
" sshhh...... " desis Nisa merasa pusing di kepalanya setelah pingsan
" aww.... kok sakit banget ya ini kepala gue, eh eh... kok loh kok benjol nih pala gue " gumam Nisa merasakan benjolan akibat terbentur
" ah syukurlah..... akhirnya loe sudah sadar nis. gue khawatir banget sama loe tadi " ujar Rara mengelus dada karena deg degan bercampur khawatir
" Hem..... gue kenapa Ra, kok kepala gue sakit banget nih " keluh Nisa sambil memijat pelipis dan kepalanya
" loe tadi pingsan udah gitu enggak sengaja kebentur tuh kepala loe. untung saja tadi pas loe pingsan Angga lewat jadi bisa nolongin gue bawa loe ke sini. kalau enggak ada dia, ya terpaksa gue seret loe. abisnya loe makin semok sih " sahut Rara menjelaskan
" hah, jadi Angga tadi gendong gue??" tanya Nisa yang di angguki kepala oleh Rara " terus mana orangnya?? gue mau ngucapin terima kasih sama dia " tanya Nisa lagi
" udah pergi nis, dia juga udah enggak kuliah di sini lagi katanya " jawab Rara iba
" loh maksud loe apa?? dia udah keluar dari kampus kita?? " tanya Nisa yang di angguki kepala Rara
" kenapa harus pindah sih, mana gue belum ucapin terima kasih lagi " keluh Nisa sedih
" udah gue sampai kan terima kasih loe. gue kasihan banget sama dia nis, dia masih cinta sama banget Loe tapi karena Loe udah enggak bisa di raih sama dia. jadi dia mutusin untuk pindah ke luar negeri, untuk melanjutkan kuliah sekaligus melupakan cintainya untuk loe. kasihan banget gue liat dia tadi mandangin loe dengan tatapan penuh cinta tapi enggak loe enggak bisa kembali sama dia " sahut Rara merasakan sedih ketika angga berpamitan dengannya
" Hem..... mau bagaimana lagi Ra, ini udah jalannya. takdir gue sama dia enggak bisa bersatu sampai menikah " ujar Nisa tersenyum sedih mengingat kenangan lalu
" ehh... udah ah sedih terus. selamat ya sayang " ujar Rara tersenyum senang sambil memeluk Nisa
" selamat ya nis, gue bahagia banget dengernya. akhirnya gue punya keponakan dari loe, udah gue bayangin nih wajah calon ponakan gue " ujar Rara tersenyum senang dengan matanya melihat ke atas membayangkan calon baby Nisa
__ADS_1
sedangkan Nisa berbengong melihat ekspresi wajah Rara yang sudah berubah. dia masih mencoba meresapi setiap kata yang di ucapkan Rara
" maksud Loe apa Ra?? ponakan apa?? " tanya Nisa belum loading, mungkin akibat benturan membuat nisa sulit mengartikan maksud Raraπ
" loe hamil nis, ada calon dedek bayi di perut loe. argh...... gue mau punya ponakan, gue seneng banget nis " teriak heboh Rara sedikit pelan karena takut mengganggu anak kampus lain
" ha.. hamil gue hamil" gumam Nisa terbata karena masih belum percaya. dan tak lama ia tersenyum sembari mengelus perutnya
" iya nis, loe hamil " pekik Rara sangat senang
Brak.......
" sayang.. kamu kenapa?? apa yang sakit?? ayo kita ke rumah sakit sekarang?? " ucap Azka panik dengan nafas terlihat ngos-ngosan. sepertinya sang suami berlari dari parkiran menuju UKS
" duh kacian Daddy nya aku " ujar Nisa tersenyum sambil mengusap keringat yang membasahi wajah Azka menggunakan tisu yang berada di nakas ruangan UKS
" bagaimana aku bisa tenang sayang, sahabat kamu tadi telpon aku katanya tadi kamu pingsan. kamu kenapa hem?? kamu pusing atau kenapa?? " tanya Azka yang lebih tenang sambil memperhatikan tubuh istrinya
" Nisa enggak apa-apa om, dia cuma kelelahan aja. mungkin efek adik bayinya " sahut Rara menenangkan suami sahabatnya, sedangkan Nisa hanya tersenyum saja
" kelelahan bagaimana?? kamu habis ngapain aja sampai kelelahan dan pingsan?? adik bayi siapa maksudnya " tanya Azka lagi yang belum fokus arah bicaranya
sambil tersenyum Nisa mengambil tangan Azka lalu meletakkan tangan itu tepat di perutnya.
" dia yang buat aku pingsan mas, mungkin kalau aku tidak pingsan kita semua tidak menyadari kehadirannya. dia ingin membuat mama dan Daddy-nya tau kalau dia sudah ada disini " ujar Nisa tidak berhenti tersenyum bahagia karena akhirnya ia mengandung buah cinta mereka dan bisa segera memberikan adik untuk qila
__ADS_1
sedangkan Azka terdiam mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Nisa. " kamu tidak senang ya mas, kamu tidak mengharapkan kehadirannya ya mas" ujar Nisa tersenyum sedih melihat ke terdiaman suaminya. melihat suaminya yang masih diam Nisa memilih beranjak dari ranjang UKS itu, dia sedih dan kecewa karena ternyata suaminya tidak menginginkan anak dari pernikahan mereka
" sayang, benar kamu hamil?? " tanya Azka memastikan dan di jawab anggukan lemah dari Nisa
" mas kalau tidak senang aku hamil tidak apa-apa, setelah anak ini lahir mas bisa ajukan gugatan di pengadilan" ujar Nisa tertunduk dengan mata yang berkaca-kaca
"sayang maafkan mas ya. mas diam bukan karena tidak menginginkannya tapi mas masih tidak menyangka dia telah hadir, dia akan jadi pelengkap kebahagiaan kita. terima kasih sayang, terima kasih sudah mau mengandung buah cinta kita. qila pasti senang mendengar berita ini. keluarga kita juga pasti bahagia dan aku sangat bahagia sayang. terima kasih" ujar Azka tersenyum bahagia sambil memeluk erat tubuh Nisa. dan Nisa juga membalas pelukan itu tidak kalah erat
" Sama-sama mas" ujar Nisa tersenyum bahagia sambil memeluk erat tubuh Azka
" udah dong drama pelukannya, gue di sini udah kayak nonton Drakor " keluh Rara yang jengah melihat keromantisan pasangan di depannya
" ye.... Pergi sana ganggu gue aja loe, gue kan mau manja-manja sama suami gue " ketus Nisa yang terganggu saat ingin bermanja-manja dengan Azka
" aish.... tau gini gue biarin aja loe pingsan di Sono. udah di tolongin juga bukan terima kasih malah di usir " sungut Rara pura-pura marah, ia tahu kalau saat ini Nisa ingin berduaan dengan suaminya
" kamu gak boleh gitu ah, enggak baik tau. nanti baby-nya ngikutin jejak mamanya yang seperti ini " ujar Azka tersenyum sambil mencolek hidung mancung Nisa
" biarin aja, Rara enggak bakal marah kok mas " sahut Nisa cuek masih memeluk suaminya
" ya udah kita ke rumah sakit untuk periksa kandungan kamu lalu kita pulang ya. kamu harus banyak istirahat " nasehat Azka tersenyum sambil mengelus pipi chubby Nisa
" ok Daddy " seru Nisa tersenyum bahagia
pengennya up tiap hari tapi apa daya kalau pulang kerja udah ngantuk dan letih πππ
__ADS_1