Tasbih Cinta Arumi

Tasbih Cinta Arumi
Bab 9. Welcome dunia malam


__ADS_3

Hari demi hari Arumi jalani seperti biasanya, dia bahkan sudah terbiasa dengan kehidupan menjadi wanita simpanan sehingga saat ini, dirinya bingung ketika belum dapat sumber uang. Dirinya berjalan menyusuri jalan raya yang cukup padat karena memang sudah waktunya makan siang. Arumi baru saja selesai kuliah dan dia bingung harus mengerjakan apa.


Dirinya duduk di sebuah bangku, dia merogoh tas dan mengambil dompet kecilnya. Setelah melihat isi dompet tersebut, Arumi menghela napas dengan kasar. Bagaimana tidak, uangnya tinggal beberapa ratus ribu sementara di ATM, saldonya hanya pas untuk membayar biaya kuliah bulan ini.


"Menyebalkan! Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan? Sampai saat ini bahkan aku belum mendapatkan mangsa baru ataupun pekerjaan lainnya." Rumi menggerutu.


Dia terus melihat para pengendara yang berlalu-lalang kesana kemari. Dirinya sangat rindu dengan shopping, belanja perhiasan dan liburan ke Bali.


"Argh! Kenapa aku harus ketagihan dan merasa bergantung dengan menjadi wanita simpanan?" Arumi menjambak rambutnya karena frustasi.


Benar saja, awalnya dia takut dengan pekerjaan itu tetap setelah menjalaninya, dia pun akhirnya ketagihan dan tidak ingin berhenti dari pekerjaannya.


Dari sudut lain, Diana yang baru saja pulang menemani kekasihnya tanpa sengaja melihat Arumi. Dia memicing saat mobilnya berhenti di lampu merah.


"Mas, bisa pinggirkan mobilnya sebentar?" pinta Diana lembut pada sang kekasih.


Pria berusia empat puluh lima tahun itu mengangguk dan dia menepikan mobilnya. Setelah itu, Diana keluar dari mobil dan dia kembali memicing ke depan.


"Arumi? Iya benar itu Rumi, tapi kenapa dia berada di tempat ini?" gumam Diana sambil berjalan menghampiri Arumi.


"Sayang, kau mau ke mana?" panggil sang kekasih ketika melihat Diana melangkah pergi.


"Tunggu sebentar, Mas! Aku ingin menemui temanku terlebih dahulu." balas Diana berteriak pula.


"Arumi!" teriak Diana setelah berada di dekat Arumi.


Arumi yang tadinya melamun pun langsung menoleh dan dia terperanjat dari bangku.


"Diana, kenapa kau bisa berada di sini?" tanya Rumi ketika Diana sudah ada di dekatnya.

__ADS_1


"Aku baru saja pulang dari makan siang bersama dengan kekasihku, dan tidak sengaja aku melihatmu duduk disini sendirian. Kau sedang apa?"


Arumi menghela napas. "Aku sedang kesal, Diana. Aku sekarang sudah tidak memiliki pekerjaan lagi,"


Diana mengerutkan dahi. ''Ada apa dengan Mas Arga? Apa dia berulah?"


"Semuanya sudah terbongkar, istrinya tahu jika suaminya bermain gila denganku. Dan ya, ternyata Arga hanyalah pria miskin dan semua harta itu bukan miliknya melainkan milik istrinya. Aku tidak mungkin meneruskan hubungan bersama dia, rasanya juga percuma saja aku hidup dengan pria miskin."


Diana terdiam mendengar curahan sang sahabat.


"Aku punya saran, bagaimana jika kau bekerja di klub milik Mami Eca?" Diana menaikkan sebelah alisnya.


"Bisa saja, tetapi aku ini 'kan masih kuliah."


"Apa yang jadi masalah? Kau bisa bekerja setelah pulang kuliah, lagipula kebanyakan pelanggan datangnya malam dan kau tidak perlu khawatir untuk melanjutkan kuliahmu."


"Baiklah, ayo!" Diana menarik tangan Arumi dan mereka berjalan ke arah mobil.


Setelah itu, Rumi dan kekasih Diana berkenalan sejenak lalu mereka pun masuk bersama ke dalam mobil dan pergi dari tempat itu.


Beberapa menit kemudian, mobil tersebut sampai di klub milik Mami Eca. Jujur saja, Arumi merasa malu karena dia pernah menolak pekerjaan itu.


"Ayo, Arumi. Apa lagi yang kau tunggu?" ajak Diana menggandeng tangan Rumi.


"Diana, aku—" belum selesai bicara, Arumi dikejutkan dengan kedatangan Mami Eca yang tanpa sengaja memang ingin pergi ke luar.


Seketika senyum Mami Eca mengembang saat dia melihat Arumi berada di klub miliknya itu.


"Halo, sayang. Kau datang lagi kesini?"

__ADS_1


Arumi menggulung ujung bajunya.


"Hei, kenapa kau gugup seperti ini? Mami hanya bertanya, bukan ingin memakanmu." ujar Mami Eca ramah sambil merangkul pundak Arumi.


Arumi menjadi salah tingkah.


"Mam, dia datang kesini untuk melamar kerja menjadi wanita pe*ng*hi*bu*r."


"Benarkah?" Mami Eca seakan tidak percaya dan dia menatap Arumi yang tersenyum tipis.


"Benar, Mam. Saya sudah memikirkannya dan saya bersedia untuk bekerja di klub milik Mami." jawab Arumi pasti.


Tentu saja jawaban itu membuat Eca sangat bahagia karena pasalnya, dia mendapatkan tambahan pekerja yang masih muda dan cantik seperti Arumi. Pasti akan banyak pelanggan yang datang untuk mencicipi barang baru itu.


"Baiklah, Mami setuju dan kau bisa bekerja hari ini juga."


"Serius, Mam?" Arumi berbinar.


Mami Eca menganggukkan kepala. "Jika kau tidak tahu bagaimana cara kerjanya, kau bisa tanyakan pada Diana."


Diana bersedia dengan senang hati.


Mami Eca pergi meninggalkan Arumi dan Diana. Lalu, kedua wanita muda itu masuk ke dalam klub malam tersebut.




TBC

__ADS_1


__ADS_2