Tasbih Cinta Arumi

Tasbih Cinta Arumi
Bab. 31 Memulai semuanya dari awal


__ADS_3

Arumi duduk sendirian di bangku taman, dia meratapi nasib yang baru saja dipecat dari pekerjaannya. Entah apa salah gadis itu, sehingga dia harus dikeluarkan oleh sang pemilik toko. Saat dia sedang asyik melamun, sebuah tepukan di bahu mengagetkannya. Sontak Arumi menoleh, dan betapa terkejutnya dia ketika tahu siapa yang berada di belakangnya.


"M—mas Ahmad," lirih gadis itu menatap Ahamd dengan sendu.


Ahmad duduk di sebelah Arumi, dia melirik gadis itu sejenak lalu tersenyum ke arahnya. "Kenapa kau melamun disini?"


Arumi pun menunduk, terdengar helaan napas berat yang keluar dari mulutnya. "Aku baru saja di pecat dari toko."


Ahmad terkejut. "Memangnya kau punya salah apa?"


"Aku tidak tahu, biarkan sajalah. Aku menganggap jika itu bukan rezekiku, mungkin Allah sedang memberikan aku cobaan yang bertubi-tubi untuk pembalasan dari masa laluku yang kelam."


Pria tampan itu tertarik dengan topik pembicaraan ini, dia mulai memberikan pertanyaan kepada Arumi tentang masa lalu.


"Apa yang terjadi, Arumi? Semua manusia pernah memiliki masa lalu, ketika kau sudah berniat untuk bertobat, maka yakinlah jika saat itu juga Allah sudah menghapus semua kesalahanmu dan mengampunimu. Tidak ada manusia yang luput dari kesalahan dan kekhilafan."


Arumi tersenyum tipis, dia mulai bercerita tentang masa lalunya pada Ahmad. Hal ini bukan menjadi yang pertama kali, tetapi kedua kalinya dia bercerita tentang semua kesalahan di masa lalunya.


'Mas, jika kau sama sekali tidak mengingatku, maka baiklah. Aku akan memulai semuanya dari awal, dan membuatmu kembali jatuh cinta padaku.' batin Arumi sembari menatap Ahmad.

__ADS_1


Setelah selesai bercerita dan bertekad dalam hati, akhirnya Arumi pamit undur diri. Tetapi, langkahnya di cegah oleh Ahmad sehingga gadis itu menghentikan jalannya.


"Ada apa?"


"Apa aku boleh mengantarmu pulang? Bukankah biasanya Ahmad mengantarkanmu pergi dan pulang bekerja?"


Arumi mengerutkan dahi karena heran dengan perkataan pria di depannya itu. "Mas, kau itu 'kan Ahmad. Lalu?"


Ahmad merutuki kebodohannya, dia mencoba untuk bersikap biasa saja dan mencari alasan agar Arumi tidak salah paham dengan perkataan yang dia lontarkan barusan.


"Em, maksudnya, Ahmad itu aku. Iya, aku tadi ingin mengatakan diriku tetapi salah dan menjadi Ahmad begitu." ucap pria itu bingung, dia berdoa semoga Arumi tidak salah paham.


Gadis itu menganggukkan kepala, dia mengerti apa yang Ahmad maksud. "Baiklah, kalau begitu ayo antarkan aku pulang." ujarnya tersenyum manis.


****


Keesokan harinya.


Arumi bangun siang karena dia tidak bekerja hari ini. Ya, dia akan kembali mencari pekerjaan untuk memenuhi semua kebutuhannya. Dan kali ini, dia harus berangkat sendiri tanpa ditemani oleh Ahmad yang selalu berada di sampingnya.

__ADS_1


Beberapa jam kemudian, gadis itu sudah selesai bersiap. Dia memakai pakaian biasa yakni baju kemeja dan celana jeans. Penampilan yang sangat cantik dan sederhana, Arumi berniat untuk melamar pekerjaan di sebuah restoran, cafe, atau toko pakaian. Dia pun berjalan ke arah pintu, tetapi jantungnya hampir saja copot ketika pintu rumah itu terbuka sempurna.


"Astaghfirullah, Mas Ahmad!" pekik Arumi sambil memegangi dadanya.


Ahmad hanya terkekeh pelan tanpa rasa bersalah. "Selamat pagi, Arumi. Apa kau terkejut?" tanyanya sambil menaik-turunkan alis.


"Bukan terkejut lagi, Mas! Tetapi jantungku ini hampir saja lompat dari tempatnya, kau ingin membuatku mati, ya?" oceh Arumi membuat Ahmad kembali tertawa, dia tidak menyangka jika Arumi secerewet itu.


"Kenapa kau sekarang berubah menjadi cerewet, hm?"


Arumi tergagap, dia menggeleng lalu segera menutup pintu dan menguncinya dari luar. Gadis itu melangkah pergi meninggalkan Ahmad yang diam mematung di tempatnya.


"Arumi, tunggu!" pria itu mengejar Arumi yang sudah sedikit menjauh dari rumah.




**TBC

__ADS_1


MAMPIR KE NOVEL KARYA DARI TEMAN OTHOR YUK 🤗**



__ADS_2