
Setelah selesai mandi dan memakai pakaiannya, Naya keluar dari kamar menuju dapur untuk membuatkan minuman dingin pelengkap untuk mereka makan kue nanti sembari menunggu farel selesai mandi dikamar mandi atas.
saat sedang asyik mengaduk sirup buatannya tiba tiba handphone yang berada di saku cardigannya bergetar menandakan ada pesan masuk dengan segera Naya mengambil handphonenya dan melihat siapa yang mengirimnya pesan ternyata sipengirim pesan tersebut adalah Nina sahabat Naya.
Assalamualaikum nay,
Lo ada dirumah ga?
gue bosen nih pengen
main dirumah lo.
Waalaikumsalam nin
Aku ada dirumah,
Sini main aja
oke, dirumah lo sama farel kan?
iya
Oke otw
Hati hati
Siap.
Naya meletakkan kembali handphonenya disaku cardigan lalu mengambil beberapa gelas dan menaruhnya dinampan baru Naya membawa nampan berisi minuman dan kue yang dia buat menuju ruang tamu.
sesampainya diruang tamu ternyata farel sudah berada disana sembari berbaring disofa.
"mas, Nina mau main kesini gapapa kan?" farel bangkit dari tidurnya lalu duduk berdekatan dengan Naya.
" Nina sahabat kamu itu kan? Gapapa kok" ujar farel sembari terus menerus mengelus pipi Naya. Sedangkan naya kini ia sudah membenamkan wajahnya di dada bidang sang suami dengan tangan yang senantiasa melingkar di pinggang farel.
" umumuu istrinya aa farel manja ya ternyata"
__ADS_1
" apaan sih mass" Naya yang kesal pun mencubit perut farel dengan keras yang membuat sang empu meringis kesakitan.
tok tok tok
suara ketukan dipintu mengalihkan pandangan mereka berdua dengan segera Naya beranjak dari duduknya dan membukakan pintu yang ia yakini orang itu ialah Nina sahabat Naya.
"assalamualaikum nay nay cantikk" salam Nina dengan senyum yang mengembang.
"waalaikumsalam ninn, ayo masuk " ajak Naya, lalu mereka berdua berjalan keruang tamu dan duduk disofa dengan Naya dan farel yang duduk bersebelahan dan Nina yang duduk sendiri didepan mereka.
"ini nay, tadi aku mampir ke MCD dulu, dimakan ya nay, kak" ujar Nina sembari meletakkan makanan cepat saji yang ia beli tadii.
"eh gausah repot repot segala loh nin, nih aku juga tadi habis buat kue sama mas farel" ujar Naya.
"ga ngerepotin kok, kan tambah enak kalau ngumpul gini banyak makanannya hehe"
"nah saya setuju sama kamu nin" sahut farel kegirangan. Naya hanya geleng geleng kepala melihat tingkah laku suami serta sahabatnya yang bisa dibilang sefrekuensi.
(Contoh kue yang dibuat Naya sama farel)
mereka bertiga kini asyik berbincang bincang mulai dari pengalaman mereka saat masih SMA hingga lulus kuliah, farel juga kini sudah nampak akrab dengan Nina. Tak terasa hari sudah hampir magrib Nina memutuskan untuk langsung pulang, setelah Nina pulang naya dan farel kini menuju kekamar untuk melaksanakan sholat magrib berjamaah.
"shadakallahulazim, mas Naya langsung kebawah ya mau masak buat makan malam" ujar Naya setelah meletakkan Al-Qur'an ke atas meja dan melepaskan mukenanya.
" Iya nay, maaf ya mas gabisa bantu soalnya mau ngulang buat ngajar besok" ujar farel
"iya gapapa mas" Naya berlalu pergi keluar dari kamar dan menuju dapur untuk memasak makan malam mereka berdua.
setelah makanannya matang Naya kembali kekamar untuk mengajak sang suami makan malam bersama.
"mas, ayo makan dulu" ajak Naya
"iya" sahut farel lalu berjalan keluar kamar dengan tablet yang senantiasa berada digenggamannya diikuti Naya dibelakang.
selesai makan bersama naya membereskan piring bekas mereka sedangkan farel kini sibuk kembali dengan tablet ditangannya.
Naya yang telah selesai mencuci piring dan membereskan dapur kembali menuju kamarnya dan segera mandi untuk menyegarkan badannya.
__ADS_1
Tak lama setelah Naya masuk kekamar farel juga ikut masuk kedalam kamar dan meletakkan tabletnya dimeja kemudian rebahan diatas kasur sambil memainkan handpone.
Naya yang sudah selesai mandi langsung keluar kini ia tidak memakai baju dikamar mandi karen ia lupa mengambil baju Naya keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang menampakkan paha putih mulusnya.
"astaghfirullah mas sejak kapan disitu" Naya terjingkat kaget tak kala melihat farel yang kini sudah terduduk dengan tegap sambil menatap kearahnya dengan tatapan yang sulit diartikan, farel beranjak dari duduknya dan menghampiri Naya lalu berbisik.
" Naya, apa boleh mas mengambil hak yang seharusnya mas ambil?" Tanya farel sembari berbisik ditelinga Naya, yang berhasil membuat bulu kuduk Naya berdiri, mendengar pertanyaan seperti itu membuat jantung Naya berdetak tak karuan setelah sekian lama terdiam naya membalas ucapan farel dengan anggukan dikepalanya.
"i-iya mas, Naya bersedia memberikan hak mas" ujar Naya berhasil mengambangkan senyuman manis farel.
"kamu serius?" Tanya farel memastikan Naya hanya mengangguk.
"ayo kita sholat dulu" ajak farel.
mereka kemudian mengambil wudhu dan melaksanakan sholat Sunnah, setelah sholat farel membacakan doa doa, kemudia ia menggendong Naya keatas kasur dan mengambil haknya.
***
"nay, sayang bangun tahajud" ujar farel sembari mengelus pipi sang istri dengan lembut, farel sudah selesai mandi ia bangun lebih awal dan segera memakaikan Naya baju agar istrinya tidak kedinginan.
"iya mas" lirih Naya sembari mencoba membuka matanya yang terasa lengket. Kemudian mencoba untuk duduk sesekali ia meringis ketika merasakan sakit.
"masih sakit? maaf ya nay" gumam farel sembari menunduk.
"eh kenapa minta maaf gapapa wajar kali sakit mas, udah kok gapapa tunggu sebentar aku mau mandi bersih dulu" ujar Naya mengelus rambut farel dengan lembut, farel hanya mengangguk, Naya pun kemudian melangkah kekamar mandi lalu melaksanakan mandi wajib setelah mandi ia memakai mukenanya dan menggelar sajadah di belakang sang suami, mereka berdua melaksanakan sholat tahajud dua rakaat dan ditutup oleh sholat witir dengan khusyuk.
"mas" panggil Naya lirih farel berbalik arah dan menatap Naya.
"kenapa hm? ada yang mengganggu fikiran kamu?"
"mas ngelakuin itu udah cinta sama nay kan? mas akan setia sama nay kan?" tanya Naya menunduk sembari memainkan ujung mukenanya, entah kenapa Naya sangat ingin menanyakan hal itu kepada farel.
" hey mas kan udah bilang mas udah jatuh hati sama kamu disaat kamu tangani mas sewaktu mas kecelakaan waktu itu, apalagi disaat mas tau kalau kamu rela mendonorkan darah kamu untuk mas, mas benar benar udah cinta sama Naya dan cinta itu datang karena Allah" ujar farel yang kini sudah menarik Naya kedalam dekapannya.
" Naya, mas menikah sekali seumur hidup dan mas janji akan setia sama kamu humairaku, ibu dokterku dan umi dari anak anakku" farel menunduk dan mengecup kening Naya dengan lembut yang mampu membuat Naya terpaku dengan pipi yang sekarang sudah merah padam.
"haha lucu, kamu cocok dipanggil Humaira karena pipinya bersemu merah"
__ADS_1
"mas, terimakasih karena sudah menjatuhkan hati mas untuk Naya, terimakasih sudah menjadi imam yang baik untuk nay dan insyaallah untuk anak anak kita juga, jujur Naya sekarang sudah mulai jatuh cinta sama mas" Naya mengeratkan pelukannya di pinggang farel.
"mas juga mau berterimakasih karena kamu mau menerima mas untuk menjadi suami kamu" mereka kini saling berpelukan membagi kehangatan yang sangat menenangkan.