Tasbih Cinta Arumi

Tasbih Cinta Arumi
Bab. 26 Ungkapan hati


__ADS_3

Arumi menatap Ahmad dengan rasa tidak percaya, dia pergi meninggalkan dua orang berbeda gender yang masih terus bertengkar itu.


"Arumi!" Ahmad berteriak namun tidak di hiraukan oleh Arumi. "Urusan kita belum selesai, kau akan tahu sendiri akibatnya karena sudah berani menggangguku!" lanjutnya seraya menunjuk wajah Bunga.


"Mas! Mas Ahmad!" Bunga berniat mengejar Ahmad tetapi langkahnya terhenti karena pria itu sudah masuk ke dalam mobil.


"Argh! Lihat saja kau gadis kurang ajar, aku yakin jika kau yang sudah meracuni pikiran Mas Ahmad hingga dia menolak untuk menikah denganku." Bunga mengepalkan kedua tangannya.


Sementara Ahmad, dia melajukan mobilnya dengan perlahan. Tak lupa dia melihat ke sekeliling untuk mencari keberadaan Arumi.


"Dimana dia? Huft, ini semua gara-gara Bunga!" decihnya kesal.


Tak lama kemudian, dia melihat Arumi yang berjalan tanpa melihat kesana-kemari. Dirinya dengan cepat mengehentikan mobilnya dan berlari mengejar Arumi.


"Arumi, tunggu!" teriak Ahmad dan di gadis itu hanya menoleh sejenak. Dia kembali berjalan dengan cepat agar Ahmad tidak bisa mengejarnya.


Tetapi langkah Ahmad lebih lebar dibanding langkahnya sehingga dia berhenti karena lengannya di cekal oleh pria itu.


''Arumi, tolong dengarkan penjelasanku!" bujuk Ahmad menggenggam jemari Arumi.


Gadis itu sudah terlanjur kesal dan marah, dia menghempaskan tangan Ahmad dengan kasar.


"Arumi, kau salah paham."


"Apa!" teriak Arumi marah sampai membuat Ahamd terkejut. "Salah paham apa lagi, bang? Sudah jelas kau ingin menikah dan kau malah mencoba untuk mendekatiku. Apa maksudmu, hah? Kau ingin mempermainkan aku, iya!" teriaknya sekencang mungkin di akhir kalimat.


Baru kali ini Ahmad menghadapi situasi seperti ini, dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi. Dirinya hanya bisa meminta maaf terus-menerus.


"Arumi, maafkan aku. Tapi aku sama sekali tidak setuju untuk di jodohkan dengannya dan aku juga tidak mencintainya."

__ADS_1


Arumi menggeleng. "Aku tidak bisa terlalu dekat dengan pria yang sudah memiliki pasangan! Aku tidak ingin di cap sebagai perebut milik orang." tukasnya lirih.


Arumi berjalan pergi meninggalkan Ahmad yang masih bersedih dan bingung harus melaksanakan apa. Saat punggung belakang Arumi sudah menjauh, pria itu pun berteriak sekencang mungkin.


"ARUMI! AKU MENCINTAIMU!" teriaknya hingga urat leher miliknya menegang.


Arumi mendengar suara itu meskipun dia sudah berjalan cukup jauh, dirinya meneteskan air mata dan menunduk untuk sesaat.


"Aku hanya ingin hidup dengan pria yang tulus mencintaiku dan bukan milik siapapun. Sudah cukup kesalahanku dimasa lalu dengan cara merebut suami orang, tetapi untuk saat ini aku tidak ingin mengulangi hal yang sama."


Arumi melihat ponselnya yang berbunyi, dia membuka pesan dari Ahmad yang dikirimkan melalui aplikasi hijau.


'Jika kau tidak percaya dengan cinta dan ketulusanku, maka aku bersedia mempertaruhkan nyawaku untukmu, Arumi. Baru kali ini aku bertemu dengan wanita dan langsung tertarik dengannya. Selama ini aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun. Aku ada di jembatan, kembalilah dan temui aku sekarang juga!' gertak Ahmad agar Arumi mau mendengarkan isi hatinya.


Arumi membaca pesan itu sambil menghapus air matanya dengan kasar. Dia berpikir sejenak lalu kembali berbalik untuk menemui Ahmad.


Beberapa saat kemudian, gadis itu sampai di jembatan. Dia melihat Ahmad yang memegang pembatas jembatan menggunakan kedua tangannya. Perlahan langkah Arumi membawanya mendekati pria tersebut.


Ahmad hanya menunduk menatap air sungai yang mengalir sangat deras. Sementara Arumi, tangannya terulur untuk memegang pundak pria itu.


"Bang, kenapa kau harus senekat itu? Aku mohon jangan mengancamku dengan perkataan seperti tadi. Apa kau tidak sayang dengan dirimu sendiri? Kau tidak kasihan melihat keluargamu? Kenapa kau harus berpikiran pendek hanya karena kata cinta? Jangan menjadi manusia bo*do*h, bang."


Ahmad memejamkan mata sejenak lalu dia pergi dari pembatas jembatan itu, dirinya melangkah ke mobil. Dia mendudukkan dirinya di kap depan mobil itu.


"Aku tidak mungkin melakukan hal bo*do*h seperti itu, Arum. Aku juga masih sayang dengan nyawaku,"


"Tapi, kenapa aku mengirimkan pesan seperti itu padaku?"


"Aku hanya ingin kau tahu jika cintaku ini tidak ada duanya dan tidak ada batasnya. Bahkan, jika kau meminta agar aku mempertaruhkan nyawaku, maka semua itu pasti akan ku lakukan hanya untukmu." ucap Ahmad serius dan tulus sambil melirik Arumi.

__ADS_1


Gadis itu terharu dengan apa yang Ahmad ucapkan. "Tapi, aku ini bukan wanita baik-baik, bang." ucapnya dan akan membuka aib di masa lalu.


Ahmad mengerutkan dahi. "Apa maksudmu?"


Arumi pun menghela napas, dia mulai menceritakan semua yang terjadi dalam hidupnya selama ini. Dia sangat menyesal akan perbuatannya di masa lalu, maka dari itu saat ini dia ingin bertobat agar Allah mengampuni semua dosanya dan bisa membuat dirinya menjadi lebih baik lagi.


Ahmad mendengarkannya dengan seksama, dia cukup terkejut akan pekerjaan Arumi di masa lalu. Dirinya menatap gadis itu dengan rasa tidak percaya.


"Maka dari itu, aku tidak ingin kau menyimpan perasaan cinta atau apa pun padaku. Masih banyak di luaran sana yang bahkan lebih baik daripada aku, kau tidak harus mencintaiku, bang.'' lirihnya menunduk malu.


Ahmad menghela napas, dia tersenyum tipis dan menangkup wajah Arumi. "Cinta tidak memandang jelek baiknya masa lalu, yang terpenting sekarang kau sudah punya niat untuk bertobat dan memperbaiki diri. Semua itu sudah cukup bagiku, Arumi. Penyesalanmu adalah bukti bahwa kau memang sedang berjuang untuk menjadi lebih baik lagi. Aku bersedia menuntunmu dan menemanimu." ucapnya tulus dari dalam hati.


Arumi menurunkan tangan Ahmad yang ada di wajahnya. "Tidak, bang. Aku tidak ingin pria baik-baik sepertimu mendapatkan wanita bekas sepertiku. Menikahlah dengan wanita yang akan dijodohkan denganmu itu, bang. Kenapa kau harus memilihku?"


"Perjalanan hidup Bunga sama sepertimu, bahkan dia lebih parah karena sering bergonta-ganti pasangan. Sementara kau, hanya beberapa saja. Lalu, apa bedanya jika aku memilih dia?"


"Tapi, sepertinya wanita itu sudah menyesal dan ingin bertobat juga."


"Benar sekali, namun kembali lagi pada masalah hati. Aku tidak ingin memaksa hatiku dan membuat hidupku sendiri jadi menderita. Aku tidak mencintainya, Arumi. Aku hanya mencintaimu," ungkap Ahmad benar-benar dari lubuk hati yang terdalam.


"Bang, aku yakin jika kau bisa mendapatkan wanita yang pastinya lebih baik daripada aku.''


"Dan aku harap wanita itu adalah dirimu."


Mereka berdua saling bertatapan sangat dalam, angin malam menghembus perlahan membuat suasana berubah menjadi dingin.



__ADS_1


TBC


__ADS_2