Tentangmu, shaquella

Tentangmu, shaquella
bab 12. mimpi itu lagi?


__ADS_3

Naya berjalan dengan santai menelusuri koridor rumah sakit tujuannya adalah untuk ke kamar inap seorang gadis yang tadi siang ia tangani untuk memeriksa kondisi gadis tersebut, baru ia akan segera pulang kerumah karena jam sudah menunjukkan pukul empat sore.


"assalamualaikum" ujar Naya memberi salam, sembari melangkah masuk ke dalam ruangan serba putih tersebut.


"waalaikumsalam" Naya berjalan mendekat kearah brankar pesakitan gadis yang diketahui bernama zira tersebut dengan senyum manisnya.


"zira bagaimana kondisinya? dadanya masih sakit?" tanya Naya sambil memeriksa zira dengan stetoskopnya.


"udah engga sesakit tadi buk dokter" Naya hanya mengangguk.


"kamu harus lebih banyak istirahat ya, dan pastikan dua kali seminggu check up" gadis itu hanya mengangguk


"tapi buk dokter zira boleh pulang kan? soalnya besok zira ujian kenaikan kelas" ujar zira lesu, Naya menatap orang tua gadis itu bisa terlihat wajah kedua orang tua itu menunjukkan raut khawatir.


"boleh, tapi zira gaboleh cape cape, harus minum obatnya dan nurut sama perkataan orang tua zira mengerti?" Peringat Naya yang disambut dengan anggukan semangat dari zira.


"zira ngerti, makasih buk dokter" dengan spontan gadis itu memeluk pinggang ramping Naya membuat Naya tersentak kaget namun setelahnya ia membalas pelukan gadis itu.


"iya, sama sama nanti kalau ada yang sakit langsung bilang okei" zira hanya mengangguk.


"tidak apa apa pak buk, tapi saya harap bapak dan ibuk bisa memperketat penjagaan terhadap zira ya" ujar Naya yang mengerti arti dari tatapan kedua orang tua zira.


"baik dokter"


"untuk obatnya bisa di tebus di apotek, ini resepnya, tunggu infusnya habis baru zira boleh pulang ya?, saya pamit dulu pak buk Assalamualaikum" ujar Naya sembari memberikan selembar kertas kepada ayah dari zira.


"waalaikumsalam" Naya melangkah pergi keluar ruangan tersebut ia pergi keruang kerjanya untuk mengambil tas dan berjalan keluar rumah sakit disana naya mendapati farel yang sudah menunggunya.


"Assalamualaikum mas, maaf ya lama" Naya masuk kedalam mobil dan duduk dikursi samping kemudi.


"iya gapapa" dengan sangat tiba tiba farel memajukan tubuhnya mendekat kearah Naya, sangking dekatnya Naya dapat merasakan deru nafas farel yang berhembus dipipinya membuat bulu kuduk Naya berdiri, dengan cepat Naya memejamkan matanya.


"m-mas?" mengetahui tidak ada pergerakkan apapun dari farel refleks Naya membuka matanya dan mendapati farel yang sedang tersenyum kearahnya.


"hayo nungguin ya?" jawab farel dengan wajah tengilnya, membuat Naya mengerucutkan bibirnya kesal, namun


Cups

__ADS_1


Naya merasakan ada benda kenyal yang tiba tiba menyatu dengan bibirnya, dengan perlahan benda itu mulai ******* bibirnya dengan rakus namun sangat lembut Naya hanya bisa memejamkan matanya sambil menikmati setiap ******* yang diberikan oleh farel. Setelah dirasa puas farel melepaskan pangutan diantara keduanya ia mengelap bibir Naya menggunakan tangannya mampu membuat Naya tertunduk malu.


"biar tambah semangat" farel terkekeh melihat wajah Naya yang kini sudah memerah.


"haha lucunya istriku, ayo pulang" farel melajukan mobilnya ia menyetir dengan sebelah tangan sedangkan tangan sebelahnya dia gunakan untuk menggenggam tangan sang istri sesekali mengelus punggung tangan lembut itu.


"capek hm?"


"lumayan sih mas" farel hanya mengangguk lalu mulai fokus dengan jalanan didepannya, sedangkan naya kini dia sudah terlelap disamping sang suami.


saat tiba dirumah farel langsung memarkirkan mobilnya dan menggendong Naya yang masih terlelap, dengan sangat perlahan farel meletakkan tubuh Naya diatas ranjang dia melepaskan sepatu yang dikenakan Naya lalu hijab dan menghidupkan pendingin ruangan setelah dipastikan posisi tidur Naya nyaman farel menyelimuti tubuh istrinya lalu mengecup kening Naya sekilas.


farel beranjak pergi keluar kamar dan menuju dapur untuk menyiapkan makan malam untuk mereka berdua, selesai memasak dan mencuci piring farel pergi menuju kamar saat tiba didepan pintu kamar farel mendengar suara seperti seseorang yang sedang menangis buru buru ia membuka pintu dan berlari menuju istrinya yang tertidur dengan air mata yang mengalir.


"nay hey Naya bangun" farel menepuk nepuk pipi Naya lembut untuk membangunkan Naya yang kini sedang terisak dalam tidurnya.


"engga, engga hiks" Naya terus menangis membuat farel sangat khawatir.


"Naya, sayang ini mas bangun hei" farel terus menepuk nepuk pipi Naya namun istrinya tak kunjung bangun.


"ENGGA, BANG GIBRAN" teriak Naya seketika ia terduduk keringat dan air matanya mengalir deras dan nafasnya mulai memburu.


farel yang sejak tadi panik kini bertambah panik ketika mendengar teriakan sang istri, farel langsung menarik Naya kedalam dekapannya dielusnya punggung naya dengan lembut.


"shhtt tenang ya"


Naya semakin terisak didalam pelukan farel, dia pun membiarkan sang istri menangis didalam pelukannya dengan senantiasa mengelus punggung Anaya. Setelah beberapa menit tangisan Naya mulai mereda kini hanya terdengar isakkan kecil yang keluar dari mulut Naya.


"udah ya tenang okey, mending sekarang kamu mandi udah masuk waktu magrib" Naya hanya mengangguk, lalu beranjak dari ranjangnya menuju kamar mandi.


" bang Gibran? siapa dia? Kenapa naya sampai nangis begitu mimpiin dia?" batin farel terus bertanya tanya namun dia tak mau terus memikirkan itu, lebih baik nanti dia tanyakan saja pada istrinya.


cklek


pintu kamar mandi terbuka menampilkan Naya yang sudah lengkap dengan piyamanya.


"udah?" Naya mengangguk lalu duduk diatas ranjang.

__ADS_1


"udah mas, mas langsung wudhu aja" farel berdehem kemudian beranjak menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu sementara Naya mulai menggelar sajadah dan memakai mukenanya. Tak lama farel keluar Naya menatap farel dengan sangat intens.


"fabiayyiala irobbikuma tukadziban" lirih naya, dia sangat sangat terpana melihat penampilan farel sekarang kaus warna hitam dengan lengan pendek dipadukan dengan celana kain berwana coklat tua ditambah rambutnya yang berantakan dan basah karena air wudhu, sangat tampan nikmat Tuhan mana yang kau dustakan.


farel melirik naya yang melamun sambil memandang dirinya mengernyit heran, ada apa dengan istrinya ini.


dengan jahil farel menyipratkan air yang ada ditangannya dimuka Naya, sehingga membuat sang empu tersadar dari lamunannya.


"iya tau mas ganteng, gausah segitunya juga keli ngeliatnya" ejek farel membuat Naya menunduk malu.


" dih pede banget masnya" elak Naya, farel tertawa mendengar jawaban menggemaskan istrinya itu.


"dih tuh buktinya kamu salting liatin aku, sampe sampe mukanya merah gitu" Naya semakin menundukkan pandangannya sungguh dia sangat malu sekarang.


"ayo sholat" ajak farel karena dia sudah tidak tahan lagi menatap wajah menggemaskan sang istri.


mereka berdua kini melaksanakan sholat magrib setelah selesai dilanjutkan dengan tadarus sambil menunggu waktu isya tiba.


Azan isya berkumandang Naya dan farel segera menyimpan Al-Qur'an diatas meja lalu melaksanakan sholat isya.


"assalamualaikum warahmatullah


"Assalamualaikum warahmatullah" farel berbalik lalu menjulurkan tangannya yang langsung disambut oleh Naya dan dikecupnya sebanyak tiga kali, farel mencium kening Naya cukup lama dengan tangan mengelus elus pucuk kepala sang istri yang tertutup mukena.


"mas kamu kenapa sih suka banget ngelus kepala aku, padahal kan akunya pakai hijab" Naya bertanya pada farel.


"karena setiap mas ngelus pucuk kepala kamu rasanya damai banget, dan juga selain itu ada doa doa yang terselipkan di balik elusan mas buat kamu" Naya tersenyum mendengar penuturan indah dari sang suami, gadis itu dengan penuh keberanian mengecup rahang tegas farel.


"terimakasih, mas" bisiknya.


"makasih buat apa hm?"


"terimakasih karena sudah menjadi suami aku, terimakasih karena mau menerima baik dan buruknya aku, terimakasih sudah menjadi imam yang baik buat aku, dan terimakasih buat segalanya." Farel tersenyum, sangat tampan!


"iya sama sama sayang, mas juga berterimakasih banyak sama kamu. Mas adalah manusia paling beruntung yang bisa mendapatkan istri seperti kamu, Anaya"


****

__ADS_1


Bersambung


Follow Instagram aku @firaacaramella


__ADS_2