Tante, Jadi Mama Aku Ya

Tante, Jadi Mama Aku Ya
pesan gambar


__ADS_3

" mas kamu kemana aja??, aku udah telpon kamu berulang kali. kenapa baru sekarang kamu angkat?? " tanya Nisa beruntun saat panggilannya tersambung karena kesal padahal jam makan siang sudah hampir habis


" maaf sayang, handphone nya mas silent. tadi habis rapat mas lupa buat dering. maaf ya " ujar Azka dengan nada menyesal di ujung telepon


" tumben kamu buat silent, biasa mau rapat ataupun bertemu clien kamu enggak pernah aktifin mode silent. kamu enggak lagi menyembunyikan sesuatu kan mas " jawab Nisa yang merasa tingkah laku suaminya aneh


" apaan sih nis, kamu kok malah nuduh-nuduh aku yang enggak-enggak " sentak Azka di ujung telepon lalu detik selanjutnya panggilan telepon mati.


" kamu kenapa mas?? kenapa kamu bisa sekasar itu bicara sama aku?? aku bertanya juga karena kamu aneh Minggu ini mas " ujar Nisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya agar air matanya tidak nampak bila menetes. takut-takut anak sambungnya tiba-tiba masuk kamar


sementara Azka sendiri tengah menyesal karena marah-marah tidak jelas pada istrinya. saat ini ia dalam keadaan kalut, ia bingung harus berbuat apa. Azka berharap Nisa tidak akan marah padanya.


" pak tolong tanda tangani surat-surat yang harus di lengkapi " ucapan itu membuatnya tersadar setelah memikirkan banyaknya masalah


" sebentar" sahutnya singkat


" saya sarankan, bapak harus jujur pada ibu. sebelum semuanya terlambat pak, jangan sampai menyesal di kemudian hari " ucap sang asisten yang selalu di sampingnya, sedangkan Azka terdiam mendengar kata-kata yang keluar dari mulut asistennya. tapi ia harus mulai dari mana, ia bingung dengan yang terjadi pada rumah tangganya


" Hem " jawaban singkat Azka


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


" ma, mama kenapa " suara qila memenuhi pendengaran Nisa yang masih menutup wajahnya.dan dengan cepat Nisa mengusap sisa-sisa air matanya


" enggak apa-apa saya, tadi mama baca novel. sedih banget ceritanya sampai mama nangis sendirian gini" ujar Nisa mencoba tersenyum meski hatinya tengah merasa sakit


" oh gitu " sahut qila menganggukkan kepalanya karena memang Mama nya sering nangis sendiri kalau baca novel online


" taman yuk ma, kakak bosan nih " pintanya setelah mendudukkan diri di samping Nisa


" emmttt..... taman ya " ujar Nisa pura-pura berpikir


" iihhh...... Mama " rengek qila memeluk Nisa dari samping


" baiklah, kamu siap-siap dulu sana. terus bilang sama pak supir supaya siapin mobilnya " ujar Nisa tersenyum sambil membalas pelukan dan mengusap rambut panjang qila


" cup udah buruan sana, mama juga mau siap-siap nih " ujar Nisa tersenyum setelah memberikan kecupan singkat di kening anaknya


" ok ma " sahut qila berlari kecil menuju kamarnya " bik ... bibik tolong bilangin sama pak supir untuk siapin mobil. qila mau ke taman sama mama " teriakan Qila terdengar hingga kamar Nisa


sedangkan Nisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya mendengar teriakkan itu


" daripada mikirin macem-macem mending aku keluar" ujar Nisa yang tengah bersiap " kita jalan-jalan ya Dede, kita ke taman sama kakak "ujarnya tersenyum mengelus perutnya lalu merasakan tendangan dari respon sang bayi

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" ma, kakak beli itu ya " ujar Qila menunjukkan tukang es krim


" baiklah tapi jangan banyak-banyak. hati-hati jalannya, kalau sudah langsung balik ke sini ya " pinta Nisa tersenyum


" ok ma "sahut qila tersenyum lalu berjalan cepat menuju penjual es krim


tring tring.....


mendengar ponsel genggam nya berbunyi, dengan segera Nisa mengambil dari dalam tasnya.


" Rara, ada apa kok dia kirim pesan gambar" ujar Nisa hendak membuka pesan itu namun ia urungkan karena mendapatkan telpon dari sahabatnya


" Loe di mana?? di taman mana??" tanya Rara dengan nada cemas


" taman indah Sari Ra, ada apa sih kok suara loe kayak cemas gitu " tanya Nisa bingung


" tungguin gue di sana ok, dan jangan buka pesan gambar gue dulu ok " titah Rara langsung mematikan panggilan teleponnya


" aneh, kok semua orang pada aneh ya. ini lagi kenapa aku enggak boleh buka coba. penasaran gambar apaan, buka aja deh dari pada penasaran " gumam Nisa yang langsung membuka pesan gambar tersebut

__ADS_1


" enggak, enggak mungkin. enggak mungkin, ini pasti salah " ujar Nisa yang langsung membuang ponselnya beriringan dengan air mata yang menetes


__ADS_2