Tentangmu, shaquella

Tentangmu, shaquella
bab 07. jalan-jalan


__ADS_3

Drrttt drrtt


Naya terbangun dari tidurnya karena suara dering ponsel yang berada disampingnya, hari ini ramai sekali pasien yang harus ditangani oleh gadis itu karena beberapa dokter seniornya sedang cuti. Karena saking kelelahan wanita itu sampai tertidur diruang kerjanya untung saja ia telah melaksanakan sholat zhuhur.


Naya mengambil ponselnya lalu membuka aplikasi WhatsApp untuk mengecek siapa yang mengiriminya pesan.


Mas farel


Assalamualaikum nay


Kamu udah makan siang?


sudah sholat?


sekarang lagi ngapain?


Waalaikumsalam mas


Aku udah sholat kok


Cuma kalau makan belum hehe


ini baru istirahat


Mas farel


ck kebiasaan banget


Udah aku pesenin


Bentar lagi nyampe


Jangan lupa dimakan.


Iya mas


Makasih


Mas farel


Sama sama


yaudah kalau gitu


Mas mau lanjut ngajar dulu

__ADS_1


Tinggal satu kelas lagi


Iya mas


Semangat


Mas farel


kamu juga.


Naya mematikan ponselnya setelah membaca pesan terakhir dari suaminya,  tak sadar kini Naya sedang senyum senyum sendiri dengan wajahnya yang sudah merah merona, ah kenapa suaminya ini sangat manis kan Naya jadi gampang luluh.tak lama pintu ruangannya diketuk, Naya berjalan membukanya dan mendapati seorang satpam yang bertugas berjaga pada siang hari ini dengan sebuah kantung plastik besar ditangannya dan tersenyum lebar ke arah Naya.


"permisi, ini dokter tadi ada yang nitipin makanan buat dokter kata bapak bapak yang nganterin tadi titipan dari suami dokter"  kata satpam tersebut sambil menyerahkan kantong plastik berisi makanan kepada Naya.


"iya pak, terimakasih banyak" ujar Naya lalu mengambil kantong plastik tersebut.


"Sama sama non, kalau gitu bapak balik dulu ya"


"iya pak, hati hati" Naya berjalan masuk kembali tak lupa menutup pintu dia duduk disofa lalu memakan makanan yang telah suaminya belikan.


farel membelikannya satu porsi ayam geprek, ada salad buah serta jus mangga dan air mineral. dengan senang hati Naya memakan semuanya, memang perutnya sudah berbunyi sedari tadi namun karena padatnya jadwal pada hari ini membuatnya menghiraukan perutnya yang sudah minta diisi.


"Alhamdulillah kenyang" ujar Naya lalu membuang sampah.


setelah selesai makan Naya melanjutkan kembali pekerjaannya, menyelesaikan berkas berkas yang sudah bertumpuk akibat ia cuti selama seminggu.


jam telah menunjukkan pukul 17.30 wib yang mana sebentar lagi akan masuk waktu magrib. farel yang memang sudah pulang dari kampus lebih awal kini sedang bersantai diteras rumahnya sambil menunggu istrinya menelfon untuk dijemput.


lelaki itu duduk di teras dengan sebuah tablet dan secangkir kopi susu kesukaannya.


drrtt drrttt


bunyi handphone farel mengalihkan fokusnya dari tugas tugas yang sedang ia persiapkan untuk praktek para mahasiswanya besok hari, farel segera mengangkat telfon yang ia yakini dari istrinya.


: Assalamualaikum mas, aku udah selesai bisa jemput?


Waalaikumsalam, iya tunggu sebentar


Ya.


:Baik mas


Sambungan terputus farel bergegas masuk kedalam untuk mengambil kunci motor Scoopy kesayangannya lalu keluar tak lupa mengunci pintu dan berjalan kerumah sakit yang jaraknya memakan waktu 15 meter dari rumah.


sesampainya disana farel melihat Naya yang sedang duduk dikursi yang berada di pos satpam, Naya yang melihat kehadiran suaminya langsung bergegas menuju kearah dimana suaminya berdiri.

__ADS_1


"Assalamualaikum mas" Naya mengecup punggung tangan farel dengan lembut.


"waalaikumsalam, kok lama? Bukannya kamu pulang jam empat?" tanya farel.


"Tadi ada pasien kecelakaan, terus karena dokter senior lain lagi pada cuti jadi aku yang tangani, sebenarnya itu tugasnya dokter Anita cuma karena beliau sedang hamil dan mual ketika melihat darah jadinya minta tolong sama aku deh" jelas Naya sembari naik ke jok belakang motor farel.


" Kita ke masjid dulu ya? Bentar lagi azan magrib sekalian makan diluar aja jangan masak kamu pasti cape" ajak farel diangguki Naya.


keduanya melaju ke masjid terdekat dengan kecepatan sedang, Naya menyenderkan kepalanya di bahu sang suami sambil terus memeluk pinggang farel. Dibalik helm yang dikenakannya farel menyunggingkan senyumannya sangat manis, ia masih tidak menyangka bisa menjadi suami dari Naya orang yang dia cintai, ya, farel menyukai Naya sejak pertemuan pertama mereka dimana saat Naya mengobatinya dan dirinya yang gemar sekali menggoda perempuan itu, padahal farel terkenal dengan sifat dingin dan tegasnya.


"nay, udah nyampe ayo sholat dulu" ajak farel saat mereka sudah memasuki pekarangan masjid.


"Iya mas" keduanya turun dari motor lalu berjalan berpisah untuk mengambil wudhu.


setelah selesai melaksanakan sholat magrib kini Naya sedang duduk di tangga masjid sambil menunggu suaminya yang masih berada didalam.


"Loh dokter Naya?" sapa seorang laki laki. Naya mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa lelaki itu kemudian menundukkan kembali pandangannya.


"dokter Raka? ada apa?" tanya Naya, dirinya merasakan bahwa lelaki yang tadi berdiri dibelakangnya kini sudah duduk tepat disampingnya.


"dokter sendirian? Belum pulang? Mau saya antar?" pertanyaan Raka membuat Naya mendengus malas, Raka ini adalah salah satu dokter ditempat Naya bekerja. sejak pertama kali naya bekerja disalah satu rumah sakit dijakarta sama seperti lelaki itu,Raka selalu meliriknya diam diam membuat Naya merasa risih.


"saya sama suami saya, tidak usah repot repot" balas Naya berusaha memelankan ucapannya.


"yasudah kalau begitu permisi, dokter hati hati pulangnya" ucap Raka lalu melangkah pergi darisana, ia merasa Naya tidak suka akan kehadirannya walaupun Naya berujar dengan sopan ditambah Naya barusaja mengatakan bahwa ia sudah memiliki suami. Membuat tekadnya untuk mendekati perempuan itu hilang, Raka tidak mau di anggap sebagai pengganggu di hubungan rekan kerjanya ini.


"lama nunggunya?" farel yang tiba tiba datang dan langsung duduk tepat disebelah Naya.


"Astaghfirullah mas" kaget Naya mengelus dadanya.


"hehe kaget ya? maaf ya" ujar farel sembari mengelus pucuk kepala Naya yang dibaluti hijab.


"iya gapapa" Naya menunduk, entah mengapa rasanya wajah wanita itu terasa sangat panas.


"yaudah ayo kita cari makan" ajak farek menggandeng tangan Naya lalu berjalan menuju parkiran.


"mau makan dimana?" Tambah farel


"aku mau ayam geprek yang dipersimpangan itu aja mas" jawab Naya


"loh tadi kan mas udah beliin buat kamu?"


"pengen lagi hehe" Naya menyengir menunjukkan deretan gigi putihnya, membuat farel menggelengkan kepalanya gemas.


"Okay let's go, pegangan yang erat" ujar farel sambari menarik tangan Naya kepinggangnya. Naya hanya tersenyum melihat tindakan suaminya.

__ADS_1


Naya senang sangat senang, meskipun ia belum mencintai suaminya tetapi hubungan mereka sangat amat baik, berbeda dengan pasangan yang dijodohkan lain, disaat yang lainnya harus susah susah membuat hubungan mereka menjadi romantis Naya tidak perlu melakukan itu disaat istri istri lain sibuk membuat suaminya luluh Naya tidak perlu


juga memperlakukan itu, ia berharap semoga pernikahannya ini bisa bertahan hingga menuju Ridha sang ilahi.


__ADS_2