bersedih
" loh kok malah jadi sedih gini sih ma, bagus dong kan mama bisa ikut papa tugas di sana. kita bisa buat kan adik yang banyak untuk Nisa " goda suaminya
" ih.... papa udah tua juga masih aja mesum. malu sama umur " ujar mama Ina " lagian udah mau punya cucu juga " tambahnya lagi
__ADS_1
akhirnya mereka melanjutkan obrolan mereka sambil menunggu putrinya yang tengah bersiap
" assalamualaikum nek... nenek qila datang " teriak Qila sambil berlari kecil menuju meja makan
" assalamualaikum pa, ma. qila Salim dulu sama nenek kakek " ujar Azka setelah mengecup punggung tangan calon mertuanya.
" eh iya qila lupa " ucap qila nyengir sambil menepuk pelan dahinya
" abisnya qila laper banget sih, terus ini nih nasi gorengnya panggil-panggil qila " ujar Qila mengoceh sambil melahap sarapan pagi nya
" pagi qila, pagi mas " sapa nya lagi
" Tan, kenapa yang di ci*m cuma nenek kakek. Qila Daddy juga dong " pintanya sambil menunjuk pipinya sedangkan Azka tersenyum senang dengan celotehan anaknya yang mewakilinya pikir Azka
cup cup " qila aja dulu ya , kalau Daddy kamu belum boleh. belum sah " Nisa berucap sambil mengambil sarapan untuk Azka juga dirinya tanpa mengindahkan wajah masam Azka
__ADS_1
kini mereka di dalam mobil yang menuju ke sekolah qila terlebih dahulu. setelah mengantarkan qila kini tinggal mereka berdua yang diam dengan pemikiran masing-masing. hingga akhirnya Azka yang memilih mengajak Nisa mengobrol
" em.... nis, em.. mantan pacar kamu itu satu kampus ya sama kamu " tanya Azka sambil sesekali melirik Nisa
" iya mas, satu kampus, satu fakultas, duduk pun di samping Nisa " jawab Nisa
" ingat move on dan buka hati kamu untuk saya " Azka berujar sembari mengingatkan
" iya mas, Nisa juga ingat tau. lagian siapa juga yang mau balikan sama dia " sahut Nisa yang di jawab Azka ya kamu
obrolan mereka terhenti karena mereka telah tiba di kampus tempat Nisa menimba ilmu. Azka segera keluar dari mobilnya. untuk membukakan pintu mobil untuk Nisa
" sebentar. udah ayo kamu sudah bisa keluar. ingat pesan saya move on, jaga hati kamu untuk saya. kalau bisa duduknya berjauhan darinya dan jangan diam saja kalau mantan sahabat kamu itu mengatai kamu lagi. kamu wanita kuat, dengarkan nis " ujar Azka sambil mengusap puncak kepala lalu beralih ke mengelus pipi Nisa. " saya berangkat dulu " tambahnya nya lagi yang tersenyum melihat Nisa terdiam karena perlakuan lembutnya
emak nongol lagi nih 😁😁
__ADS_1
selamat membaca ya mom☺️☺️