
Assalamualaikum man teman, terimakasih buat yang udah mampir dicerita ini jangan lupa ninggalin jejak dengan cara VOMEN yaaa
#typo bertebaran
Happy reading ππ
Setelah perdebatan panjang yang terjadi antara farel dan citra, kini farel sedang berlari keluar dari tempat yang baru diketahui adalah apartemen milik gadis yang baru saja tidak sengaja tidur dengannya tadi malam karena sebuah kesalahan, dengan langkah gontai farel berjalan menuju dimana mobilnya berada dan masuk ke dalam.
"arrggg anjingg, astagfirullah ya Allah kenapa bisa gini" farel memukul stir sekuat tenaga lalu menarik rambutnya sendiri, sungguh dia sangat ketakutan sekarang.
"ya Allah, Anaya maafin mas. Mas khilaf seharusnya semalam mas dirumah sama kamu kita perbaiki hubungan kita bukannya malah keluar dan meminum minuman haram itu sehingga kejadian yang sama sekali enggak mas inginkan ini terjadi" farel terisak, hatinya bagaikan ditusuk beribu belati tajam. lelaki itu tidak sanggup membayangkan ekspresi istri tercintanya jika dia mengetahui apa yang telah farel perbuat.
"ya Allah ampuni hamba, beri hamba jalan keluar dari semua masalah ini, lindungilah istri dan putri kecil hamba ya Allah" air mata tiada henti mengalir dari kedua mata lelaki yang kini kondisinya bisa dibilang jauh dari kata baik baik saja, lelaki itu menjambak rambutnya dengan sangat kuat, menampar dirinya sendiri sehingga menimbulkan bekas kemerahan.
beberapa menit farel memukuli dirinya sendiri, setelah dirasa kondisi hatinya mulai tenang ia pun melajukan mobilnya meninggalkan area apartemen.
dilain tempat Anaya yang baru sadar dari pingsannya semalam merasakan sakit yang luar biasa pada tubuhnya, sebab posisinya yang sangat tidak nyaman, dia terduduk dilantai dengan kepala yang menyandar di kasur.
gadis itu mengerjabkan matanya untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke indra penglihatannya.
"sshh ya Allah" Naya meringis ketika pusing menyerang dirinya gadis itu memejamkan matanya guna untuk menghilangkan rasa pusing yang teramat, ketika dirasa sudah lebih baik Anaya bangun dari duduknya dan melipat mukena yang digunakannya lalu mendudukkan tubuhnya di atas kasur.
"mas farel semalam engga pulang, ya Allah lindungilah suami hamba dari segala marabahaya" tangan Naya bergerak untuk meraih ponsel yang berada di atas nakas, ia ingin menghubungi sang suami namun satu notifikasi dari aplikasi WhatsApp yang masuk ke ponselnya membuat Naya mengurungkan niat untuk menghubungi sang suami dan lebih memilih membuka pesan yang dikirim oleh nomor tak dikenal.
π© 08xxx
send a picture
apartemen cempaka!!
Naya membekap mulutnya kaget, bagaimana tidak gambar yang dikirim oleh nomor tak dikenal itu ada foto farel yang sedang tertidur dengan baju terbuka dan sebagian tubuhnya tertutup selimut yang lebih membuat Naya kaget adalah terdapat seorang perempuan sedang tertidur disamping sang suami tanpa baju atasan juga sebagian tubuhnya tertutup selimut yang sama dengan farel, namun Naya tidak bisa melihat wajah perempuan itu karena posisinya yang membelakangi kamera.
"apa lagi ini" lirih Naya, air mata gadis itu sudah tak dapat lagi terbendung dia menangis dengan isakan yang amat menyayat hati siapapun yang mendengar.
__ADS_1
"hiks kuatkan hamba ya Allah, sesungguhnya engkaulah yang maha melindungi seluruh hamba-nya"
Naya terus berdzikir dan membaca shalawat, setelah dirasa hatinya sudah mulai tenang dan tangisannya yang sudah mereda Naya berjalan ke kamar mandi lalu membilas mukanya, dapat dilihat jika wajah gadis itu sangat pucat hari ini.
setelah membasuh muka Naya menuju dapur untuk memasak sarapan, beruntung hari ini hari Sabtu yang menandakan bahwa ia libur bekerja jadi tidak terlalu masalah jika dia bangun telat.
Naya hanya memasak nasi goreng dan telur ceplok untuk dirinya sendiri, gadis itu duduk dikursi lalu melahap sarapannya sambil sesekali mengelus perutnya yang sudah besar. Lagi air mata Naya jatuh tanpa izin dari sang pemilik gadis itu mengusapnya kasar namun bulir bulir indah itu tak kunjung berhenti mengalir, jadilah kali ini seorang Anaya yang dikenal ceria dan tak gampang menangis sekarang malah terisak dengan sangat pilu sembari memakan nasi gorengnya.
selang beberapa menit pintu rumah dibuka dengan kuat sehingga menimbulkan bunyi berisik, buru buru Naya menghapus air matanya dan berjalan ke depan untuk melihat siapa yang membuka pintu rumahnya dengan kasar, dada naya terasa sangat sesak ketika mendapati sosok farel yang berdiri didepannya dengan wajah datar milik pria itu.
"mas, udah sarapan?" Naya memaksakan senyumnya dan menyambut farel dengan hangat seolah tak terjadi apa apa, Naya tidak ingin membahas tentang foto tadi kerena dia belum siap mendengar beribu alasan dari sang suami.
"udah" farel menyahut dengan dingin, sorot matanya sangat tajam bagaikan belati.
"Alhamdulillah kalau gitu, oh ya semalam mas kemana? baik baik aja kan? tidurnya nyenyak kan?"
"minggir"
"SAYA BILANG MINGGIR YA MINGGIR, KAMU TULI?" tanpa perasaan farel mendorong Naya dengan sedikit keras sehingga membuat perempuan itu meringis kesakitan, namun bukannya khawatir farel justru melenggang pergi dari sana menuju kamarnya.
sesampainya dikamar farel mengunci pintu lalu menjatuhkan tubuhnya dilantai.
"maaf Anaya, maafin mas. Maaf engga bermaksud ngebentak kamu kaya tadi mas hanya merasa bersalah atas apa yang mas perbuat semalam, maaf ya Humaira" lelaki itu menangis, menyesali apa yang telah ia perbuat, andai semalam dia tidak menolong sang sahabat, andai semalam farel lebih memilih menyelesaikan kesalah pahaman yang terjadi dengan sang istri pasti semuanya tak akan terjadi, namun apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur.
Setengah jam menangisi segala perbuatannya, akhirnya farel memilih bangkit dan melaksanakan sholat taubat, mau bagaimana pun dia harus meminta ampunan pada Allah.
sholat taubat yang farel lakukan diiringi dengan isakan yang keluar dari mulut lelaki itu, hingga mengucapkan salam.
"Allaahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana'abduka wa ana'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu a'uudzubika min syarri maa shana'tu. abuu ulaka bini'matika 'alayya wa abuu u bidzanbi fahghfirlii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta."
"ya Allah hampuni hamba, hamba telah tersesat kejalan yang salah berilah hamba petunjuk kejalan yang lebih benar, ya Allah lapangkanlah hati seorang perempuan yang telah hamba sakiti yaitu hati istri hamba, lindungilah istri dan malaikat kecil yang sedang dikandungnya, hamba mohon lindungi dan sayangi mereka berdua, sesungguhnya engkaulah yang maha menyayangi dan maha melindungi"
***
__ADS_1
Malam telah tiba, naya merasa khawatir sebab dari tadi lagi farel tak kunjung keluar dari kamar bahkan hanya untuk sekedar melakukan makan siang.
setelah mengumpulkan segela keberanian dan memantapkan hatinya, Naya berjalan menaiki tangga, sesampainya didepan pintu kamar Naya mengetuk pintu itu sebanyak tiga kali.
"mas, naya izin masuk boleh?"
tak ada sahutan, namun selang beberapa detik bunyi kunci yang dibuka membuat Naya mengembangkan senyumnya dan membuka knop pintu, dia masuk kedalam kamar dan mendapati farel yang berdiri menatap dirinya.
"makan, ayo" ajak Naya, namun gadis itu tak mendapatkan respon apapun dari lelaki dihadapannya.
"Mas?" Naya tersentak kaget ketika dengan tiba tiba farel memeluk dirinya dengan erat.
"maaf, maafin mas seharusnya kemarin mas engga marahin kamu dan memilih menyelesaikan semuanya secara baik baik bukan malah pergi dan ninggalin istri mas sendirian dirumah, mas minta maaf sayang kamu boleh pukul mas sepuas kamu" lirih farel disela sela pelukannya, Naya tersenyum tipis dan membalas pelukan dari sang suami.
"iya Naya maafin, nay juga minta maaf karena pergi tanpa seizin mas dan parahnya nay pergi dengan seseorang yang bukan mahram nay, maafin nay ya mas"
"iya, sayang" keduanya berpelukan, namun tetap saja masih ada yang mengganjal dihati keduanya, farel yang memilih menyembunyikan kejadian semalam dari sang istri sehingga membuatnya merasakan sesak yang teramat, dan Naya yang memilih memendam sebuah pertanyaan dari foto yang membuatnya merasakan sakit luar biasa dihatinya.
"udah, makan dulu ayo" farel mengangguk semangat.
"kamu suapin ya?"
"iya iyaaaa, manja bangett"
"gapapa dong sama istri sendiri juga"
dannn yaa, keduanya memilih bungkam dan berbuat seolah tidak terjadi apa apa kemarin, walaupun dihati keduanya merasakan sakit yang teramat namun mereka memilih memendamnya sendiri, biarlah semuanya berlalu, biarlah mereka merasakan kebahagiaan yang mungkin saja tidak bisa lagi dirasakan kedepannya, biarlah mereka menikmati masa masa bahagianya sepasang pengantin karena ada malaikat kecil yang harus mereka bahagiakan, biarlah, biarlah semuanya berlalu begitu saja.
****
yeayy segini dulu part kali ini ada yang mau disampaikan untuk aku? Farel? Naya? Sampaikan dikolom komentar yaww, timaciiiππ
Wassalamu'alaikum...
__ADS_1