Tante, Jadi Mama Aku Ya

Tante, Jadi Mama Aku Ya
masih masa lalu


__ADS_3

3 bulan setelah kelahiran Aqila, kehidupan rumah tangga Azka dan Cherly semakin dingin. tidak ada yang mau mengalah, tidak ada yang mau memperbaiki hubungan yang sedang renggang karena keduanya merasa sama-sama benar dan mereka juga semakin asyik dengan aktivitas masing-masing. kalau di tanya apakah kedua orang tua mereka mengetahui kehidupan rumah tangga anak dan menantunya?? jawaban sudah. namun mereka tidak ingin ikut campur terlalu dalam, mereka juga sudah sering menasehati para anak-anaknya.


Kamis pagi itu Azka terpaksa pergi meninggalkan Aqila kecil bersama baby sitternya, ia ada rapat penting dengan salah satu koleganya yang tidak bisa di wakil kan. jadilah ia dan asistennya kini sudah berada di lobi hotel melati karena menunggu si asisten sedang mencari kabar keberadaan kolega mereka. setelah mereka tau di mana keberadaan si koleganya mereka pun melangkah kan kaki mereka menuju lift tapi


Deg


Deg


Deg


mendadak jantung Azka berdegup lebih kencang dari biasanya karena pandangan Azka menangkap keberadaan istrinya Cherly dan seorang pria dengan tangan yang merangkul pinggang sang istri serta Azka bisa melihat sikap manja istrinya. dalam pikiran nya siapa dia?? kenapa istrinya bisa bersikap seperti yang ia lihat?? Azka terdiam di tempatnya berdiri, tubuh Azka menegang kaku, pikiran-pikiran buruk singgah di o**knya tapi masih berusaha berfikir positif. Azka tersadar dari lamunannya setelah melihat sang istri sudah masuk ke dalam lift bersama pria tersebut. dengan segera Azka berjalan cepat menuju lift untuk melihat di lantai berapa istrinya berada


" Arif kamu tanya di bagian resepsionis. ada tercantum nama istri saya tidak, kalau ada kamu tanya lantai berapa, kamar berapa, dan minta kunci cadangan sekalian. kalau sudah dapat kamu hubungi saya" titah Azka langsung berlari secepat mungkin


" Tapi tuan kita ada rapat" teriakan Arif hanya di balas Azka dengan menaikan tangan ke atas

__ADS_1


huff........" nasib-nasib kalau jadi asisten gini, apa-apa asisten yang handle " gerutu Arif pelan sambil mencari informasi


semoga tidak seperti yang aku pikirkan, tapi kalau ternyata kamu melakukan itu aku tidak akan pernah maafin kamu batin Azka dengan jantung yang semakin berdebar hebat


"Aku diam kan kamu selama ini bukan berarti kamu bebas melakukan apa pun. maksud aku itu supaya kamu bisa introspeksi tapi kalau sampai kamu bermain di belakang aku, gak akan aku maafin kamu Cherly " ujar Azka yang berada di dalam lift menuju lantai yang di tuju istrinya


Ting.....


Azka dengan segera keluar dari lift untuk mencari keberadaan istrinya,


" bagaimana?? " ujar Azka cepat tanpa basa-basi


"mereka di lantai 5 no 505 tuan, saya sedang menuju ke sana untuk memberikan kunci cadangan nya tuan " ujar Arif di sebrang telpon dan dengan cepat Azka berjalan menuju kamar yang sudah di berikan padanya


tepat di depan pintu kamar Azka berhenti, ia berulang kali menarik dan membuang nafas perlahan untuk mengurangi beban di dada dan pikirannya

__ADS_1


" tuan..." belum juga Arif menyelesaikan ucapannya Azka sudah memotongnya " mana, ingat kamu rekam apa yang di perlukan saja " ujar Azka dengan tangan menengadah


"tapi tuan...." ucapan terhenti setelah mendapatkan tatapan tajam dari Azka


ceklek


Deg


tubuh Azka menegang, dadanya terasa sesak karena jantung bekerja lebih cepat dari biasanya. ia mengenali suara itu, suatu istrinya yang sedang menikmati hentakan dari lawan berbagi peluh itu. sungguh terdengar menjijikkan suara itu


"Ah.... ya lagi sayang emmp percepat honey.... ah ...ya aku suka itu hon" ******* Cherly merdu manja


" baiklah ah... jika itu keinginanmu ah....bakal aku percepat ah..... kau menikmatinya bebs ah.... " ******* pria itu.


suara itu, aku seperti mengenal suara itu batin Azka mengingat suara yang tidak asing di telinganya

__ADS_1


Dengan perlahan Azka memasuki kamar hotel tersebut. dan untuk kesekian kalinya ia begitu terkejut karena mengenal siapa pria yang sedang mengungkung istrinya


__ADS_2