
pukul 17.30 tepat Azka tiba di kediamannya, setelah berhasil memarkirkan mobilnya Azka segera turun dari mobil ketika melihat putri tercintanya tengah menunggu di depan pintu utama sambil menunjukkan wajah cemberut. Azka di buat bertanya-tanya apa yang terjadi pada putrinya itu, tepat berdiri di depan qila Azka langsung bertanya mengenai raut wajah yang kurang sedap di pandang itu
" assalamualaikum sayang, cup... ada apa hm, kenapa ini sama wajah kamu?? Daddy perhatikan kenapa wajah kamu cemberut seperti ini?? hm... " tanya Azka mengelus pipi qila menggunakan jempolnya dengan lembut
" wa'alaikumsalam.... " sahut qila menjawab salam sang Daddy " Daddy.... masa mama dari tadi bobok terus, qila enggak ada teman main " adunya manja pada Azka
" dari tadi qila ajakin main enggak mau, bilang nya sebentar tapi sampai sekarang masih belum mau bangun " tambahnya lagi
" eh... yang benar sayang, jadi dari siang mama bobok terus. apa mama lagi demam nak?? yuk ke kamar dulu. Daddy khawatir mama kamu lagi demam makanya bobok aja " ujar Azka cemas sambil beranjak bangun dari jongkok nya.
Dengan segera mereka menuju kamar di mana Nisa berada
" sayang " panggil Azka begitu pintu terbuka dan berjalan menuju ranjang. dapat Azka lihat kalau Nisa tetap anteng di bawah selimut padahal hari sudah menjelang malam
" sayang, bangun sudah sore ini" ucap Azka tersenyum sambil mengelus wajah wanita yang masih anteng dalam mimpi " sayang bangun dulu, kamu kenapa tidur saja dari siang Hm?? kamu sakit ya " ujar Azka tersenyum melihat pergerakan istrinya
__ADS_1
" emm..... mas sudah pulang " sahut Nisa menyipitkan matanya menatap ke wajah suaminya,
" Hem... kamu sakit" tanya Azka lagi sedangkan qila sudah ikut berbaring di samping Nisa sambil memeluknya
" iya nih, apa mama lagi sakit?? dari tadi qila ajak main malah tidur aja " sambar qila mengeluh
" enggak, aku enggak apa-apa kok. cuma ngantuk banget dari siang, mas mau mandi ya?? tunggu sebentar ya biar aku siapin air hangatnya dulu. qila lepaskan dulu tangannya, mama mau siapin air untuk Daddy dulu " pinta Nisa sambil melepaskan belitan tangan qila di tubuhnya
" oh syukur lah kalau kamu tidak apa-apa, qila kembali ke kamar sana. biarkan mama mandi dulu, siap-siap untuk makan malam. em... bagaimana kalau malam ini kita makan di luar" ujar Azka tersenyum melihat perubahan wajah Nisa dan qila setelah ia mengatakan makan di luar
" makan sate ya mas, aku lagi pengen sate nih " pinta Nisa sambil meneguk air ludahnya sendiri membayangkan lembut dan gurih sate daging sapi dan kambing
" no dad, qila mau makan ayam goreng kakek " bantah qila
" No... no.... pokoknya makan sate titik " ngotot Nisa dengan keinginannya
__ADS_1
" enggak, qila maunya ayam goreng kakek ma. mama ngalah dikit napa sama anak sendiri. udah tua juga " sahut qila mencibir tidak mau kalah
" apa kamu bilang, mama udah tua. enak aja, mama masih muda gini juga. mas aku maunya makan sate, ya mas " pinta Nisa merengek manja pada Azka
" Daddy...... kita makan ayam goreng kakek ya dad, udah lama kita enggak makan ayam goreng kakek Lo " bujuk qila merengek pada Azka sedangkan yang di bujuk malah terlihat bingung harus menuruti yang mana
" bagaimana kalau malam ini kita makan menu seafood aja, seperti lebih nikmat lagi pula Daddy tiba-tiba pengen makan lobster deh " ujar Azka menengahi dan kini malah ia membayangkan menikmati udang besar itu
" ok, boleh juga ide mas itu " jawab Nisa setuju dengan pendapat suaminya
" boleh juga sih " jawab qila pelan
" ya udah sekarang kalian bisa bersiap-siap " putus azka tersenyum begitu melihat putrinya yang loncat dari ranjang mereka
" ok.... " jawab mereka lagi bersemangat
__ADS_1