Tentangmu, shaquella

Tentangmu, shaquella
bab 06. pengantin baru


__ADS_3

Menit berganti menit, jam berganti jam, dan hari berganti hari. Hari ini tepat seminggu sudah pernikahan naya dan farel, keduanya sekarang sudah mulai kembali beraktivitas seperti biasanya setelah mengambil cuti seminggu.


Tidak banyak yang mereka lakukan saat cuti sebab meski libur keduanya juga harus mengerjakan beberapa pekerjaan yang memang harus di kumpulkan sesuai jadwal, seperti Naya yang harus mengumpulkan data data pasiennya pada hari ketiga pernikahannya, dan farel yang harus memberikan materi kepada dosen pengangganti setiap harinya.


Meski sama sama sibuk namun dalam waktu seminggu itu dapat mereka gunakan sebaik mungkin untuk saling mengenal satu sama lain.


Pagi ini naya sudah siap dengan jas dokternya kini ia sedang menunggu sang suami untuk sarapan bersama. Tak lama menunggu, farel kini sudah duduk tepat di kursi didepan naya hanya berjarak dengan meja makan saja, naya yang melihat kedatangan farel langsung mengambil nasi goreng yang telah dimasaknya tadi dan menaruhnya dipiring sang suami.


"Terima kasih" naya menoleh dan tersenyum tipis.


"Sama sama mas, ayo makan" farel mengangguk, dan memimpin doa. kini keduanya melahap sarapan mereka.


Setelah keduanya selesai sarapan naya langsung bangkit dan mencuci piring kotor mereka, farel ikut membantu naya.


"nanti kalau udah pulang telfon mas ya biar mas jemput" Naya hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban atas perintah sang suami.


setelah selesai mencuci piring naya mengambil tasnya dan tas milik farel lalu berjalan menuju teras. farel, lelaki itu mengikuti sang istri lalu mengunci pintu depan rumahnya kemudian ikut duduk disamping Naya yang sedang memakai sepatunya.


"udah siap?" tanya farel


"udahhh" keduanya kini berjalan masuk kedalam mobil dan segera menuju rumah sakit tempat naya bekerja.


"kamu selama kuliah gimana susah ga?" farel membuka percakapan agar suasana tidak terasa begitu canggung


"susah sih mas, tapi kalau kita jalaninnya sepenuh hati insya Allah bakal gampang" ujar naya


"mas sendiri gimana? susah ga jadi dosen? menurut aku profesi paling cape itu dosen deh, cape cape ngejelasin mahasiswa/i nya malah asik sendiri" tanya Naya.


" ya seperti yang kamu bilang tadi kalau kita mengerjakannya dengan sepenuh hati pasti bakal mudahkan, tapi nih ya menurut pengalaman aku jadi dosen itu menyenangkan karna selain membagi ilmu kita juga bisa menambah ilmu" ujar farel, Naya mendengarkannya dengan serius farel yang menyadari wajah Naya yang terlihat begitu serius langsung terkekeh gemas.


"oh ya, denger denger Abang sama kakak ipar kamu dokter juga ya?" Lanjut farel, Naya menganggukkan kepalanya berkali kali.


"iya, bang Gilang sama kak sya sama sama dokter, bang Gilang dokter bedah dan kak sya dokter anak. mereka juga kerja di rumah sakit yang sama" jelas Naya.

__ADS_1


"kamu tau, mereka itu ketemunya udah lama banget loh dari pertama kak sya jadi maba dan bang Gilang baru masuk semester dua. Disitu mereka engga sengaja ketemu karena kak sya jatuh di koridor nah Abang dateng buat bantuin kak sya, dan disitu kak sya mulai suka Abang dan berakhir ngejar ngejar Abang. Tapi Abang sama sekali engga ngerespon, pantang semangat akhirnya usaha kak sya selama bertahun tahun membuahkan hasil, dimana saat kak sya koas dan Abang udah jadi dokter disitu Abang udah mulai ada rasa sama kak sya dan berakhir mereka mutusin buat serius deh"


"oh ya?"


"iya ih, kamu ga percaya?" tanya Naya dengan memasang wajah seriusnya.


"ga usah serius gitu mukanya kaya banyak beban aja, iya iya mas percaya kok" ujar farel sembari mencubit pipi Naya.


"mas tau ga sih, mas itu nyebelin banget tau baru seminggu kita menikah aja mas udah nyebelin, nay kira kalau kita menikah karena dijodohkan pasti suaminya itu bakal cuek, datar,dingin apalagi mas yang notabenenya dosen pasti lebih cuek" cerocos Naya


"emang kamu suka mas cuek daripada gini?" Naya menggeleng


"engga deh ga enak nanti kalau kita ngobrol panjang lebar pasti jawabannya cuma hmm hmm" farel tertawa mendengar cerocosan istrinya.


"ih kok ketawa sih, nyebelin banget deh"


"iya iya maaf, udah sampai nih" Naya mengedarkan pandangannya dan benar saja sekarang mobil yang dikendarai farel sudah sampai didepan parkiran rumah sakit.


"cepet banget, yaudah deh mas aku masuk dulu kamu hati hati ya" Naya menyalimi tangan suaminya.


"iya mas, assalamualaikum" Naya berlalu keluar dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah sakit.


"Waalaikumsalam" lirih farel, kemudian ia membelokkan kemudinya menuju arah kampus.


sembari berjalan dikoridor rumah sakit Naya tiada henti mengembangkan senyumnya, ia senang karena dijodohkan dengan lelaki seperti farel.


awalnya Naya mengira setelah menikah farel akan cuek dan tidak peduli terhadapnya karena pernikahan keduanya hanya sebatas perjodohan namun siapa sangka farel justru sangat senang karena dijodohkan dengan Naya, setelah menikah farel langsung mengajak Naya untuk tinggal dirumah yang sudah ia beli saat beberapa tahun setelah ia merantau dijakarta, farel juga menyuruh Naya untuk memanggilnya dengan embel embel mas katanya supaya tidak ada kecanggungan diantara mereka, meskipun mereka belum melakukan apa yang seharusnya suami istri lakukan karena Naya yang masih takut farel sama sekali tidak mempermasalahkannya.


"oitt pengantin baru senyam senyum aja kerjaannya" senyuman Naya memudar saat mendengar suara cempreng dan tepukan dibahunya.


"iri aja jomblo" sahut naya meledek


"Astaghfirullah nay, dosa nay" Naya hanya geleng geleng kepala melihat tingkah absrud sahabatnya itu.

__ADS_1


Saat sedang asyik berbincang seorang suster menghentikan langkah mereka "permisi dokter naya, dipanggil dokter anita untuk menangani pasien"


"Baik sus, saya akan segera kesana" ujar Naya suster tersebut hanya mengangguk lalu berlalu dari sana.


"Nin minta tolong boleh? Tolong bawain tas aku keruangan ya" ujar Naya


"Oke bro aman" sahut Nina.


***


"assalamualaikum" dokter anita menoleh lalu berjalan menghampiri Naya


"waalaikumsalam nay, saya minta tolong untuk mengobati luka pasien boleh? saya sedang hamil dan merasa sedikit mual melihat darah" ujar dokter anita.


"baik dok, mendingan dokter istirahat saja" ujar naya tersenyum.


"terimakasih Naya"


"sama sama dok"


Naya melangkah menuju pasien perempuan yang sedang pingsan itu lalu dengan telaten Naya membersihkan lukanya dan mengobatinya.


"Kecelakaan?" tanya Naya pada suster yang ada disana.


"Bukan dok, Tadi kata teman yang mengantarnya gara gara dibully dok" Naya beristigfar mendengar penjelasan suster tersebut.


"astaghfirullah, jaman sekarang masih banyak ternyata kasus pembullyan" ujar Naya, suster tersebut mengangguk membenarkan.


" Lukanya sudah saya obati, saya tinggal dulu ya sus, kalau butuh apa apa hubungi saya"


"Baik dokter" Naya tersenyum lalu meninggalkan ruangan siswi tersebut.


ia berjalan menuju ruangannya setelah sampai Naya mendudukkan dirinya kesofa yang ada di ruangan tersebut.

__ADS_1


"huh aku merindukanmu, dulu kamu selalu membelaku disaat aku dibuly oleh teman teman sekolahku, sekarang aku dan kamu sudah sama sama menjadi orang hebat tapi sayang


nya kamu hanya bisa merasakan kesuksesanmu hanya sebentar" Naya menangis dalam diam.


__ADS_2