
pandangan mata semua tamu yang hadir di prosesi ijab Kabul beralih menatap kehadiran pengantin atau. sedangkan Azka menatap tidak percaya sosok yang baru saja ia nikahi, sosok wanita yang kini sudah berdiri di hadapannya, sosok itu berubah menjadi lebih cantik dan dewasa. ia bahkan sudah tidak mendengarkan orang-orang memanggilnya untuk melanjutkan proses nya hingga tepukkan cukup keras mendarat di bahu kirinya membuatnya tersadar.
" apaan sih pa " kesal Azka terganggu " ganggu aja papa nih, aku kan mau lihat istriku sampai puas batinnya
" udah enggak usah di liatin Mulu, enggak bakal hilang dia. tuh masih di depan kamu" ucap papa azka mengejek putranya
" ayo duduk dulu mbak Nisa, mas nya juga bisa duduk kembali. karena masih ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani" ujar penghulu melerai sebelum ada perdebatan panjang " tapi sebelum itu mbaknya bisa cium tangan suaminya dulu. oh iya bisa sekalian tukar cincinnya " tambahnya lagi
" iya pak " sahut Azka yang langsung meraih cincin nikahnya
************
" Akhirnya bisa istirahat juga gue Ra" ujar Nisa sambil memijat kedua kakinya yang terasa lelah lantaran harus melewati serangkaian acara
" Ra siapa maksud kamu?? " tanya Azka berdiri di ambang pintu
" eh... loh kok jadi mas yang ada di situ ?? Rara nya kemana?? " tanya Nisa celingukan mencari sahabatnya
" oh teman kamu sudah pergi, em... boleh saya masuk?? " pamit Azka tersenyum kaku karena ia belum berani masuk tanpa izin
" em.... masuk aja mas " sahut Nisa pelan
" capek ya?? mau saya bantu pijat kaki kamu " ucap Azka tersenyum lalu duduk di depan Nisa
" eh eh... enggak perlu mas enggak usah, cuma pegel dikit doang kok " ucap Nisa sambil menarik kakinya yang di pegang Azka
" udah enggak apa-apa, nanti kita juga bakal berdiri lebih lama lagi dari ini. udah kamu nikmati saja, oh iya kamu hari ini cantik. saya sampai tidak ngenalin kamu tadi " ujar Azka tersenyum sambil memijat kaki Nisa, sedangkan Nisa hanya tersenyum kaku kala merasakan kakinya di pegang oleh Azka
" makasih mas " jawab Nisa tersenyum " em bisa enggak sih mulai sekarang jangan formal gitu ngomongnya. berasa lagi ngomong sama bos besar akunya mas " pinta Nisa tersenyum canggung
__ADS_1
" akan sa...ekhm aku coba ya " ujar Azka tersenyum
" mama......." mendengar teriak Qila sontak mereka menoleh ke arah pintu
" kenapa kamu lari-larian qila?? " tanya Nisa mengerutkan keningnya
" enggak apa-apa ma, cuma tadi opa bilang gini ( jagain Mama kamu sana, jangan sampai belum berdiri di pelaminan sudah tidak bisa jalan) gitu kata opa ma. emang mama kenapa kok enggak bisa jalan?? " tanya qila polos menatap wajah Mama sambungnya, sedangkan Nisa juga bingung mendengar ucapan qila
emang gue ngapain sampek enggak bisa jalan, oh mungkin karena liat gue capek berdiri lama tadi kali batin Nisa
aish papa ini, bisa-bisanya ngomong gitu sama cucunya. kira-kira Nisa ngerti enggak ya maksud ucapan qila batin Azka lalu melihat ke arah Nisa yang terlihat kebingungan. oh syukur lah sepertinya Nisa tidak mengerti
" ekhm...... opa hanya bercanda sayang,, kamu sudah makan belum qila?? tanya azka mengalihkan perhatian putrinya
" belum dad, ini aja qila mau ajak mama makan. sekalian suapin ya ma " pinta qila sambil menunjukkan mimik wajah polosnya
" Hem.... iya, ya udah yuk kita ambil makan dulu " ajak Nisa yang langsung di potong oleh Azka
****************
sore hari nya Nisa sudah tampak selesai di rias oleh perias pengantin, dengan menggunakan gaun putih tulang membalut tubuhnya. Nisa jauh terlihat cantik dan anggun, bahkan Rara dan qila yang menemani saja takjub melihatnya.

" wow..... mama seperti princess ma, qila mau qila mau ma " pinta qila dengan semangat
" qila sayang... itu baju yang qila pakai juga bagus kok, seperti princess apa itu namanya yang ada es es nya. Tante lupa " ucap Nisa pura pura berpikir
" princess Elsa ma " sahut qila
__ADS_1
" nah itu, kamu cantik seperti princess Elsa. iya Tante Rara " ujar Nisa tersenyum sambil menatap rara yang mendapat anggukan kepala dari Rara
" sudah selesai mbak ?? " tanya Azka pada perias pengantin yang ada di ambang pintu
" sudah mas, masuk aja" sahut perias itu berlalu pergi
" Nisa ka... mu sudah selesai?? " tanya Azka terbata melihat penampilan Nisa
" sudah Daddy, ayo kita sudah di tunggu" ujar Qila menarik tangan Azka
...****************...
Di sinilah mereka berdiri di atas pelaminan yang mewah dan megah yang di pilihkan orang tua mereka. mereka sibuk menyalami pra tamu undangan. terlihat padat antrian untuk mengucapkan selamat.
" emang kalau nikah tamunya harus segini banyaknya ya mas?? " tanya Nisa pelan agar tidak terdengar pada tamu. padahal ia sudah merasakan capek tapi tidak bisa berbuat apa-apa sebab masih banyak tamu yang mengantri " bakal encok sama naik betis nih kayaknya gue, mana hills gue tinggi banget. sumpah pegel ini mama pekik Nisa dalam hati. belum juga jebol gawang udah encok duluan
..." enggak juga sayang" sahutnya pelan ...
seerr......
" apa mas?? mas ngomong apa tadi " tanya Nisa yang lagi dengan tangan yang sibuk menyalami dan tersenyum
" enggak juga sayang" ulang Azka " emang kenapa Nisa?? tidak boleh saya bilang sayang sama kamu??" tanya Azka lagi
" em... boleh mas boleh kok. cuma tadi aku takut salah dengar " ujar Nisa pelan tersenyum malu mendengar kata 'sayang' dari Azka
" kalau gitu aku bakal panggil sayang saja sama kamu ya" ujar Azka tersenyum dan Nisa hanya mengangguk sebagai jawaban
" selamat ya az, Nisa
__ADS_1
malam semua 😊😊 semoga suka ya sama ceritanya 😁😁 lagi mumet tapi coba up juga nih😁😁