
" Daddy, kesini bawa Tante Nisa kesini dad " ujar Qila masih terlihat khawatir melihat kondisi Nisa
" ayo kita duduk dulu " ujar Azka sambil menuntun Nisa duduk
" Tante di apain sama Tante jelek tadi, kenapa diam aja. harusnya Tante Jambak rambutnya, cakar muka jeleknya itu. Qila aja geregetanpengen gigit, pengen Jambak rambutnya pengen cakar tuh mukanya yang pake tepung satu inci " qila geregetan sendiri saat melihat calon ibu sambungnya yang malah diam aja dan nangis
" Qila udah biar Tantenya tenang dulu, di minum dulu " Azka menyodorkan segelas air dan langsung di terima oleh Nisa
melihat kondisi Nisa yang sudah tenang dan tangisnya mereda akhirnya Azka memilih bertanya karena dia juga bingung dengan apa yang terjadi pada nisa tadi
__ADS_1
" kalau saya boleh tau, ada masalah apa di antara kalian. kenapa dia mengatakan itu sama kamu, apa kamu ada salah sama dia,?? kenapa kamu diam saja tadi " ujar Azka bertanya dengan lembut
" bukan mas, dia itu sahabat aku " jawab Nisa pelan sambil menundukkan kepalanya karena teringat ucapan dan penghianatan sahabatnya
" lalu?? kalau kamu ada masalah cerita ke saya. kamu sudah jadi tunangan saya, masalah kamu juga jadi masalah saya. sebisanya saya bantu menyelesaikan masalah kamu " Azka berucap seraya memeluk Nisa yang terlihat kembali menangis
" dia selingkuhan pacar aku mas, dia sahabatku, dia dan Rara sahabat baikku dari kami SMA. dia juga yang jadi tempat ku berkeluh kesah setiap ada masalah dengan Angga tapi kenapa dia juga orang yang merebut Angga dari ku. sahabat yang sudah aku anggap saudara sendiri " Nisa berucap sambil menangis tertahan karena takut jadi bahan tontonan pengunjung restoran lagi
" sudah nangisnya malu di liatin qila tuh, masak calon mamanya nangis keder gini " Azka menggoda Nisa sembari mengusap lembut jejak air mata di kedua pipinya
__ADS_1
" saya harap ini air mata terakhir kamu menangisi mereka. kalau kamu terus menangisi mereka, mereka akan merasa menang karena melihat kamu hancur. kamu adalah wanita yang kuat, saya yakin kamu bisa lalui ini semua. saya dan qila akan ada di samping kamu " ucap Azka tersenyum sambil mengelus lembut pipi Nisa. sedangkan Nisa dibuat terkejut dengan perlakuan manis dan lembut Azka karena selama ini lelaki itu selalu menunjukkan ekspresi datar nan dingin di depannya
" dad!!!! udah dong ngombalin Tante Nisa nya, gak ingat ada anak kecil apa?? qila kan pengen peluk mama qila juga " sungut qila melepaskan tangan Daddy nya dari pipi Nisa.
" awas dad, minggir dikit napa qila mau peluk mama qila ini. Daddy peluk yang lain aja, Daddy dari tadi modus melulu. cari-cari kesempatan peluk-peluk mama qila " Qila berucap dengan bersungut-sungut melihat modus Daddy nya dan Azka mendengus melihat putrinya yang tidak bisa di ajak kerjasama.
" Tante tenang saja, kalau Tante tadi macem macem lagi sama Tante bilang aja sama Daddy. nanti bakal Daddy beri pelajaran tuh Tante jelek. kalau qila bantu doa Daddy aja " ujar Qila nyengir geli dengan perkataannya sendiri dan di balas senyum tipis Nisa
" loh loh kok jadi Daddy sendiri yang hadapin sih, ngakunya mama qila masak cuma bantu doa " ujar Azka yang berpura-pura protes pada putrinya
__ADS_1
" iya dong, qila kan masih kecil mana boleh berantem. qila kan anak baik jadi qila bantu doa aja ya dad " ucapan Santai Qila membuat Azka melongo tak percaya dari mana putrinya pandai berbicara seperti itu sedangkan Nisa tersenyum melihat perdebatan di depannya itu.
emak nongol lagi nih😁😁 semalam udah libur up nya ☺️☺️