
" adik?? mas punya adik?? " tanya Nisa polos menatap wajah Azka begitu dekat dengannya
" Hem.... dia sudah siap kenalan sama kamu dari tadi loh" goda Azka tersenyum mesum " memangnya kamu tidak bisa lihat " tambahnya lagi di balas gelengan dari Nisa dan itu justru membuat Azka tersenyum geli. apa Nisa beneran tidak tahu atau pura-pura tidak tahu batin nya
meski merasakan jantungnya berdetak tidak biasa, Nisa mencoba mengabaikannya dengan bertanya pada Azka " emangnya adik mas di mana?? bukannya " belum juga menyelesaikan ucapannya Nisa merasakan bibir seksi Azka menyentuh bibirnya. sontak Nisa melototkan matanya terkejut dengan perlakuan Azka yang tiba-tiba namun ia tidak menolak karena ingat kewajiban sebagai istri. sedangkan Azka tersenyum dalam tautan itu, Nisa diam artinya ia boleh melakukannya. ciuman itu pun menjalar menuju leher Nisa dan lidahnya menari-nari di sana.
" apa boleh " tanya Azka tersenyum meski tadi dia tidak menerima penolakan.
" em... apa Aku boleh bilang enggak kalau aku sudah halal untuk kamu mas. aku akan berdosa bila menolak tanpa alasan yang jelas. lakukanlah" ujar Nisa juga tersenyum walaupun ia sedang gelisah dan takut
" kamu memang wanita terbaik yang aku pilih menjadi istriku, menjadi ibu sambung qila dan akan menjadi ibu terbaik untuk anak-anak kita kelak. terima kasih sudah mau menerima segala kekurangan ku. I love you Khairunisa " seru Azka tersenyum bahagia karena akhirnya bisa bersama wanita yang di cintai
" I love you too duren ku " balas Nisa tersenyum malu langsung menutup wajahnya dengan kedua tangannya. mendengar ucapan Nisa semakin mengembangkan senyum Azka
__ADS_1
" kenapa di tutup sayang, mas suka lihat kamu tersenyum malu seperti itu " ujar Azka tersenyum menggoda Nisa dan dengan gerakan cepat ia mencium bibir tipis milik Nisa. ******* bibir itu dengan lembut lalu menerobos masuk setelah mendapat balasan dari Nisa. dan malam panjang penuh gairah mereka lewati dengan suka cita, mereka sampai tidak tahu pukul berapa mereka tertidur.
(skip aja ya, emak takut khilaf)
...****************...
tok tok tok......
" dad Daddy, Mama bangun" teriak Qila di depan pintu kamar pengantin
gedoran pintu semakin kuat karena sekarang ia bukan lagi mengetuk pintu melainkan mengedor pintu agar 2 manusia yang berada di dalam sana terbangun. kembali qila mengedor pintu karena pintu tidak kunjung terbuka
" Daddy........ kalau Daddy enggak bangun juga qila bakal minta kunci cadangan atau minta orang untuk dobrak ini pintu ya " teriakan dan ancaman Qila terdengar samar-samar di gendang telinga Nisa hingga akhirnya ia pun terbangun sambil mengumpulkan nyawanya
__ADS_1
" mas... mas bangun. itu qila manggil kita kayak deh, denger enggak dia gedor pintunya kuat banget. mas bangun dong " ujar Nisa menggoyangkan bahu Azka pelan
" emm..... biarin aja sayang, sini tidur aja lagi. masih subuh ini " sahut Azka pelan lalu menarik tubuh Nisa ke dalam pelukannya
" ini sudah siang mas, kalau mas enggak mau bukain biar aku aja deh yang buka. qila udah marah-marah tuh " ujar Nisa mencoba melepaskan dekapan Azka
" huff..... ganggu Daddy nya tidur saja pun, emang jam berapa sih ini " sahut Azka menyipitkan kedua matanya karena sinar matahari mengenai wajah nya
" tuh udah jam setengah 8, pasti mereka mau ajak kita sarapan" ujar Nisa menggerakkan tubuhnya pelan karena merasa sangat lelah
" ah......" desisnya pelan merasakan perih dan tidak nyaman di bawah sana
" sakit ya, maaf ya aku terlalu bersemangat tadi malam. kamu duduk dulu sebentar, mas bukain pintu dulu sebelum qila makin mengamuk. setelah qila pergi akan aku gendong kamu sampai toilet. oke cup.... " ujar Azka tersenyum berlalu membuka pintu sambil memakai celana dan kaos
__ADS_1
ceklek
Daddy.............