
Sore harinya, Arumi bertemu dengan Angga. Mereka pun pergi ke tempat tujuan yang Angga janjikan, hal itu membuat gadis berusia dua puluh tiga tahun itu bahagia karena dirinya akan mendapatkan berlian sebentar lagi.
Beberapa menit kemudian, sampailah mereka di toko perhiasan. Angga turun lebih dulu dan mengitari mobil guna membukakan pintu untuk Arumi.
"Ayo, Tuan Ratu. Kita telah sampai, aku yakin jika kau pasti sudah tidak sabar untuk memilih cincinnya." ujar Angga diselingi senyum manis.
"Kau begitu tahu isi hatiku, sayang," jawab Rumi manja sambil menggandeng lengan Angga dengan mesra.
Terpaut usia sekitar dua puluh tahun tidak membuat Arumi malu bergandengan seperti itu dengan Angga. Bahkan, dia tidak peduli akan apa yang orang lain bicarakan.
Saat sudah berada di dalam toko, Angga pun langsung meminta kepada Rumi untuk memilih perhiasan mana yang dia suka.
"Sayang, jika ada perhiasan lain yang kau sukai maka kau ambil saja. Aku akan membayar semuanya." ucap Angga tulus.
"Benarkah? Terima kasih, sayang," Rumi berbinar, dia memeluk tubuh Angga dari samping.
Arumi pun memilih cincin bermata berlian dan juga kalung berliontin berlian, dia tidak peduli jika Angga harus menghabiskan uang banyak karena dirinya.
"Itu saja?" tawar Angga untuk kesekian kalinya.
"Ya, aku tidak ingin membuatmu bangkrut akibat keborosanku." gurau Rumi diselingi kekehan kecil.
Angga pun ikut tertawa, dia membayar perhiasan itu yang menghabiskan kurang lebih lima ratus juta hanya untuk dua barang saja. Namun, Angga tidak mempermasalahkan itu karena hartanya sangat banyak dan mungkin tidak akan habis untuk tujuh turunan.
__ADS_1
Seketika senyum di bibir Arumi terus merekah, bagaimana mungkin dia meninggalkan pria seperti Angga yang bisa selalu memenuhi permintaannya dan juga royal. Keduanya masuk ke dalam mobil.
"Sayang, sebenarnya ada yang ingin aku ceritakan padamu," ucap Arumi sambil memasang sabuk pengamannya.
"Katakan, ada apa?" tanya Angga sebab menstarter mobilnya.
Arumi menghembuskan napas pelan sebelum berbicara. "Tadi, keponakanmu menegurku. Dia memintaku agar aku menjauhimu,"
Cit!
Bunyi rem mobil berdecit dengan kencang, Angga menghentikan mobil tersebut secara tiba-tiba hingga membuat Arumi terkejut dan hampir saja kepalanya terbentur dashboard mobil.
"Sayang, apa yang kau lakukan?" tegur Rumi sedikit kesal.
"Aku terkejut dengan apa yang kau ucapkan barusan. Bagaimana mungkin dia bisa tahu hubungan kita ini?"
Angga memijit pelipisnya, dia sangat kesal karena sang istri berani ikut campur akan urusannya.
"Sayang, apa yang kau pikirkan? Jangan bilang kau ingin meninggalkanku, tidak-tidak!" cegah Rumi takut kalau Angga meninggalkannya.
Angga melirik Arumi sejenak. "Mana mungkin aku meninggalkanmu, sayang. Aku hanya kesal dengan Fanny karena dia berani mencari informasi tentang hubungan kita. Lihat saja nanti, aku pasti akan memberikan wanita itu pelajaran!" tekannya di ujung kalimat.
Hal tersebut membuat Arumi tersenyum bahagia, dia yakin jika sebentar lagi pasti akan ada perang dunia di dalam rumah tangga Angga.
__ADS_1
"Aku mohon jangan terlalu kasar dengan istrimu," ucap Rumi berpura-pura baik.
Angga memposisikan duduknya jadi menghadap Arumi. "Kenapa kau begitu peduli? Bukankah baik jika aku bertengkar dengannya atau mungkin menceraikannya? Kita bisa menikah, Rumi. Kau akan menjadi satu-satunya di dalam hidupku."
"Sayang, kau tidak perlu terburu-buru memikirkan hal itu. Aku menikmati hubungan kita yang seperti ini." ujar Rumi membuat dahi Angga mengerut.
"Apa maksudmu, apa kau tidak ingin menikah denganku? Rumi, aku menginginkan seorang anak. Aku ingin kau bisa mengandung anakku dan kita akan menjadi keluarga yang bahagia."
'Ck, apa katanya! Mengandung anak? Dia pikir aku mau hamil, tidak-tidak! Kau salah, Angga. Bahkan aku tidak ingin cepat-cepat menikah karena diriku masih perlu kebebasan.' batin Arumi berdecak kesal.
"Arumi, kenapa kau hanya diam saja?"
Arumi pun tersadar dari lamunannya, dia menatap Angga dengan tulus dan memberikan senyum manis pada pria itu.
"Sayang, jangan berpikir jauh terlebih dahulu. Kau tau profesiku bukan? Jadi, aku harap kau mengerti konsekuensinya." ucap Rumi lembut dan tulus.
Angga mendegus, dia kembali melajukan mobilnya dan akan bertekad untuk membuat Arumi jatuh cinta padanya.
•
•
TBC
__ADS_1
VISUAL ANGGA ❣️