Tante, Jadi Mama Aku Ya

Tante, Jadi Mama Aku Ya
episode 34


__ADS_3

" bagus dong jadi Tante bisa cari suami yang lebih ganteng, banyak duitnya dan masih muda pastinya " ujar Nisa enteng


" jangan " pekik qila bersamaan dengan Azka yang mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Nisa saat baru tiba di depan pintu dapur


" loh mas kok ada di sini, masuk enggak pakai salam lagi. kebiasaan banget sih, jangan ngajarin qila yang enggak bener dong " ujar Nisa mengomel enggak jelas


" makanya kamu itu jangan ke asyik cerita cari cowok yang ganteng sama yang masih muda " ujar Azka mencubit gemas pipi Nisa " jadinya tidak dengarkan saya ngucapin salam dari tadi. asal kamu tahu ya saya ini masih muda dan yang pastinya lebih berpengalaman " ujar Azka tersenyum sambil mendudukkan dirinya


" ihh..... apaan sih, iya masih muda kalau lihatnya dari lubang sedotan " ujar Nisa cuek " terus ngapain mas di sini?? " tanya Nisa yang juga mendudukkan dirinya


" iya ngapain Daddy kemari?? tuh urusin aja orang yang semalam nempel Daddy terus" qila ikut berkomentar karena masih marah pada Daddy nya


" sarapan pagi dong, mama yang telpon Azka untuk sarapan di sini kan ma?? " ucap Azka santai lalu bertanya pada mama Ina

__ADS_1


" Hem, iya. ya udah nisa kamu layani Azka dulu baru kamu sarapan. buruan Nisa ini sudah siang nanti kalian terlambat loh " ujar mama Ina memberi peringatan


" males ah ma, dia punya dua tangan kok pasti bisa ambil sendiri" ujar Nisa cuek sambil menyuapkan sesendok nasi goreng ke dalam mulutnya. melihat itu mama Ina hanya bisa geleng-geleng kepala lalu beranjak berdiri untuk menyendokan nasi goreng pada piring Azka


" sudah tidak perlu ma, mama duduk saja " ucap Azka tersenyum lalu menarik sendok makan Nisa yang baru di isi nasi dan langsung melahapnya " biar Azka makan sepiring berdua saja sama putri mama yang cantik ini " ujar Azka lagi dengan tersenyum senang melihat wajah kaget Nisa karena kelakuannya tadi.


" cuit cuit..... seneng tuh seneng tuh dapat gombalan receh Daddy. lihat nek, lihat dad kok pipi Tante Nisa jadi merah gitu. Tante sakit ya " ujar Qila menggoda Nisa yang kini kedua pipinya sedang memerah malu melihat kelakuan Azka yang makan menggunakan sendok dari mulutnya


" apaan sih qila, mana ada merah. ini warna blush on nya yang kemerahan, udah ah cepetan sarapannya. mau kamu Tante tinggalin berangkat sekolah nya hah " ancam Nisa untuk mengalihkan rasa malunya sedangkan Azka dan mama Ina tersenyum melihat Nisa yang salah tingkah


" ngapain sayang sama bocah yang bawel kayak kamu, mending cari anak yang manis yang nurut sama Tante. udah lah mas aja yang makan, nih makan males banget harus satu piring berdua. pake sendok yang sama pula tuh, emang ya enggak Daddy enggak anaknya sama aja, bisanya bikin kesel mulu " gerutu Nisa kesal karena waktu sarapan harus di repotkan ayah anak ini


" aaaa......buka mulut kamu Nisa, kamu juga harus sarapan" ujar Azka tersenyum

__ADS_1


"gak mau mas, mas aja yang sarapan. aku bisa sarapan di kampus nanti " ucap Nisa membuang muka karena merasa jijik harus pakai di sendok yang sama. karena malas melihat perdebatan anak dan calon menantunya, mama Ina memilih beranjak dari sana karena sarapannya juga sudah habis.


" qila ikut nek " ujar Qila berjalan meninggalkan meja makan


" apa kamu sudah selesai makannya" tanya mama Ina


" sudah Nek, Oya nek qila berangkat sama supir Daddy saja deh. kalau nunggu mereka selesai debat bakal lama. qila berangkat dulu ya nek assalamualaikum" pamit qila berlalu setelah mencium punggung tangan mama Ina


" wa'alaikumsalam... hati-hati di jalan mang bawa cucu saya," ujar mama Ina


kembali ke Nisa ya


" aaa...... cepat buka mulut kamu atau kamu pilih saya cium dulu" ancaman Azka terdengar lebih seram ketimbang melihat setan

__ADS_1


aish...... dengan kesal Nisa membuka mulutnya untuk makan sarapan sepiring dan sesendok berdua. sementara Azka cuek saja, bahkan lebih lahap makan sarapan pagi nya kali ini


__ADS_2