
Buat yang mungkin bertanya tanya kenapa Naya sama farel bisa langsung akrab kaya pasangan pada umumnya itu karena sikap farel yang humble, waktu awal awal nikah mereka memang agak canggung tapi farel berusaha buat bikin suasana menjadi hangat, sebenarnya Naya masih canggung dan malu tapi dia berusaha buat bikin suasana jadi hangat juga.
*
*
*
farel memarkirkan motornya tepat didepan sebuah warung yang terletak dipinggir jalan, mereka berdua langsung masuk dan duduk dimeja yang tersedia.
"permisi mas,mbak mau pesen apa?" tanya seorang wanita yang bekerja di warung tersebut.
"ayam geprek sambel ijonya satu sama teh dingin, kamu nay" ujar farel menoleh kearah Naya.
"samain aja tapi ayamnya paha ya buk" ujar Naya, wanita tersebut hanya mengangguk lalu berlalu dari sana.
"nay, ga nyangka ya kita udah seminggu menikah, kamu ga ada niatan mau liburan sekalian hanymoon gitu hehe" tanya farel cengengesan.
"kamu memangnya mau liburan?" tanya Naya balik.
"ditanya kok malah nanya balik sih" ujar farel kesal Naya hanya terkekeh ringan.
"siapa sih yang gamau liburan, apalagi kerjaan lagi mumet mumetnya" jawab Naya.
"berarti kamu mau hanymoon?" tanya farel antusias sambil terus memandangi wajah Naya yang terlihat begitu cantik.
" dih siapa yang bilang mau hanymoon kan aku bilangnya mau liburan" ujar Naya.
"ihh masa liburan doang sih ga seru ah gaada enak enaknya" sahut farel lesu, Naya yang mendengar itu langsung menggaplok lengan suaminya, karena percakapan mereka didengar oleh ibu ibu tadi yang hendak mengantarkan makanan mereka.
"wah pasutri baru toh, lagi rencanain hanymoon ya, saran ibu sih ya keluar negri biar beda vibesnya gitu tapi kalau kemahalan ke Bali aja dijamin sedap juga, semoga cepat dapat momongan ya" ujar ibu tersebut sambil terkekeh.
"Amin makasih buk sarannya" jawab farel, ibu tersebut hanya mengangguk dan pergi dari sana.
"gimana mau dapat momongan, enak enak aja belum" gumam farel pelan namun masih bisa didengar oleh Naya.
"maaf mas" lirih Naya, farel yang menyadari bahwa Naya mendengar perkataannya jadi merasa bersalah, niat hati ia hanya ingin mengode Naya siapa tau setelah sampai rumah bisa ehm ehm eh tau taunya istrinya malah bersedih.
"eh.. eh apaan sih gapapa ah aku tadi cuma bercanda, gapapa kok kalau kamu belum siap mas akan nunggu" ujar farel menenangkan istrinya.
"udah ayo makan, kamu pasti cape mau istirahat" Naya pun hanya mengangguk lesu lalu memakan makanan mereka.
__ADS_1
setelah selesai makan mereka memutuskan untuk langsung pulang kerumah karena malam semakin larut dan Naya yang terlihat sangat kelelahan, sesampainya dirumah Naya langsung menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya sedangkan farel hanya menunggu dikasur, mereka sudah melaksanakan sholat isya tadi saat perjalanan pulang.
pintu kamar mandi terbuka menampilkan Naya yang sudah menggunakan piyamanya dan duduk didepan meja rias.
"mas bantuin sisirin rambut dong, tangan nay pegel" pinta Naya,farel beranjak dari duduknya lalu berdiri dibelakang Naya sambil mengeringkan rambut Naya menggunakan hairdryer.
" jangan kebiasaan keramas malem malem nay, dingin ntar kamu bisa sakit" ujar farel.
"iya mas, tadi aku keramas karena emang rambutnya udah berminyak banget gatahan" sahut Naya.
farel mengangguk kemudian mengolesi rambut Naya dengan vitamin lalu menyisirnya sedangkan Naya ia sedang berskincare ria.
"udah siap" ujar farel tersenyum melihat rambut istrinya yang sudah rapi.
"makasih mas"
Naya berdiri lalu berjalan menuju sofa lalu duduk disana untuk menyelesaikan beberapa berkas yang belum ia selesaikan tadi, sementara farel kini ia sudah berbaring di ranjang sambil memainkan ponselnya.
" jangan deket banget mas liat handphonenya bahaya"
farel meletakkan ponselnya lalu menoleh kearah Naya "siap ibuk dokter cantik".
"kamu sini dong tiduran jangan sama berkas Mulu" Rengek farel Naya geleng geleng kepala melihat suaminya kini berubah menjadi manja, ah Naya beruntung memiliki suami yang hangat seperti farel.
"nay, cintai aku karena Allah ya. Kalau kamu belum siap jangan dipaksa tapi dicoba sedikit sedikit, aku gatau masalalu kamu gimana, tapi aku mohon untuk lupain itu dan fokus ke aku dan calon anak anak kita kelak oke?" Ujar farel sambil memeluk Naya erat.
"insya Allah mas, aku akan coba untuk mencintai mas karena Allah, dan untuk masalalu aku gaakan lagi mengingat itu" farel tersenyum mendengar jawaban Naya, ia tersenang karena istrinya sangat penurut, lemah lembut ia sangat bersyukur bisa dijodohkan dengan gadis cantik dipelukannya ini.
*
*
*
*
"nay bangun nay, udah subuh" farel sedari tadi menepuk nepuk pipi Naya namun istrinya ini tidak bangun bangun, biasanya Naya akan bangun terlebih dahulu.
"eung" Naya menggeliat tidak nyaman.
"bangun nay sholat" ujar farel lagi.
__ADS_1
"aku lagi dapet mas, engga sholat" jawab Naya serak, farel kemudian menatapnya dengan datar.
"kenapa engga bilang daritadi, mas cape bangunin kamu dari tadi buat sholat tau taunya lagi dapet" Naya terkekeh mendengar jawaban suaminya.
"ya maaf mas, dapetnya tengah malam tadi, masa aku bangunin kamu cuma buat bilang kalau aku dapet"
"ya kenapa emang, yaudah deh mas sholat dulu" farel kemudian beranjak dan melaksanakan sholat subuh dikamar sendirian karena makmum spesialnya sedang kedatangan tamu bulanan.
Naya beranjak dari tempat tidur untuk mandi, lalu membersihkan tempat tidurnya.
"mas gak ngajar hari ini? tumben belum siap siap" tanya Naya saat sampai di dapur melihat farel yang tengah bersantai sambil membaca beberapa buku.
" ngajar tapi kenanya kelas siang nanti"
Naya manggut manggut, lalu berniat membuatkan kopi susu kesukaan suaminya.
"trus ini dirumah aja sampai siang?" Naya meletakkan kopi buatannya dimeja depan farel.
"Gatau, kayanya nanti jam sembilan mau keluar lihat pembangunan cafe"
"lah kamu punya cafe?"
Tanya Naya.
"punya, tapi belum jadi" jawab farel melirik naya yang sedang asyik berkutat dengan alat alat dapur.
farel berdiri lalu menghampiri Naya dan memeluk pinggang Naya dari belakang, Naya sedikit tersentak saat merasakan ada sesuatu yang melingkar di pinggangnya.
"peluk sebentar gapapa kan nay?" tanya farel yang menyadari bahwa naya sedang kaget.
"i iya gapapa"
Naya melanjutkan acara memasaknya dengan sedikit kesusahan kerena farel memeluknya dengan erat.
"udah mas lepas dulu susah geraknya mending kamu bantuin aku masak" farel melepaskan pelukannya lalu mengangguk semangat.
"oke, marii kita masak" ujar farel semangat.
"dih, emang kamu bisa masak?" Tanya Naya meremehkan.
"kamu curigain aku? hello gess saya ini anak kost dulunya pasti bisa masak dong ya kali engga bisa"
__ADS_1
"kali aja engga enak, gitu" sahut Naya tertawa.
Mereka kemudian memasak sarapan dengan menu nasi goreng ayam crispy ala ala restoran bintang lima.