
kini Nisa sudah berada di rumahnya setelah di rawat dua hari di rumah sakit. keadaan fisik sudah lumayan membaik namun ia tidak di izinkan banyak bergerak dulu.
ceklek
pintu terbuka mengalihkan perhatian Nisa yang sedang membayangkan foto bahagia suaminya
" sayang, mama masuk ya. masih Bobo Dede bayinya kan nak " ujar mama Nisa tersenyum pada putrinya
" selamat ya sayang, sekarang kamu sudah menjadi ibu. kamu harus lebih dewasa lagi dalam berpikir dan bertindak. mama enggak tahu apa masalah kamu tapi selesai dengan baik-baik. jangan ambil keputusan dalam hati dan pikiran yang panas. mama hanya bisa menasehati, mama enggak bisa ikut campur dalam masalah rumah tangga kalian nak. tapi kalau kamu sudah tidak mampu menyelesaikan masalahmu, kamu baru bisa minta bantuan kami. sudah lah, makan yang banyak agar asi kamu juga lancar dan jangan terlalu banyak memikirkan yang kurang penting dulu nanti Dede bayi jadi rewel karena ia merasakan apa yang ibunya rasakan. ok sayang, mama keluar dulu ya "ujarnya tersenyum sambil mengusap puncak kepala Nisa dan berlalu pergi
__ADS_1
" huff..... bagaimana aku enggak kepikiran ma, bahkan ia tidak mengantarkan aku pulang dan pamit tadi pagi sampai sekarang ia belum kembali. sebenarnya kamu cinta enggak sih mas sama aku?? apa arti kata cinta kamu selama ini. sudah berapa lama kamu kembali ke dia mas, dan benar kah itu anak kalian " gumam Nisa sedih bila mengingat foto itu
sementara di tempat lain, kini Azka baru bisa bernafas lega setelah semua urusannya selesai. tinggal memikirkan akan di bawa kemana anak itu. ia bingung, bahkan kepalanya sudah berdenyut memikirkannya. belum lagi masalahnya dengan Nisa, ia masih belum paham kenapa dengan istrinya itu. tidak mungkin Nisa mengetahui semuanya, ia bahkan masih menutup rapat rahasia yang belum bisa ia ceritakan. entah lah kepalanya serasa ingin pecah memikirkan ini semua.
" pak kita akan kemana?? pulang kah atau ke rumah sakit " tanya asistennya itu yang bingung dengan tujuan bos nya
" jangan bapak berikan pada saudara mereka sesuai yang beliau minta, beliau lebih rela anaknya hidup di panti dari pada keluarga yang hanya ingin kan harta saja "ujar Arif yang kini menjalankan mobilnya
" kita ke rumah sakit bentar " pinta Azka yang kini memejamkan matanya karena lelah dengan semuanya
__ADS_1
" baik pak " sahut Arif singkat karena fokus ke jalan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
" assalamualaikum ma, pa "ujar Azka tersenyum masuk ke dalam rumah mertuanya
kini ia bisa melihat wajah terkejut dari mertua dan mama papanya. mereka pasti bingung anak siapa yang berada di gendongan nya.
" ma, pa, semuanya ada yang perlu saya bicarakan. tapi sebelum itu boleh kah saya membawa bayi ini ke kamar tamu terlebih dahulu. kasihan ia kalau terus di gendong " pinta Azka yang di angguki kepala mama dan mama mertuanya, sementara papa, dan papa mertuanya menatap tajam pada Azka. Azka hanya bisa tersenyum maklum melihat reaksi mereka
__ADS_1