
"silahkan di nikmati hidangan mbak, mas, nak Azka. oya cucu nenek ini mau makan pakai yang mana sayang??" tanya mama Ina pada qila dengan lembut
"ayam goreng, capcay sama cumi juga dong. qila laper banget nih" ucap qila sembari mengelus perutnya yang kelaparan
"qila kamu laper apa rakus sih?? lihat tuh piring kamu udah penuh aja begitu. sanggup kamu habiskan semua itu" ucap Nisa masih tak menyangka kalau porsi makan qila begitu banyak
"hus.... Nisa, gak boleh gitu dong ngomongnya ah" ujar mama Ina merasa malu dengan perkataan anaknya
"qila laper Tan, qila sengaja td siang makan sedikit biar makan di sini bisa banyak-banyak. habisnya masakan nenek enak sih!!" seru qila semangat memakan makanan di piringnya. Nisa hanya bisa mendengus sedangkan Azka Oma opa qila juga papa nisa hanya mendengarkan percakapan anak dan calon istrinya
"sudah sudah, Nisa sekarang kamu ambilkan nasi untuk Azka itu" tunjuk mama Ina dengan dagunya pada putrinya
"lah kok jadi Nisa sih ma, kan dia punya tangan untuk ambil makanan sendiri"jawab Nisa yang langsung dapat tatapan tajam dari mamanya
Dengan wajah cemberut, terpaksa Nisa mengambilkan nasi sayur beserta lauk pauk untuk Azka sedangkan Azka sendiri tersenyum tipis saat melihat cara Nisa mengambil makanan dirinya. walaupun terpaksa Nisa tetap mau mengambilkannya makanan
" terima kasih ya nis" ucap Azka lembut dan senyum tipis menghiasi wajahnya
__ADS_1
dih........... bisa senyum juga nih orang kesambet setan mana dia batin Nisa
Hem......
setelahnya mereka menikmati hidangan yang tersaji, tak banyak percakapan di meja makan hanya sesekali mereka berbicara masalah pekerjaan
Selesai makan mereka berpindah ke ruang tamu untuk lebih leluasa berbicara, kedua keluarga berbicara santai mengenai perjalanan hidup mereka dahulu. sedangkan Nisa dan Aska mendengar celotehan qila. sampai sesaat kemudian Aska mengutarakan maksud kedatangannya
ekhm........
"ekhm....... jadi begini om tante maksud kedatangan Aska ke sini bermaksud untuk melamar Putri om dan tante" ucap Azka tegas tanpa basa basi, karena memang seperti itu sifat Azka
"Apa........" pekik Nisa terkejut
"enggak, gak mungkin. pasti aku salah denger" ujar Nisa berharap pendengarannya salah
"Kamu tidak salah dengar Nisa, tanda tangan om tante dan Aska memang untuk melamar kamu" ucap Mama Ira dengan lembut
__ADS_1
"Tante harap kamu mau menjadi ibu sambung qila. qila sangat suka dengan kamu dari awal ia melihat kamu ia sudah yakin bahwa kamu bisa jadi ibu yang baik untuknya, jadi ibu yang perhatian dan sayang dengannya" sambung Mama Ira lagi yang di sambut anggukkan kepala dari papa Ali dan Azka
"enggak, enggak mungkin Tan. tante pasti salah Nisa dan qila saja tidak pernah akur, bagaimana bisa nisa jadi ibu sambung untuk qila" tolak Nisa mentah
"Tapi qila sayang sama tante qila mau Tante jadi mama qila. Qila nggak mau mama yang lain qila mau tante" kekeh qila
"Qila janji deh jadi anak yang baik, jadi anak yang penurut, gak akan repotin tante lagi. Qila mohon Tante mau ya jadi mama qila" ucap qila memohon agar Nisa mau jadi ibu sambungnya
"Kamu tidak kasihan dengan qila, sampai mohon-mohon gitu. paling tidak kalian pendekatan dulu, tapi tetap ada batasannya" ujar papa nisa memberikan pengertian karena merasa kasihan dengan qila
"Tapi Nisa gak bisa pa.......
apa penyebab Nisa menolak Azka??
apa karena Nisa masih cinta dengan Angga?? atau Nisa ragu akan lamaran dari laki laki kaku seperti Azka??
tunggu kelanjutannya aja ya kkđđ
__ADS_1