Tasbih Cinta Arumi

Tasbih Cinta Arumi
Bab. 28 Kesedihan Arumi


__ADS_3

Arumi sampai di rumah sakit, dia segera menuju ke meja Administrasi dan bertanya letak kamar korban kecelakaan barusan. Salah seorang suster mengantar dia, hingga sampailah keduanya di depan pintu ruang ICU. Setelah suster tersebut pergi, Arumi bisa melihat tubuh lemas terbaring milik Ahmad. Air mata tidak tertahan di pipinya, dia menangis terisak dalam diam.


"Mas, kenapa bisa terjadi seperti ini?'' isaknya memukul dada perlahan.


Tak lama kemudian, beberapa jam Arumi berada disana. Dia dikagetkan dengan kedatangan keluarga dari Ahmad. Mama Ahmad— Rosmalinda menatap Arumi dengan tajam. Dia menarik bahu gadis itu secara kasar dan mendorongnya hingga tersungkur.


"Dasar gadis si*lan! Pergi kau dari sini! Ini semua karena dirimu, kau yang sudah menyebabkan putraku mengalami kecelakaan seperti sekarang." Rosmalinda atau sering disapa Linda menangis sambil menunjuk wajah Arumi.


Sena Arumi, gadis itu hanya mampu diam dan meratapi nasibnya. Dalam hati dia berpikir apakah ini semua karma untuknya sewaktu dulu masih melakukan pekerjaan haram? Entahlah, intinya saat ini dia sudah bertobat dan benar-benar ingin memperbaiki diri.


Arumi berdiri, dia meminta maaf pada Linda jika semua penyebab semua ini adalah karena dirinya.


"Saya tidak tahu menahu, tante. Kenapa Anda menyalahkan saya untuk kejadian ini? Hiks, tapi jika memang saya salah, saya ingin minta maaf yang sebesar-besarnya."


"Pergi! Aku tidak ingin melihat kau menemui putraku lagi, aku tidak sudi melihat wajahmu. Pergi!" teriak Linda histeris hingga membuat sang suami— Arman mengelus punggungnya.

__ADS_1


"Sabar, Ma. Papa mohon jangan membuat keributan, ini rumah sakit."


Linda terus menangis di dalam pelukan sang suami, dia tidak bisa melihat putranya yang terbaring lemas seperti itu.


Arumi yang merasa jika situasi semakin memanas langsung memilih pergi dari sana. Dia akan kembali menjenguk Ahmad setelah pria itu pulang ke rumah.


"Ya Allah, aku mohon tolong sembuhkan Mas Ahmad." lirihnya sambil menghapus air mata, dia melangkahkan kakinya perlahan keluar dari rumah sakit tersebut.


Saat di parkiran, Arumi melihat Bunga yang baru saja keluar dari mobilnya. Gadis berpenampilan modis itu melangkah dengan santai hingga dia juga melihat keberadaan Arumi. Dirinya mengembangkan senyum sinis dengan tatapan remeh.


Arumi menghapus sisa air matanya, dan hak tersebut mendapatkan decakan iba dari Bunga.


"Ck, kasihan. Apa orang tua Mas Ahmad mengusirmu? Sekarang kau tau siapa aku 'kan, Arumi? Kau tidak akan mampu bersaing dengan Bunga Prasetyo. Aku bisa melakukan apa pun sementara kau, kau itu hanya gadis miskin yang tidak bisa berbuat apa-apa selain bicara omong kosong. Aku jadi merasa ibu melihat keadaanmu," Bunga mengibaskan rambutnya dan dia pergi meninggalkan Arumi yang wajahnya sangat sembab.


Arumi berjalan gontai dan lunglai, dia tak henti-hentinya meneteskan air mata karena mengingat keadaan Ahmad. Cobaan apa yang telah Allah berikan untuknya hingga dia harus merasakan hal seperti ini. Dia melamun, hingga tanpa sadar dari arah depan ada mobil yang melaju sedikit kencang dan berlawanan arah dengannya.

__ADS_1


Suara klakson menggema di sepanjang perjalanan.


Arumi tersadar dari lamunannya, dia berteriak histeris, untungnya mobil tersebut memijak pedal rem dengan sangat dalam hingga dia tidak menyentuh Arumi. Napas gadis itu terlihat tidak beraturan, dadanya naik turun dengan tempo irama yang sangat cepat. Sementara di dalam mobil, pria tampan itu memicing karena dia seperti mengenal gadis yang hampir tertabrak oleh mobilnya.


"Itu 'kan ...."




TBC


Mampir ke novel karya dari teman Othor yuk 🥰


__ADS_1


__ADS_2