Tasbih Cinta Arumi

Tasbih Cinta Arumi
Bab. 34 Terbongkar


__ADS_3

Mereka telah sampai di tempat acara, keduanya turun bersama dan berjalan masuk ke dalam gedung mewah tersebut. Arumi melihat ke sekeliling, betapa kagumnya dia dengan keindahan dekorasi disana. Ahmad yang memperhatikan itu hanya melirik Arumi lalu dia berdehem sejenak.


"Ada apa, Rum?"


"Aku sangat menyukai tempat ini, bagus dan lihatlah dekorasinya. Begitu mewah dan menakjubkan." puji Arumi membuat Ahmad tersenyum.


"Kau ingin tempat seperti ini? Jika kita Menikah nanti, maka aku pastikan dekorasinya akan seperti ini, bahkan kalau bisa lebih mewah."


Arumi terdiam mendengar penuturan Ahmad. Mereka menghampiri pasangan pengantin baru yang sedang duduk di atas pelaminan, sesudah mengatakan selamat, keduanya pun berniat untuk bergabung dengan para undangan yang tak lain adalah teman kerja Arumi.


Mereka berbincang, hingga beberapa saat kemudian datanglah seorang wanita yang berteriak memanggil nama Ahmad. Sontak semuanya menoleh ke asal suara, mereka berbisik riang dan bertanya siapa itu Ahmad? Sementara Ahmad dan Arumi, mereka saling pandang satu sama lain.


Wanita itu berjalan cepat setelah dia melihat Ahmad, sesampainya disana, tanpa banyak bicara dia langsung menampar Arumi.


Plak!


"Dasar pelakor!" teriak Bunga penuh amarah, sedangkan Arumi memegangi wajahnya dengan rasa malu.


Ahmad terkejut, dia mendorong Bunga hingga gadis itu mundur ke belakang. "Apa yang kau lakukan, Bunga? Kau menyakitinya!" bentaknya tidak terima.


"Oh, jadi kau sekarang membela dia, iya?" balas Bunga tak mau kalah.


"Arumi, kau tidak pa-pa?"

__ADS_1


Gadis itu menggeleng namun dia tertunduk karena malu. "Kenapa kau melakukan ini, Bunga?" tanya gadis itu pelan.


"Karena kau sudah merebut calon suamiku!" tutur Bunga penuh ketegasan.


Arumi melirik Ahmad lalu dirinya menatap semua tamu yang mulai terdengar kasak kusuk buruk tentang dirinya. Gadis itu malu, dia berlari keluar dari gedung tanpa berpamitan dengan semua yang ada di dalam sana. Ahmad berlari menyusul Arumi, dia menatap Bunga dengan tajam sebelum pergi dari sana. Sementara Bunga, dia tersenyum sinis karena sudah berhasil membuat musuhnya malu.


Di luar gedung, Arumi menghentikan langkah di dekat jalan raya. Dia ingin mencari taksi dan akan pulang sendirian. Ahmad melihat gadis yang dia cintai sedang berdiri disana. Dirinya berlari dan memanggil nama gadis itu.


"Arumi! Arumi tunggu!" panggil Ahmad membuat gadis itu menoleh.


Setelah berada di dekat Arumi, pria tersebut langsung menggenggam jemarinya.


"Arumi maafkan aku, Bunga itu mengada-ada. Aku tidak akan menikah dengannya karena aku hanya mencintaimu! Percayalah," Ahmad mencoba untuk membuat gadis itu percaya.


Dari kejauhan, Bunga tersenyum kembali dan dia menghampiri keduanya. Dia tidak akan bosan untuk membuat gadis tersebut menderita.


"Wah wah, dasar tidak tahu malu!'' tukas Bunga membuat keduanya menoleh.


Ahmad mengepalkan kedua tangannya. "Mau apa kau datang kesini? Jika kau hadir hanya ingin membuat Arumi menangis dan bersedih, sebaiknya pergilah sebelum kesabaranku habis!" pinta Ahmad tetapi Bunga tidak menghiraukan sama sekali.


"Kita itu sebentar lagi ingin menikah, Mas. Dan kau—"


"Cukup!" bentak Ahmad emosi. Dia menatap wanita di depannya situ setajam elang. "Tutup mulutmu, Bunga! Bukankah kau tau siapa aku? Dan kenapa kau berbicara seperti itu?"

__ADS_1


Arumi terdiam, dia penasaran dengan perkataan Ahmad barusan tentang siapa dia yang sebenarnya. Bunga sendiri terdiam, dia tentu saja tahu siapa pria yang di depannya saat ini. Namun, dia berusaha untuk bersikap biasa saja.


''Mas, kenapa kau —"


Ahmad mengangkat sebelah tangannya. ''Jangan bicara lagi! Baik, mungkin ini adalah saat yang tepat aku harus mengatakan yang sebenar-benarnya pada Arumi."


"Maksudnya apa?" tanya Arumi penuh keheranan.


"Arumi, sebenarnya aku bukanlah Ahmad."


Deg!


Tiba-tiba jantung Arumi seakan berhenti berdetak, dia melotot dengan mulut terbuka sedikit. Dia menatap pria di depannya itu tanpa berkedip. Perkataan barusan mampu membuat hatinya menjadi bingung.


"Aku butuh penjelasan!"


Ahmad menarik napas pelan lalu mengembuskannya.


"...."


•••


Tbc

__ADS_1


__ADS_2