Tasbih Cinta Arumi

Tasbih Cinta Arumi
Bab. 32 Makan malam


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Arumi dan Ahmad sudah semakin dekat, bahkan mereka sering pergi bersama dan tak sekali Ahmad mengantarkan Arumi pergi bekerja. Ya, semua itu sudah seperti tradisi baginya yakni mengantar jemput sang gadis idaman. Entah mengapa Ahmad merasakan detak jantungnya yang bertalu sangat kencang jika berdekatan dengan Arumi, apalagi saat tatapan mereka bertemu.


Malam ini, keduanya sedang makan malam disebuah cafe. Tempat favorit Ahmad, Arumi sengaja mengajak pria itu makan disana untuk mengenang kembali masa indah mereka.


"Mas, kau ingin memesan apa?" Arumi menyodorkan buku menu pada Ahmad.


"Aku ingin Nila bakar saja." ujar Ahmad. "Dan jangan lupa minumnya aku ingin coffee dingin." lanjutnya dengan santai.


Tetapi berbeda dari Ahmad, kini Arumi tercengang mendengar pesanan yang pria itu katakan. Dia mencoba meredam semua rasa penasaran sebab tidak ingin membuat suasana makan malam romantis ini menjadi rusak. Arumi pun segera mengatakan pesanan mereka dan pelayan kembali ke dapur untuk mengambil pesanan tersebut.

__ADS_1


Setelah pelayan itu pergi, Arumi menatap Ahmad dengan lekat. Sementara pria yang di tatap, dia hanya menaikkan sebelah alis tanpa berniat menanyakan apa arti dari tatapan tersebut.


"Mas, sejak kapan kau suka kopi?" Arumi pun akhirnya mengutarakan keheranan yang ada di benaknya.


Ahmad menelan ludah, dia menjadi gugup dan bingung ingin menjawab apa. "Em, itu. Aku, aku sedang mencoba menyukainya kopi. Ya, aku rasa tidak terlalu buruk jika aku meminumnya lagi."


Arumi merasa alasan itu tidak masuk akal, dia kembali menatap Ahmad dengan dalam. "Jangan berbohong, Mas. Setahuku, kau itu tidak menyukai kopi. Kau lebih suka green tea atau jus lainnya."


Barulah Arumi mengangguk setelah mendengar penuturan dari Ahmad. "Baiklah, tidak masalah." gadis cantik itu tersenyum manis.


Ahmad menghela napas lega karena Arumi percaya dengan perkataannya, padahal itu semua hanya bohongan belaka dan Coffee memanglah minuman kesukaannya.

__ADS_1


'Maafkan aku, Arumi. Aku melakukan semua ini karena ingin memenuhi keinginan terakhir Ahmad, dia sangat mencintaimu. Dan ya, tentu saja dia mencintai dirimu, kau itu adalah gadis yang baik, sopan, rendah hati, lemah lembut, dan penyabar. Bagaimana jika aku benar-benar jatuh cinta padamu? Kebersamaan yang kita jalani saat ini, bisa saja membuatku betah dan nyaman bersamamu.' batin Alfan, kakak kembar dari Ahmad.


Pada saat usia Alfan menginjak sepuluh tahun, dia di ungsikan ke luar negeri oleh orang tuanya. Ya, pada saat itu ada rekan kerja Fahmi— Ayah Ahmad dan Alfan, yang iri pada peningkatan perusahaan milik Fahmi. Dia berniat membunuh putra pertama Fahmi yakni Alfan, karena mereka tahu jika Alfan adalah sosok anak laki-laki yang bijak, kuat, tidak lemah dan penyakitan seperti Ahmad. Tetapi, Fahmi telah menyusun rencana yang sangat rapi.


Fahmi menyembunyikan Alfan di luar negeri dan memalsukan surat kematian sang putra agar tidak menjadi bahan buronan sang musuh. Semuanya berjalan dengan lancar hingga hidup Fahmi beserta keluarga menjadi damai karena musuh mereka sudah di tangkap polisi, akibat rencana pembunuhan yang disengaja untuk keluarga Abraham.


Hingga saatnya tiba, Ahmad sudah meninggal dan sekarang Alfan harus menggantikan peran adiknya itu. Berat? Itu sudah pasti. Sedih? Apalagi, namun Alfan tetap mencoba untuk tegar dan menghadapi semuanya. Dia bukanlah pria lemah, dirinya anak tertua di keluarga Allesandro dan harus melindungi keluarganya itu.



__ADS_1


TBC


__ADS_2