Tasbih Cinta Arumi

Tasbih Cinta Arumi
Bab. 8 Terbongkar Semuanya


__ADS_3

Fitri menatap kedua insan berbeda gender yang ada di hadapannya saat ini, dia memperhatikan Arumi dari atas hingga ke bawah.


"Kau cantik, masih muda, tetapi kenapa mau dengan pria tua dan sudah beristri?" tanya Fitri


Arumi melihat kuku-kuku jarinya. "Kau ingin tahu alasanku? Aku menyukainya, itu saja."


"Tidak-tidak, kau bukan menyukainya! Kau hanya suka dengan uang suamiku." Fitri menaikkan sebelah alis.


Arumi sangat kesal dengan ucapan wanita tua di depannya itu, dia mengepalkan tangan dan rasanya ingin sekali menjambak rambut wanita sok cantik tersebut.


"Nyonya, harusnya Anda sadar diri. Coba Anda lihat diri Anda, tua dan jelek. Tentu saja Mas Arga lebih memilih aku yang jelas masih muda dan cantik." senyum puas tersungging di bibir Arumi.


Fitri sama sekali tidak terpancing emosi oleh ucapan Arumi, dia justru bersyukur karena pada akhirnya tau kebusukan sang suami.


"Terserah! Tapi, aku ingin berterima kasih padamu. Pada akhirnya kau menyadarkan aku jika Arga bukanlah pria yang baik untukku dan anakku." tukas Fitri merasakan sesak di dada. Matanya beralih menatap Arga.


"Fit, aku bisa menjelaskan semuanya. Ini—"


"Sst!" Fitri meletakkan jari telunjuk di bibirnya sendiri. "Apa lagi yang ingin kau jelaskan, Mas. Semuanya sudah terbukti dan aku melihat dengan mata kepalaku sendiri, bahkan pengakuan gadis itu pun kau lebih memilih dia di bandingkan aku," lanjutnya sambil menganggukkan kepala.


"Fit, dia bohong! Aku sama sekali hanya menganggapnya sebagai pelampiasan, maafkan aku, Fitri." Arga memohon.

__ADS_1


"Cukup, Mas! Sebaiknya sekarang kau angkat kaki dari perusahaan ini karena ini semua adalah milikku. Kau tidak melupakan itu 'kan?"


Ya, semua aset keluarga serta perusahaan yang saat ini Arga pegang adalah warisan dari keluarga Fitri. Arga dulunya hanya manager di perusahaan Fitri hingga suatu ketika mereka saling jatuh cinta, dan Arga pun meminang Fitri.


"Di dalam semua properti keluarga serta aset-aset lainnya tidak ada namamu, jadi kau hanya bisa pergi dengan membawa pakaian yang kau pakai ini saja." ucap Fitri pasti.


Arumi tercengang mendengar penuturan Fitri, dia melotot sambil melirik tajam ke arah Arga.


'Ternyata pria ini miskin? Cih, kalau tahu begitu, aku pasti tidak akan mau menjadi simpanannya.' ucap Arumi dalam hati.


"Kau!" Fitri menunjuk Arumi. "Bersikaplah untuk hidup melarat bersama dengan pria ini!" lanjutnya seraya menatap tajam ke arah Arga.


"Fit, aku mohon berikan aku kesempatan sekali lagi. Aku, aku akan meninggalkan wanita ja*la*ng ini. Apa kau tidak kasihan dengan putra kita?" Arga sudah melupakan harga dirinya sebagai seorang pria, dia pun terus memohon agar Fitri tidak meminta cerai.


"Kau itu hanya menumpang hidup denganku, Mas. Betapa teganya kau mengkhianati aku dan pernikahan kita ini. Kurang apa aku, Mas? Ya, dia jauh lebih muda dan lebih cantik daripada aku tetapi kau tahu 'kan, jika kau hanya memenuhi napsu saja maka tidak akan selamanya indah. Untung aku tidak memindahkan semua aset-aset atas namanya, mungkin jika aku memindahkannya, maka kau pasti sudah mencampakkan aku saat ini juga." Fitri berkata panjang lebar.


Arga hanya diam membisu, dia telah menyesal akan semua perbuatannya. Sementara Arumi, dia merasa kesal.


"Tuan Arga, jauhi aku sekarang juga! Jangan pernah menemuiku lagi, dasar pria miskin!" cibir Arumi sambil berlalu pergi tanpa rasa malu.


Fitri tersenyum melihat sikap Arumi, dia bersidekap dan kembali menatap Arga.

__ADS_1


"Apa kau tidak ingin angkat kaki juga dari sini? Atau, perlu ku panggilkan security?"


Arga berlutut di bawah kaki Fitri, untungnya tidak ad yang melihat kejadian itu karena pintu ruangan tertutup rapat.


"Fit, maafkan aku. Aku mohon berikan aku satu kesempatan lagi untuk memperbaiki diri. Aku khilaf, Fit."


Fitri tertawa miris. "Khilaf? Kau bilang khilaf, Mas? Jika aku tidak mengetahui hubungan kalian pasti kau akan tetap melanjutkannya, benar begitu bukan?"


Arga menggeleng dengan cepat. "Maafkan aku, Fitri. Aku mohon, bahkan kau bisa mengurus perusahaan sendiri dan aku akan tetap berada di rumah untuk mengurus anak, itu semua tidak masalah untukku asalkan kau jangan meninggalkanku." isaknya.


Fitri bimbang dan dilema karena terpengaruh oleh perkataan Arga, dia harus menenangkan diri dan menyendiri agar bisa berpikir jernih.


"Aku ingin sendiri, jangan menemuiku terlebih dahulu dan terserah kau mau tinggal dimana," Fitri berlalu pergi meninggalkan Arga yang masih dalam posisi berlutut.


Arga menyugar rambutnya dengan kasar dan dia memukul udara sambil berteriak frustasi.


"Argh! Hancur semuanya, dasar perempuan ja*la*ng! Bodoh sekali aku bisa mencintaimu dalam diam, aku sampai lupa jika kau hanyalah perempuan murahan yang menginginkan uang dan harta demi memenuhi kebutuhanmu sendiri!" kesal Arga merutuki kebodohannya.



__ADS_1



TBC


__ADS_2