
" Gue bingung harus bersikap seperti apa Ra. jujur aja kalo sehari enggak dapat kabar dari pak duda gue merasa gelisah. kalau lihat dia peluk-peluk sama perempuan lain dada gue terasa sesak dan nyeri di ulu hati. enggak mungkin kan gue udah jatuh cinta sama dia, apa mungkin secepat itu gue jatuh cinta sama dia. tapi kalau bener gue udah jatuh cinta sama dia, gue harus gimana Ra. gue takut sakit hati lagi, apa lagi sekarang orang dari masa lalu kembali Ra, mommy qila kembali Ra " keluh Nisa dengan raut wajah lesu.
" what...... " pekik Rara terkejut " jadi mommy qila kembali lagi nis?? wah gawat ini nis " ucap Rara panik
" gawat kenapa sih Ra" tanya Nisa mengerutkan keningnya
" loe yang gawat be*o, loe itu udah tunangan sama Daddy qila jadi kalau sampai Daddy qila balikan sama mommy qila itu artinya loe and " ujar Rara menggebu-gebu sambil membuat gerakan tangan menggorok lehernya" tamat riwayatnya loe, loe bakalan gagal nikah Nisa..... yang pernah gue denger ya, kalo perempuan gagal nikah itu akan susah dapat jodoh lagi nantinya " ujar Rara menceritakan tentang mitos orang dulu
" hallah..... loe ini masih aja percaya yang gituan. tapi ya Ra kalau memang dengan bersatunya mereka bisa buat qila bahagia, gue bisa apa selain mendoakan yang terbaik. gue enggak mungkin merusak kebahagiaan bocah bawel itu Ra, loe tau sendiri kan kalo itu bocah merindukan sosok mommy nya. walaupun ya..... Gue akuin gue mulai suka dan saya sama mas Azka, tapi gue harus bisa ikhlasin mereka bahagia tanpa gue " ucap Nisa sedih
__ADS_1
" beneran loe mau ikhlasin begitu aja " tanya Rara dengan memicingkan matanya" sekarang gue mau tanya sama loe. apa benar qila rindu mommy nya atau qila merindukan sosok seorang mommy?? apa reaksi qila saat bertemu mommy nya?? jangan jadi orang bo**h Nisa. gue tau yang di butuhkan qila itu sosok mommy bukan mommy nya kembali. saran gue ini ya, Loe pertahankan apa yang udah jadi milik loe " ocehan Rara membuat Nisa pusing
" Hem.... akan gue pikirkan lagi, udah ah yuk Ra. pak Sholeh udah jalan tuh" ujar Nisa langsung berdiri dan berjalan lebih dulu
" hei..... tungguin gue" ujar Rara berjalan cepat untuk menyusul Nisa
" Rif setelah ini ada jadwal apalagi?? kalau bisa waktu menunjukkan jam makan siang sudah tidak ada rapat atau pertemuan lagi. karena saya akan pergi bersama qila dan Nisa. kalau memang ada jadwalnya saya minta tolong kamu buat jadwal ulang ya " ujar Azka berjalan menuju ruangannya
" siap pak" ujar Arif sigap walaupun dalam hatinya sedikit rasa kesal karena pekerjaannya harus bertambah
__ADS_1
ceklek
" pak Azka " Azka yang merasa dirinya di panggil pun menoleh kepalanya ke asal suara " maaf pak saya tidak izin dulu sama bapak, em... di dalam ruangan bapak ada wanita yang mengaku mantan istri bapak ingin bertemu bapak. maaf sekali lagi pak " ujar sekretaris Azka yang menunduk takut ketika melihat raut wajah datar semakin suram
" Hem...... lain kali jangan memperolehkan siapapun untuk masuk ke ruangan saya tanpa izin " ujar Azka datar lalu melanjutkan langkahnya
" hai az, maaf ya aku kesini enggak kasih tau kamu dulu. aku mampir cuma mau tahu di mana sekolah qila. kan kamu enggak kasih tau di mana sekolahnya, emm.. az perusahaan kamu makin besar ya, aku tadi terkejut begitu sampai di sini " ujar Cherly berdiri ketika melihat kedatangan Aska dan berbicara dengan semangat
" kenapa????" sahut Azka datar yang kini sudah mendudukkan dirinya di kursi kerjanya
__ADS_1