Tasbih Cinta Arumi

Tasbih Cinta Arumi
Bab. 27 Kejadian tak terduga


__ADS_3

Satu bulan kemudian.


Arumi dan Ahmad semakin dekat, bahkan mereka sudah menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih. Namun, kedua orang tau Ahmad tidak merestui hubungan mereka. Jelas saja, hal itu karena kedua orang tua tersebut ingin anak mereka menikah dengan Bunga. Tetapi, cinta tidak bisa di paksa dan Ahmad sendiri lebih memilih Arumi apa adanya.


Saat ini, mereka sedang berada di tempat kerja Arumi. Ahmad bercerita jika dia akan di kirim ke luar negeri karena ada pekerjaan yang sangat penting. Mau tidak mau, Arumi melepaskan kepergian kekasihnya tersebut. Ya, dia tidak ingin jadi penghalang dan malah akan memperkeruh hubungannya dengan keluarga Ahmad.


Gadis malang itu mencium takzim punggung tangan Ahmad, mereka saling melambaikan tangan dan Arumi melepaskan kepergian pria itu dengan berat hati.


"Aku pasti akan sangat merindukanmu, Mas." lirihnya sambil mengusap air mata yang jatuh ke pipi.


Sementara Ahmad, dia benar-benar tidak bisa jauh dari Arumi sang kekasih. Tetapi, ini semua juga dia lakukan demi masa depan dan karirnya. Perusahaan yang diberikan padanya, harus dijaga sebaik mungkin. Itu semua berawal dari kerja keras sang Ayah. Di


"Aku pasti akan pulang, Arumi. Setelah aku tiba di Indonesia, aku harus bisa melamarmu dan segera menjadikan kau sebagai istriku." ucap Ahmad sambil membuka pintu mobil.


Dia melajukan mobil tersebut pergi dari sana. Hatinya merasa tidak rela untuk jauh dari Arumi, tetapi dia tak bisa berbuat apa-apa.


Di toko, Bunga datang dan dia melihat ke sekeliling terlebih dahulu. Dirinya bisa mengetahui tempat kerja Arumi karena membuntuti Ahmad. Kebetulan toko sepi dan tidak ada pembeli, bahkan pemilik toko pun pulang ke rumahnya.


Bunga masuk ke dalam, dia mencari Arumi dan tersenyum sinis ketika mendapati gadis itu yang sedang menyusun sepatu di atas rak. Tanpa basa-basi, Bunga langsung mendorong Arumi hingga gadis tersebut tersungkur ke depan.


"Aw," ringisnya sambil memenangi lengan yang tergesek oleh lantai berpasir.

__ADS_1


Bunga tersenyum melihat lecet di siku Arumi, dia berjongkok agar bisa sejajar dengan gadis itu.


"Heh, gadis mu*ra*han! Dengarkan saya baik-baik, jangan pernah menganggu Mas Ahmad lagi atau tidak—" Bunga memberikan isyarat menggores leher. "Habis kau!" lanjutnya penuh penekanan.


Arumi menatap Bunga tanpa rasa takut. "Kau pikir saya akan menuruti permintaanmu? Mbak, saya dan Mas Ahmad saling mencintai. Mungkin, Anda saja yang terobsesi oleh Mas Ahmad hingga mengejar-ngejar seperti ini. Harusnya Anda yang malu, Mbak!"


Bunga dengan kasar menjambak rambut Arumi hingga gadis itu mendongakkan kepalanya. "Kau mau main-main denganku, ya? Kau belum tahu siapa aku, Arumi! Lihat saja, aku pasti akan membuat hidupmu menderita dan kau akan menangis sepanjang hari!" tegasnya melepaskan jambakan itu dengan kasar.


Arumi tidak peduli dengan apa yang Bunga katakan, dia hanya berpikir jika wanita itu memberikan gertakan padanya saja. Saat sudah selesai dengan urusannya, Bunga segera pergi dari sana sebelum ada yang melihatnya berbuat kasar pada Arumi.


Sementara Arumi, gadis itu menghela napas kasar dan dia memejamkan mata sejenak. "Seperti inikah rasanya perjuangan cinta? Dulu aku berani melawan wanita sepertinya, tetapi kenapa sekarang sedikit berbeda? Bahkan, untuk membalas jambakannya saja aku tak kuasa." gadis itu berdiri dari duduknya.


Dia mulai kembali membereskan sepatu dan sebagian diletakkan di gudang.


Waktu pun cepat berlalu, siang tiba dan Arumi masih santai menikmati makan siang. Puasa pun telah selesai dan dia bisa bebas memakan apa pun. Namun, tiba-tiba ponsel di sampingnya bergetar dan dia melihat ada panggilan dari Ahmad. Tentu saja dirinya senang, tak butuh waktu lama dia langsung menjawab panggilan itu.


"Halo, Mas. Apa kau—" pertanyaan Arumi terputus.


📱"Selamat siang, apa benar ini dengan keluarga Ahmad Syafii?'' tanya seseorang dengan suara bariton dari seberang sana.


Perasaan Arumi tidak enak, dia mencuci tangan karena sehabis makan. "Ya, benar. Saya Arumi, dengan siapa ini?"

__ADS_1


📱"Kami dari tim kepolisian menyampaikan jika keluarga Anda yang bernama Ahmad Syafi'i mengalami kecelakaan."


"Apa!" pekik Arumi dan sontak bangkit dari tempat duduknya. "M—maksud Anda apa ya, Pak? Mana mungkin itu keluarga saya, Anda sudah memastikan semuanya?"


📱"Kami sudah melihat kartu identitas korban, dan sebelum di larikan ke rumah sakit, korban memanggil nama Arumi. Saya melihat ponsel korban dan mengambil kartunya, lalu mencari nama kontak Anda untuk menentukan kabar duka ini."


Lutut Arumi lemas, tubuhnya gemetaran dan matanya sudah memerah. "Lalu, lalu dimana Mas Ahmad sekarang, Pak?'' tanyanya dengan suara bergetar.


📱"Korban berada di rumah sakit Cempaka kota J."


"Baik, kalau begitu saya akan segera kesana. Terima kasih atas informasinya, Pak." ucap Arumi terburu-buru dan dia langsung pergi untuk menemui sang pemilik toko yang rumahnya tidak jauh dari sana.


Beberapa saat kemudian.


Setelah mendapatkan izin, Arumi bergegas mencari taksi dan mengatakan tempat tujuannya. Di dalam taksi itu, dia berdoa agar Ahmad bisa selamat dan baik-baik saja.


"Ya Allah, hamba mohon selamatkan Mas Ahmad. Jangan ambil dia dari hidup hamba ya Allah, hanya Mas Ahmad yang selalu ada di samping hamba, menemani hari-hari hamba, dan memberikan perhatian lebih. Tolong selamatkan dia ya Allah,'' Arumi menangis terisak dalam diam.



__ADS_1


TBC


__ADS_2