
" lagi buk, iya tarik nafas dalam lalu keluarkan " dokter memberi arahan pada nisa yang akan melahirkan
"ha...... udah keliatan kepalanya buk" ujar dokter memberi semangat pada Nisa yang tengah berjuang
" akkhh........ " pekik Nisa saat merasakan ada yang keluar dari **** *************
oekk..... oekk.......
" akhirnya Dede bayinya keluar dengan selamat dan lahir tidak kurang satu apapun. Alhamdulillah, selamat ya buk. bayi ibu laki-laki, umtt..... gumus nya ganteng lagi " ujar dokter tersebut tersenyum saat meletakkan bayi itu di dada Nisa. lalu membersihkan sisa-sisa nya
maaf sayang seharusnya kamu lahir di dampingi Daddy kamu tapi saat ini ia sedang sibuk dengan anaknya yang lain batin Nisa sedih sambil mengelus pipi bulat babynya. namun ia mencoba tegar agar bayi tidak merasakan sedih seperti dirinya.
sedangkan Azka ia baru saja sampai setelah 5 menit yang lalu baru di beri kabar oleh Rara.
__ADS_1
" mana istri saya, di mana dia?? " tanya azka tidak sabaran, sedangkan yang di tanya hanya diam karena terlalu malas berbicara dengan laki-laki di depan nya.
karena tidak mendengar jawaban dari sahabat istrinya, ia pun berniat kembali bertanya " mana, dokter " panggil Azka lalu berjalan lebar mendekati dokter tersebut
" apa di dalam ada pasien melahirkan?? pasien atas nama Khairunnisa?? " tanya Azka memastikan
" benar pak, pasien atas nama Khairunnisa baru saja selesai melahirkan. sekarang sedang bersiap-siap untuk di pindahkan ke ruangan rawat " jelas dokter tersebut tersenyum " kalau begitu saya permisi " pamitnya
" permisi pak " ucap perawat yang sedang mendorong Nisa di ranjang rumah sakit. sontak Azka tersadar dari pikiran nya
" sayang " ucap Azka mencoba tersenyum di tengah kebingungannya, sedangkan Nisa menatap kosong langit-langit rumah sakit.
" sayang kenapa enggak kabarin aku kalau mau lahiran. Aku kan bisa dampingi kamu, aku juga mau lihat bayi kita lahir cup.. " tanya Azka lembut lalu mengecup kening Nisa lama
__ADS_1
" terima kasih sudah mau melahirkan bayi kita, maaf aku tidak ada saat kamu melahirkan. kalau saja dari awal kamu hubungi aku, aku pasti bisa dampingi kamu. kamu kenapa?? kenapa diam saja aku aja bicara " tambahnya tanpa memikirkan perasaan istrinya
tok tok...
"permisi pak, buk. saya mau antar bayinya, oh iya tolong di azani dulu pak " ujar perawat itu kemudian berlalu dari sana
" Alhamdulillah, selamat ya sayang akhirnya loe udah lahiran. apa ponakan gue?? umtt.... gumus banget sih nis " ujar Rara melihat bayi yang sedang di azankan tersebut
" makasih ya Ra. loe sahabat terbaik gue, makasih selalu ada buat gue, makasih udah mau anterin gue kesini. ponakan loe cowok Ra "sahut Nisa tersenyum bahagia saat sedang berbicara dengan sahabatnya.
dah itu dapat di lihat dan di dengar dengan baik oleh Azka, Azka semakin bingung melihat perubahan Nisa. apa salah dirinya, dirinya bahkan sedari tadi mengajak bicara namun tidak mendapatkan respon.
" sayang, kamu kenapa jawab dia ngomong. sedangkan aku dari tadi ngomong kamu cuekin. kenapa gitu sayang?? " tanya Azka memprotes. dan sukses menghilangkan senyum Nisa. bahkan wajahnya berubah datar
__ADS_1