
Pagi ini Naya dan farel berencana untuk pergi ke pemakaman tempat dimana Gibran beristirahat untuk selamanya.
keduanya kini sedang membeli bunga serta air yang akan digunakan untuk mempercantik makam sang sahabat.
"langsung kesana?" Anaya mengangguk, keduanya berjalan masuk kearea pemakaman, dan berdiri disalah satu makam yang bertuliskan Gibran athala bin firman athala dinisannya, dengan perlahan Naya berjongkok dan mengelus nisan tersebut sebuah senyuman terbit diwajah cantiknya.
"assalamualaikum bang gibran, naynay datang lagi maafin nay ya jarang kerumahnya bang gibran soalnya Naya sibuk hehe,oh ya Naya mau ngenalin seseorang sama abang" Naya menoleh kearah farel yang masih berdiri dibelakangnya digenggamnya tangan sang suami menuntunnya untuk ikut berjongkok disebelahnya.
Naya kembali menoleh kearah makam Gibran dengan tangan yang sibuk mengelus nisan diatasnya.
"kenalin ini mas farel suami aku, dia imam yang baik, pilihan Abi umi emang gapernah salah, mas farel sangat mencintai Naya dan naya juga sekarang sangat mencintai suami Naya tapi, bang Gibran tenang aja karena bang Gibran punya tempat tersendiri dihati naya" Anaya tersenyum dengan sangat tulus, air matanya kini sudah mengalir membasahi pipi mulusnya.
farel mengusap air mata Naya, dikecupnya kening sang istri dengan sangat lembut guna untuk menenangkannya.
"jangan nangis, bang Gibran pasti sekarang sangat senang karena wanita yang dia cintai baik baik aja" ucap farel, Naya mengangguk, mereka berdua membacakan doa untuk almarhum gibran setelah itu menaburkan bunga diatas gundukan tanah tersebut.
"terimakasih Gibran karena kamu selalu menjaga dan melindungi istri saya, tapi sekarang izinkan saya untuk menjaga,melindungi dan membahagiakan Naya, berbahagialah disana" batin farel.
"ayo pulang mas, katanya kamu mau potong rambut habis ini" ajak Naya
"iya ayo" farel beranjak berdiri diikuti Naya.
"bang gib, kita pulang dulu ya assalamualaikum" Naya dan farel melangkah meninggalkan area pemakaman dengan tangan yang saling bergenggaman.
**
farel memberhentikan mobilnya tepat di depan sebuah babershop, keduanya turun dan segera melangkah masuk ke dalam.
"kamu duduk disini aja" ujar farel sembari menuntun Naya untuk duduk di sebuah sofa yang tersedia ditempat pangkas rambut tersebut.
__ADS_1
Naya hanya menganggukkan kepalanya lalu duduk disana, farel yang melihat Naya sudah anteng di atas sofa kemudian melangkah menuju kursi yang tersedia khusus untuk para pelanggan.
Setelah beberapa menit akhirnya acara pangkas memangkas selesai, Naya berdiri dan menghampiri farel yang tengah membersihkan beberapa helai rambut yang lengket di bajunya.
"ihhh gantengg bangettt" ujar Naya sembari mengacak acak rambut sang suami.
"ohh jelas dongg" farel berujar dengan bangganya membuat Naya memutar kedua matanya malas menanggapi sikap sang suami yang kelewat pede.
"pede ck, udah selesai kan? yuk pergii nay laperr" ajak Naya yang diangguki oleh farel.
"kamu mau makan apa?" tanya farel, keduanya kini berada sebuah restauran, tadi setelah kemakam dan menemani farel potong rambut Naya mengajak farel untuk singgah disebuah cafe yang terletak tak jauh dari babershop yang mereka kunjungi tadi, padahal sebelum keluar tadi mereka sudah sarapan bersama.
"mau burger sama kentang goreng, minumnya lemon tea aja" ujar Naya dengan semangatnya.
"itu aja mbak, lemon teanya dua ya" waiters tersebut mengangguk lalu mencatat pesanan mereka dan melangkah pergi.
"kamu engga makan mas?"
farel gemas melihatnya ia mengacak pucuk kepala Naya yang berbalut hijab. Tak lama pesanan keduanya datang membuat Naya tambah bersemangat Naya memakan makanannya dengan sangat lahap hingga ia tidak sadar bahwa ada saus disudut bibirnya.
"ckck makannya sampe belepotan gini" gumam farel kemudian membersihkan sisa saus di sudut bibir Naya dengan ibu jarinya lalu menjilatnya.
Naya yang melihatnya spontan tersedak dengan makanannya sendiri. Dengan sigap farel memberikan air untuk sang istri.
"makannya pelan pelan nay, keselek kan" omel farel ketika melihat wajah Naya yang kini sudah memerah akibat tersedak makanannya.
"m-mas kamu ga jijik?"
"jijik kenapa?"
__ADS_1
"itu bekas aku kamu jilat ga jijik?"
farel tertawa pelan mendengar ucapan sang istri.
"ngapain jijik? toh aku udah ngerasain semuanya dari kamu" Naya menunduk malu mendengar jawaban farel yang bisa dibilang sangat memalukan.
setelah makan, Naya mengajak farel pergi kesuatu tempat sesampainya disana mereka langsung turun dari mobil, pemandangan disana sangat indah terdapat sebuah taman dengan berbagai macam jenis bunga dan terdapat sebuah danau yang jernih ditengah tengah taman itu.
Naya mengajak farel untuk duduk direrumputan tepat dipinggiran danau, dapat farel simpulkan pemandangan disini benar benar sangat indah dan memanjakan mata.
farel merebahkan tubuhnya direrumputan dengan paha Naya yang menjadi bantalan, sangat nyaman ditambah Naya yang mulai mengelus rambutnya dengan sangat lembut.
"nyaman banget nay" Naya tersenyum senang ternyata farel menyukai tempat favoritnya.
"ini tempat favorit aku dari pertama masuk kuliah, dulu setiap buat tugas atau waktu buat skripsi aku selalu kerjain disini" ujar Naya, taman ini benar benar asri dengan danau yang airnya jernih ada beberapa angsa yang berenang disana ditambah terdapat taman bunga disekelilingnya, dan tidak ada sampah sedikitpun disini ditambah pengunjung disini tidak terlalu ramai menambah kesan menenangkan.
"kamu bagus banget pilih tempat favorit,cantik kaya kamu" Naya terkekeh mendengar gombalan sang suami.
"nay, selalu sama aku ya? tegur aku kalau suatu saat aku ngelakuin kesalahan, pukul aku kalau aku ngebentak kamu, bilang ya kalau kamu merasa ga bahagia sama aku biar aku ngerubah diri aku menjadi lebih baik lagi agar kamu bahagia sama aku, janji ya terus sama aku sampai Allah yang memisahkan kita"
"Aku bahagia sama kamu mas, gaperlu kamu rubah diri kamu aku tetap cinta sama kamu, terimakasih sudah menjadi imam yang baik selama ini semoga kamu selalu begini sampai akhir nanti ya? aku janji akan terus sama kamu dalam suka maupun duka sampai Allah memisahkan kita."
"terimakasih banyak humairaku, Anaya shaquella" farel bangkit lalu memeluk Naya dengan sangat erat, Naya membalas pelukan farel tak kalah erat.
"l love you today and forever, meski kita nanti engga bisa sama sama lagi tapi cinta aku ke kamu engga akan pernah pudar"
Farel mengecup setiap inci wajah cantik Anaya, usapan lembut ia berikan dipunggung wanita itu, nyaman sangat nyaman tak terasa Naya tertidur dipelukan sang suami.
hari ini ditaman yang indah ini menjadi saksi bisu kedua insan yang saling berjanji untuk saling membahagiakan satu sama lain, selalu bersama hingga Allah yang memisahkan, berjanji untuk saling mencintai dengan sangat dalam.
__ADS_1
***
Bersambung....