Tasbih Cinta Arumi

Tasbih Cinta Arumi
Bab. 7 Tertangkap basah


__ADS_3

Dua Minggu kemudian.


Di sudut lain, seorang wanita dewasa berusia tiga puluh lima tahun sedang berdiri di balkon kamar. Dia baru saja mendapatkan sebuah pesan yang mana membuat dirinya sangat gelisah. Ya, pesan itu berisi foto sang suami bersama dengan wanita lain yang jauh lebih muda darinya.


Fitria Ningrum, dia adalah istri sah dari seorang Arga Wijaya. Dia ingin sekali menyusul sang suami ke luar kota tetapi apalah daya, dia tidak memiliki keberanian untuk itu. Jika dirinya nekat menyusul, pasti Arga akan mencurigainya dan berpikiran buruk tentang dia. Fitri semakin galau karena foto lainnya dan video juga telah membuktikan jika pria itu benar-benar Arga.


"Aku sepertinya harus menyusul Mas Arga, aku harus memastikan semua bukti-bukti ini benar atau tidak!" tegas Fitri dengan tekad yang kuat.


Fitri bersiap untuk pergi ke luar kota, dia tak lupa membawa Zaidan untuk pergi bersamanya menyusul sang Papa ke luar kota.


"Zai, kita susul Papa ke luar kota, ya? Zai pengen ketemu Papa bukan?"


Zaidan mengangguk dengan cepat, bocah berusia lima tahun itu memang sangat merindukan kebersamaan dengan papanya. Beberapa bulan terakhir ini, sang Papa sudah tidak seperti dulu lagi.


****


Hari ini Arga dan Arumi bersiap untuk pergi ke Mall. Mereka berdua akan menonton bioskop, shopping, dan membeli perhiasan. Bahkan, Arumi meminta kepada Arga agar menemaninya ke selain. Tentu saja Arga menuruti permintaan kekasih gelapnya itu.


Selesai menonton, mereka pun pergi menuju ke tempat perhiasan.


"Baby, kau ambil saja mana yang kau inginkan. Aku akan membelikannya untukmu, kau tidak perlu risau." ucap Arga berbaik hati.


"Benarkah? Thank you, Honey," sorak riang Arumi seraya mengecup pipi Arga tanpa rasa malu.

__ADS_1


Arga bahagia dan hatinya senang ketika melihat Arumi tersenyum lepas seperti ini.


"Baby, sepertinya aku harus masuk ke kantor siang ini. Ya, selesai makan siang. Jatah liburku sudah habis dan aku harus kembali ke rumah Istriku." ujar Arga berat hati.


Arumi hanya tersenyum tipis, dia mengelus rahang milik Arga dengan lembut. "Sayang, kita bisa bertemu lagi Minggu depannya. Oh ya, bagaimana jika kita makan siang bersama di kantormu? Hm," lanjutnya membuat Arga sukses mengembangkan senyum.


"Kau serius?"


Arumi mengangguk pasti.


"Baiklah, kalau begitu ayo cepat belanja dan kita akan segera pergi ke kantor." ucap Arga semangat empat lima.


Arumi pun ikut semangat dalam memilih perhiasan dan barang-barang lainnya.


****


Arga menyurutkan senyumannya, dia menatap kursi kebesaran dengan tajam.


"Hei, siapa kau? Berani sekali kau duduk di—" ucapan Arga terputus karena kursi itu berbalik ke arahnya dan dia tahu siapa sosok wanita itu.


"F—fitri," eja Arga sambil menelan ludah.


Arumi heran dan penasaran dengan perubahan sikap Arga, dia memang tidak tahu bagaimana wajah dan ciri-ciri istri sah Arga.

__ADS_1


"Mas, siapa dia? Ada apa ini?"


Arga ingin menjawab pertanyaan dari Arumi tetapi Fitri dengan cepat bertepuk tangan dan bangkit dari tempat duduknya.


Prok prok prok.


Suara tepukan tangan itu menggema di seluruh sudut ruangan.


"Wow, Mas! Wow! Ini benar-benar kejutan yang paling mengesankan untukku." ucap Fitri tersenyum miris.


"F—fitri, sejak kapan kau berada di kota ini?"


"Baru saja, baru saja aku sampai dan sudah di suguhi oleh pemandangan seperti ini. Ck ck ck," decak Fitri tidak menyangka, dia kecewa dengan suaminya itu.


"Fit, ini semua tidak seperti yang kau lihat. Aku dan dia—"


"Ssst!" Fitri dengan cepat meletakkan jari telunjuk di bibirnya. Dia menatap Arumi sinis.


'Ternyata dia istri sah dari Mas Arga. Astaga, bagaimana ini? Aku tidak ingin kehilangan mesin uangku,' batin Runi frustasi.



__ADS_1



TBC


__ADS_2