Tante, Jadi Mama Aku Ya

Tante, Jadi Mama Aku Ya
7 bulan


__ADS_3

sejak mengetahui kehamilan istrinya, Azka bersikap lebih protektif. bahkan ia sempat meminta Nisa untuk cuti hamil di saat usia kandungannya masih muda. namun nisa menolak karena ia merasa baik-baik saja, ia tidak mengalami yang namanya morning sickness jadi menurutnya tidak akan terjadi apa-apa selama ia selalu berhati-hati.


" Yang, usia kandungan kamu kan sudah memasuki bulan ke 7 nih. emm... bagaimana kalau Minggu depan kita buat acara 7 bulan " saran Azka sambil mengelus lembut rambut Nisa yang kini sedang bersandar di dada bidangnya


" aku sih terserah mas aja, jangan lupa kabarin Mama papa. kalau bisa kabarin secepatnya mas, takutnya mereka ada acara lain Minggu depan. oh iya mas undangan anak yatim juga ya, sekalian berbagi. boleh kan mas " pinta Nisa tersenyum sambil mendongakkan kepalanya


" boleh sayang, boleh banget malah " sahut Azka tersenyum lalu memberikan kecupan singkat di bibir tipis Nisa


" ih.... kamu ini nyosor Mulu " decak Nisa dan Azka hanya tersenyum mendengar keluhan nisa


weekend ini mereka habiskan waktu berdua saja, karena sang putri, qila sedang berada di rumah Oma opa nya. Jumat siang qila merengek minta di antar ke rumah opa dan Oma nya, katanya sih rindu tapi ya entah lah. masalahnya hampir setiap weekend ia akan pergi ke sana.

__ADS_1


...RUUΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


hari berganti tepat seminggu sudah rencana syukuran akhirnya terlaksana. baik Azka, Nisa dan qila maupun kedua keluarga itu kompak memakai busana muslim berwarna putih. untuk para lelaki memakai Koko dan wanita memakai gamis.


acara syukuran tujuh bulanan pun berjalan dengan hikmat dan sepanjang acara berlangsung kedua belah pihak keluarga tersenyum bahagia. Mama dan papa Nisa merasa bahagia karena kehidupan rumah tangga anak mereka satu-satunya terlihat baik-baik saja dan bahagia. bahkan mereka sebentar lagi akan menimbang cucu pertama mereka, lebih tepatnya cucu kandungan mereka. meskipun mereka sudah mempunyai qila namun mereka juga mengharapkan kehadiran cucu dari rahim Nisa.


tidak jauh berbeda dari mama papa Nisa, orang tua Azka juga tidak kalah bahagia saat mendengar kabar kehamilan menantunya. bahkan mereka sampai sering membujuk cucu pertama mereka untuk menginap di waktu libur sekolah. karena tidak ingin sang menantu terlalu kelelahan mengurus qila.


" sabar dong kakak qila, kenapa kakak udah enggak sabar mau main sama Dede bayi ya?? " tanya Nisa tersenyum sambil mengelus rambut putri sambungnya


" iya ma, kakak mau main boneka bareng Dede bayi ma. kakak juga pengen kayak teman-teman kakak ma, punya adik yang bisa di ajak main. oh iya ma Dede bayi kakak perempuan kan ma?? kalau laki-laki gak bisa dong main bareng kakak " ujar Qila yang kini menatap Nisa untuk mencari tahu jawabannya

__ADS_1


" Mama tidak tahu sayang, sengaja mama enggak tanya sama dokter. biar surprise sayang, mau perempuan atau laki-laki itu enggak masalah nak. kakak tetap bisa main sama adik kok. kalau adiknya cowok apa kakak enggak sayang?? " tanya Nisa yang tengah membalas tatapan putrinya " kalau kakak enggak sayang sama Dede bayinya nanti sedih loh. emang kakak mau Dede bayinya sedih " tambahnya lagi


" sayang kok ma, kakak akan sayang sama Dede bayi kok. apapun itu kakak tetap sayang " sahut qila cepat sambil memeluk erat Nisa


" aww.... " pekik Nisa pelan karena terkejut dengan tendangan bayinya


" kenapa ma?? " tanya qila panik mendengar suara Nisa yang terdengar kesakitan


" huff.... enggak apa-apa sayang. tadi adik bayinya respon rasa sayang kakak, dia nendang agak keras karena sayang kakak juga " ujar Nisa tersenyum sambil mengelus perutnya


" wah ... beneran ma " pekik qila senang " hai Dede bayi, kakak sayang banget sama Dede. bentar lagi kita bertemu, kalau Dede sudah lahir kita main ya " ujarnya tersenyum sambil mengelus perut Nisa dan di balas tendangan dari Dede bayinya

__ADS_1


" wow Dede bayinya nendang ma " girang qila merasakan tendangan sang adik


__ADS_2