
setelah hari pernikahan mereka di tetapkan, akhirnya mereka memutuskan untuk mulai mempersiapkan segala keperluan mengenai pernikahan. mulai undangan, busana pengantin, seserahan dan lain nya. masalah undangan tidak membutuhkan waktu lama, cukup 2 hari kemudian sudah bisa di sebarkan. pelaminan juga sudah mereka pilih dan itu sudah jadi tanggung jawab WO. dan kini mereka sudah janjian untuk melakukan fitting baju pengantin di butik pengantin yang terkenal di kotanya.
" Mbak apa Azka bisa kesini?? bukankah ia sedang menyelesaikan pekerjaannya agar segera selesai dan bisa mengajukan cuti seminggu ya " tanya mama nisa pada calon besannya yang kini sedang melihat-lihat busana pengantin
" kamu tenang saja dek, apa pun akan dia lakukan demi acara pernikahan ini segera terlaksana, termasuk meninggalkan semua pekerjaan nya dek " sahut Mama Azka santai yang masih memilih-milih mana yang cocok di gunakan calon menantunya
" Sudahlah kamu tidak usah capek-capek memikirkan itu, sekarang kita pilih saja baju yang akan kita gunakan saat pesta pernikahan mereka " sambungnya lagi yang dapat anggukan kecil dari mamanya Nisa
" assalamualaikum ma, Tan " ujar Nisa yang mendekati sang mama dan calon mertuanya lalu mengecup punggung tangan mereka bergantian
" wa'alaikumsalam sayang" jawaban serempak dari mama dan camer Nisa " eh ada Rara juga nih, sekalian aja kalau gitu kamu cari kebaya yang pas untuk kamu gunakan saat nikahan Nisa nanti " celetuk Mama Ina tersenyum senang melihat sahabat baik anaknya ikut menemani sang putri melakukan fitting.
" Ah........ tidak perlu repot-repot Tan. baju Rara masih ada yang bisa di pakai kok di rumah " ujar Rara yang baru selesai menyalami kedua wanita paruh baya itu
" iya emang masih ada tapi kalau kamu pilih saja lagi biar kita semua kompak saat pesta nanti " timpal mama Azka" nih sepertinya cocok untuk bentuk tubuh kamu " ujarnya lagi
" tapi Tan....." ucapannya terhenti karena sudah di dorong terlebih dahulu oleh mama Ina
" sayang sini deh" ujar mama Azka tersenyum lembut saat memanggil camen yang sedang menggelengkan kepalanya melihat sahabatnya di dorong oleh mamanya
" iya Tan " ucap Nisa tersenyum sambil mendekat pada camer nya
" sudah berapa kali mama bilang Hem, kamu ini bandel banget ya " ujar mama Azka yang sambil menarik pelan hidung mancung Nisa
" kamu itu harus memanggil mama sama seperti Azka memanggil mama, mengerti" tambahnya lagi yang di jawab cengiran dan anggukan kepala Nisa
" ini kamu coba keduanya sana, coba satu-satu ya mama mau lihat bagus yang mana" ujar mama Azka tersenyum lalu memanggil pelayan butik untuk membantu Nisa

__ADS_1
Di dalam ruangan ganti Nisa mencoba kebaya yang berwarna mustard atau bisa juga di bilang kunyit busuk. Nisa terlihat begitu anggun dan menawan, perpaduan kulit putih bersihnya membuat kesan anggun.
" wow..... kamu cantik sekali sayang, sangat cocok sama kamu dan ukurannya juga pas. tapi coba yang satu lagi ya nak " pinta Mama Azka sambil mendorong lembut punggung Nisa untuk mencoba kebaya yang satunya
" iya ma " sahut Nisa patuh
Tiba di ruang ganti kini Nisa mencoba kebaya berwarna Salem, kebaya yang terlihat lebih simpel tapi memiliki kesan mewah dengan hiasan Payet di beberapa tempat
" ma " ujar Nisa memanggil mamanya, sapaan dari Nisa membuat 3 wanita berbeda usia itu sontak menoleh ke asal suara
" amazing" ujar Rara terpukau melihat sahabatnya begitu cantik menggunakan kebaya no 2 ini
" gimana dek Ina, Rara, Bagus yang mana? " tanya mama Azka mencari pendapat " kalau aku yes yang ini terlihat simpel dan tidak ribet tapi terlihat mewah
" sama mbak, sama Tante" sahut mama Ina bersamaan dengan Rara
" Nisa..... mau coba gaun pengantin sekarang atau nunggu Azka saja " tanya mama Azka tersenyum pada Nisa
" kalau menurut Nisa sih sekarang aja ma, nanti kelamaan. lagi pula kita tidak tau jam berapa mas Azka sampai " jawab Nisa yang ingin segera menyudahi fitting baju ini
" ya sudah sana ganti gaun nya " dorong Mama Nisa
" tunggu bentar Napa ma, ets dah enggak Sabaran banget " gerutu Nisa berengut kesal karena mamanya mendorong paksa
gini amat nih rempongnya, wong cuman mau kawin doang juga. eh nikah maksudnya batin Nisa menepuk jidatnya saat memikirkan ucapannya sendiri
__ADS_1
Dengan bersusah payah Nisa berjalan kembali mendekati ketiga wanita itu.
" bagaimana ma" ujar Nisa yang kini berdiri tepat di depan mereka
" cantik sangat cantik, Hua..... ini saja kita pilih yang ini saja ya " pekik mama Azka tersenyum senang melihat gaun pengantin yang di kenakan Nisa
" iya mbak aku setuju" timpal mama Nisa bersemangat melihat putrinya yang terlihat cantik walaupun belum menggunakan riasan
" kira-kira gimana reaksi caluam loe ya, terpukau atau enggak ya " celetuk Rara mengarahkan bola matanya ke atas seolah membayangkan reaksi caluam Nisa
tanpa ke empat sadari, sedari tadi Azka terpaku di tempatnya berdiri bersama Arif begitu melihat Nisa keluar dari ruang ganti. ia terpukau dengan kecantikan wanita itu, tanpa harus di make up saja sudah secantik itu apa lagi ah.... membayangkan nya saja Azka tidak mampu
" cantik bos, lihat kulit bagian bahunya putih. gaun yang sangat cocok untuk Nisa " celetuk Arif memuji kecantikan dan kulit wanita itu dan lamunan Azka buyar ketika mendengar celetukan asistennya
Dengan segera Azka berlari mendekati Nisa, dia tidak ingin ada yang melihat betapa mulusnya kulit gadis itu
" tidak-tidak sekarang kamu ganti gaun lainnya, saya tidak suka kamu memakai baju ini " celetuk Azka yang tiba-tiba muncul entah dari mana
" kenapa sih az, ini cantik dan cocok untuk Nisa Loh az??" tanya mama Azka mengerutkan keningnya heran
" ini terlalu seksi ma, Azka minta cai gaun yang lain saja" pintanya mendorong lembut tubuh Nisa
" apaan sih mas, " kesal Nisa yang di dorong untuk menganti gaun
" tidak ada yang lebih tertutup dari ini Azka, yang lain lebih seksi. mau kamu kalau punggung Nisa terlihat hah " kesal mama Azka mendengar permintaan putranya padahal ia sudah memilih gaun yang agak tertutup dari gaun lainnya
" tapi ma... " ucapannya terhenti melihat tatapan mata tajam sang mama
" lebih baik kamu buruan selesaikan fitting baju kamu, setelah selesai kalian pergi beli cincin kawinnya" saran mama Azka tersenyum lalu beranjak untuk mencoba bajunya
__ADS_1
kritik dan saran emak terima loh😁😁 kalau masih ada kekurangan mohon dimaklumi, karya pertama emak nih☺️☺️