Tante, Jadi Mama Aku Ya

Tante, Jadi Mama Aku Ya
kembali


__ADS_3

hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan sudah semakin dekat hubungan antara azka dan Nisa. mereka kerap liburan bersama qila, baik itu ke puncak, pantai atau sekedar keliling mall. perjalanan hubungan mereka juga tidak mudah karena Angga yang selalu tiba-tiba muncul entah di sengaja atau tidak, yang jelas selalu menganggu waktu mereka. hingga kini Nisa belum membalas pernyataan cinta dari azka pada hal 2 Minggu lagi waktu penentuan di terima atau tidaknya Azka menjadi suaminya.


pagi ini Nisa merasa gelisah, entah kenapa ia merasakan akan terjadi hal yang tidak baik. jantungnya berdebar tidak beraturan, seluruh tulang kakinya terasa lemas hingga untuk berjalan saja Nisa merasa lemas. yang ada dipikirannya Azka dan qila, bagaimana keadaan mereka pikir Nisa


kring


kring


kring......


(anggap aja begitu suaranya ya😂😂🤭) terdengar nada dering dari telepon genggam milik Nisa yang berada di nakas. ia memang tidak ada kelas hari ini, jadi setelah buat sarapan untuk mamanya, Azka dan qila, Nisa memilih berbaring di kamar sambil mengerjakan tugas kampusnya. dengan segera Nisa mengambil ponselnya dan tertera nama baby qila di sana

__ADS_1


" ha.. " belum sempat Nisa menyelesaikan ucapannya ia di kagetkan suara tangisan qila


" halo qila kamu kenapa?? kamu di mana?? qila halo.... kamu sama siapa qila jawab Tante " ujar Nisa terduduk panik saat saat mendengar qila tidak berhenti menangis


" hiks hiks hiks.... Hua..... Tante ke sini Tan, qila enggak mau dia di sini. cepetan Tan hiks hiks hiks....." ujar Qila yang menangis sesenggukan di ujung telepon


" oke Tante akan ke sana. kamu chat Tante posisi kamu sekarang di mana oke. Tante jalan sekarang " ujar Nisa bergegas menuju lokasi yang di kirim qila bahkan ia tidak mengganti pakaiannya yang saat ini sedang memakai hot pants dengan baju putih kebesaran sedikit menerawang dan memakai sendal jepit karena saking paniknya


ini mobil mas Azka kan, pasti dia di sini juga tapi kenapa qila nangis minta gue kemari ya batin Nisa mengerutkan keningnya heran


setibanya nisa di dalam cafe matanya berputar berkeliling mencari sosok anak perempuan yang menangis meminta ia untuk datang, hingga pandangannya terhenti saat tidak sengaja melihat Azka tengah memeluk wanita cantik

__ADS_1


Deg


Nisa terpaku di tempatnya berdiri, entah rasa apa yang menggambarkan hati Nisa saat ini. kecewa mungkin, marah tapi tidak tahu apa sebabnya, sakit?? kenapa harus sakit, apa ia sudah jatuh cinta pada Azka. kalau iya sejak kapan?? apakah ini bisa di katakan cemburu?? Nisa pun tidak tahu yang pasti di sudut hatinya terasa ngilu melihat pemandangan di depan matanya. hingga ia tersadar mendengar raungan bocah yang sudah menatap ke arahnya


" Hua ....... Tan qila enggak mau dia ketemu qila, qila benci dia Tan. hiks hiks..... tapi Daddy paksa qila hiks hiks.... ayo kita pulang Tan, qila enggak suka dia " ujar Qila berlari menangis kencang untuk memeluk Nisa dengan erat, menunjukkan bahwa ia tidak mau berada di sana


Nisa bingung dengan apa yang di katakan qila, ia bahkan mengernyitkan dahinya bingung namun ia juga membalas dekapan qila tak kalah erat untuk memberikan dukungannya pada Qila sambil mengelus lembut punggung bocah kecil itu


" kamu kenapa sayang?? kenapa sampai menangis seperti ini?? emang Daddy maksa apa sama kamu?? Hem....." ujar Nisa lembut sambil mengusap punggung qila lembut


" hiks hiks hiks...... Daddy paksa qila terima dia kalau dia mama qila, Daddy paksa qila untuk duduk dengan dia, dia bilang mau minta maaf sama qila sama Daddy. tapi qila gak mau Tan hiks hiks hiks..... " ujar Qila sesegukan yang masih menangis di pelukan nisa

__ADS_1


Deg..........


__ADS_2