
Nisa terdiam saat mendengar cerita tentang kehidupan Azka dan kelahiran qila yang tidak di inginkan, hingga tidak terasa bulir bening mengalir dari sudut matanya. Nisa masih tidak menyangka bahwa kehadiran qila bocah yang di anggap cerewet dan menggemaskan itu tidak di harapkan. Nisa berfikir mengapa ada seorang ibu yang tidak mengharapkan anaknya bahkan di anggap saingan untuk mendapatkan perhatian Azka.
" sudah jangan di jadikan pikiran kamu, aku dan qila sudah ikhlas menerima ini semua. semua yang sudah terjadi padaku itu, aku jadikan pelajaran berharga ke depannya" ujar Azka tersenyum lembut sambil mengusap bulir bening di kedua pipi nisa
" maaf mas sudah buat kamu mengingat kenangan itu, Aku tidak bermaksud apa-apa. cuma terkadang aku ragu melangkah ke pelaminan bersama kamu, aku takut saat kita sudah menikah dan mantan istri kamu kembali aku bakal kamu tinggalin. aku enggak mau sampai berpisah, aku mau menikah cukup satu kali. apalagi kita baru mengenal dan aku pun enggak yakin kamu cinta sama aku. itu juga alasan aku menolak mas " ujar Nisa sedih
" saya tidak ingin memaksa kamu untuk menerima saya secepat mungkin tapi saya akan berusaha di sisa waktu perjanjian kita untuk membuat kamu jatuh cinta pada saya. tidak ada usaha yang menghianati hasil bukan!! sudah lah lupakan itu semua. niat kita ke sini itu untuk kencan bukan untuk curhat kan. yuk ah kita keluar " ujar Azka tersenyum mengalihkan pembicaraan mereka
Nisa tersenyum kaku mendengar kata-kata Azka, sambil berlalu keluar dari mobil.
" kita makan dulu ya lalu lanjut nonton, udah laper nih " ujar Azka tersenyum berlalu sambil mengandeng tangan Nisa yang di jawab anggukan kepala ku kecil
__ADS_1
" kamu mau pesan apa nis???" Azka bertanya setelah mereka duduk manis di meja makan restoran
" sup iga kayaknya seger ya mas " ujar Nisa pada Azka
" em sup iga 1, nasi 1 dan steak 1 orange jus 2 " ujar Azka pada pelayan tersebut
"ada lagi mas? " tanya pelayan yang di jawab gelengan kepala dari Azka dan Nisa " kalau begitu di tunggu sebentar ya mas, mbak " ujar pelayan tersebut berlalu pergi
setelah kepergian pelayan Azka dan Nisa tampak asyik mengobrol kegiatan mereka tapi mereka tidak menyadari sudut ruangan resto ada Angga dkk
sementara angga yang melihat Nisa dengan pria hanya bisa menahan amarahnya. ia ingin marah lalu menarik Nisa pergi dari sana tapi saat ini ia sudah tidak ada hak untuk itu. ia terdiam mencari cara agar bisa merebut hati Nisa kembali. hingga akhirnya ia bangkit berdiri bermaksud untuk berbicara sebentar
__ADS_1
" eh loe mau ke mana?? " tanya sahabatnya lagi
" sebentar!! gue nyamperin mereka dulu. nanti gue jelasin semuanya oke" ujar angga berlalu menuju meja yang di tempati Nisa dan Azka
" eh.. hai nis, kamu di sini juga. boleh ikut duduk enggak " ujar angga yang langsung duduk sebelah kanan Nisa sebelum di jawab Nisa.
Nisa melirik Azka yang diam saja dengan raut wajah datar tanpa mau mengusir Angga
" mau apa loe ke sini?? ganggu orang yang lagi pacaran aja. pergi sana balik ke meja loe " ujar Nisa mengusir Angga langsung tanpa peduli ekspresi wajah Angga yang berubah ketika mendapatkan penolakan kedatangannya tapi dengan cepat Angga merubah kembali raut wajahnya karena rencananya merebut hati Nisa harus berhasil
" ih kamu kok gitu sih yang?? aku kan kangen sama kamu. kamu juga kenapa enggak pernah balas chat aku dan angkat telepon aku " ujar angga manja agar Nisa luluh dengannya
__ADS_1
" apaan sih loe... gak usah pake yang-yang, loe lupa atau pura-pura lupa hah " ujar Nisa yang tidak suka dengan panggilan Angga
emak baru up hari ini nihππ semalam cuapeek bingit kerjanya lagi pula belum nyampek ide untuk nulis ππ good morning allππ