Tentangmu, shaquella

Tentangmu, shaquella
bab 34. kepanikan farel


__ADS_3

Assalamualaikum man teman terimakasih buat yang udah mampir jangan lupa ninggalin jejak dengan cara VOMEN yaaaaa, timaciiii


#typo dimana mana


#maaf kalau ada kata kata yang kurang mengenakkan


Happy reading 💐💗


Hujan yang tadinya turun dengan deras kini mulai mereda, yang tersisa hanyalah rintik gerimis. Meskipun hujan diluar sudah reda namun tidak dengan tangisan Anaya, bukannya mereda justru tangisan itu kini semakin menjadi jadi.


Anaya masih berada didalam taksi yang ia tumpangi tadi, entah perasaannya atau memang benar taksi ini melaju dengan sangat lambat, mungkin karena jalanan licin jadinya sang supir mengurangi kecepatan agar menghindari bahaya pikir Naya. Anaya sedari tadi fokus memerhatikan sang supir yang sesekali melirik kearahnya dan tersenyum tipis, dan juga tangannya yang sering kali hendak menyentuh paha Naya yang duduk tepat dibelakang supir taksi tersebut, hal itu sungguh membuat Naya risih dan takut, ditambah gadis itu baru menyadari satu hal janggal lainnya yaitu ini bukan arah menuju rumahnya.


"pak stop pak, saya turun disini aja" karena sudah sangat ketakutan dengan segala kejanggalan yang terjadi akhirnya Naya memutuskan untuk turun dipinggir jalan, "tapi neng, masih jauh ini" sahut supir tersebut.


"saya mau makan dulu, ini uangnya terimakasih" Naya langsung keluar ketika mobil tersebut berhenti, tanpa mengatakan sepatah katapun Naya langsung berlari menuju sebuah warung yang berada disana, setelah taksi itu menjauh baru Naya keluar dari warung tersebut dan berjalanan menelusuri jalanan yang sepi.


"Naya kuat, jangan lemah. Anak umma jangan nakal dulu ya sayang" gumamnya ketika merasakan remasan yang sangat kuat diperutnya, sungguh rasanya sangat sakit ditambah baju yang dikenakan anaya basah kuyup yang membuatnya menggigil kedinginan.


dari arah belakang sorot lampu yang berasal dari sebuah mobil mulai mendekat ke arah Naya yang berjalan dengan sangat pelan, dan mobil tersebut berhenti tepat disampingnya lalu turunlah seorang laki laki dan perempuan dari dalam mobil, mereka berdua berhenti tepat didepan Naya.


"astagfirullah dek, kamu kenapa heh, sendirian jalan kaki malam malam gini, mana bajunya basah kuyup, ya Allah" air mata yang mulai mengering kini kembali berjatuhan membasahi pipi mulus gadis itu.


"a-abang" Naya langsung memeluk lelaki didepannya ini dengan sangat erat, tubuhnya bergetar hebat. "hei, shutt udah jangan nangis" Gilang menuntun Naya untuk masuk kedalam mobil, diikuti oleh syavira yang sedari tadi memerhatikan keduanya.


"nih anaya ganti dulu bajunya, mas kamu keluar dulu gih" syavira memberikan gamis dan hijab yang selalu ia sediakan didalam mobil sebagai cadangan kepada Anaya agar perempuan itu segera mengganti bajunya yang basah, Gilang menurut dan keluar dari mobil meninggalkan dua perempuan paling berharga didalam hidupnya.


"udah? sini kakak pakein hijabnya" Naya hanya mengangguk.


"ada yang mau diceritain?"


"tapi kakak janji jangan bilang siapa siapa" keadaan Naya mulai tenang, ia sudah tidak terisak seperti tadi saat memeluk Gilang.


"kenapa begitu?"


"janji engga bilang siapa siapa, atau Naya engga cerita"


"iya oke, janji" Naya mengangguk, ia menghembuskan nafas kasar sebelum memulai ceritanya.


"jadi, tadi mas farel ajak aku keluar dan kita pergi ke cafe buat makan, nah tiba tiba ponselnya mas farel bunyi dan itu ternyata pesan dari perempuan yang katanya sahabat mas farel, aku gatau apa isi pesannya, mas farel panik sehabis baca pesan itu, dan dia kelihatan buru buru sampai nyuruh aku pulang sendiri, yaa aku ga terima dong, mas farel ninggalin aku sendiri disana cuma gara gara cewe itu yaa walaupun mungkin ada sesuatu yang penting, aku bilang kenapa harus kamu yang kesana nolongin dia? kenapa engga temennya yang lain? terus mas farel marah marah sampai bentak aku, setelah itu dia langsung pergi ninggalin aku tanpa sepatah katapun dan pesanan kita engga dibayar." jelas naya panjang lebar.


"dan kamu dipinggir jalan tadi?"


"setelah keluar dari cafe, aku mutusin buat nenangin diri di taman dekat cafe itu, pas aku mau pulang hujan turun deras banget, jadi aku hujan hujanan nungguin taksi. Untungnya ada taksi yang lewat tapi supirnya kayanya ada niatan jahat, dia bahkan engga lewat ke arah yang aku tunjuk, makanya aku mutusin buat turun dipinggir jalan, dan berakhir jalan kaki kaya gini"


"ini gaada yang kamu tutupin kan?" Tanya syavira yang mampu membuat Naya gugup, namun sebisa mungkin gadis itu menetralkan rasa gugupnya.


"engga kak" dan yaa, Anaya bohong. ia tidak ingin menceritakan tentang apa yang telah ia alami beberapa bulan belakangan ini, lebih baik ia menyimpannya sendiri daripada membuat orang lain khawatir.

__ADS_1


tok tok


keduanya kompak menoleh ka arah jendela yang diketuk dari luar, dapat mereka pastikan bahwa itu adalah Gilang, syavira langsung saja membuka jendelanya.


"udah siap?"


"udah mas" Gilang mengangguk kemudian lelaki itu masuk kedalam mobil dan duduk dikursi kemudi, "Naya kamu punya hutang cerita ya sama Abang".


"ih abang kepo banget urusan perempuan"


"heh siapa yang ajarin ngomong begitu"


ujarnya garang, Naya dan syavira terkekeh pelan melihat mata Gilang yang melotot ke arah keduanya.


"gaada yang ngajarin"


"pokoknya gamau tau ya, kamu harus cerita"


"jadi, tadi itu aku rencananya mau healing jalan jalan gitu, eh tau taunya hujan, yaudah"


"hah? udah gitu doang?"


"iya"


"suami kamu mana, mana suami kamu? Kok engga nemenin"


selang beberapa menit perjalanan akhirnya mereka sampai dipekarangan rumah Anaya dan farel, Naya melirik ke arah bagasi, ternyata mobil farel tidak ada disana yang mana menandakan bahwa suaminya masih bersama gadis itu.


"udah nyampe nih" ujar Gilang melirik ke arah Naya yang melamun.


"eh iya, makasih udah nganterin. Abang sama kakak mau mampir dulu?"


"engga deh dek, kasian si kembar cuma sama sus nya doang dirumah"


"oh oke, salam buat ponakan gumush aku, Naya masuk dulu assalamualaikum" setelah mereka berdua menjawab salamnya baru Naya turun dari mobil dan melangkah masuk ke dalam rumah.


****


pagi hari telah tiba, dan yaa semalam Anaya tidur sendirian dirumah dikarenakan sang suami yang tidak pulang entah kemana perginya lelaki itu.


pagi ini Anaya sudah lengkap dengan jas putih kebanggaannya, kakinya melangkah keluar dari ruangan yang biasa dipakai untuk berdiskusi yaitu ruang rapat, ya dirinya harus ke rumah sakit pagi pagi sekali karena ada rapat penting yang harus dihadirinya, "oitt mau kemana nih?" tanya seorang gadis yang berjalan disampingnya.


"mau ke kantin nin, kamu mau ikut?"


"hm boleh deh, yuk" keduanya kini melangkah menuju kantin rumah sakit, setelah sampai Naya segera memesan nasi goreng dan air mineral, dirinya memang belum sempat sarapan tadi pagi, setelah memesan makanan keduanya memilih duduk di bangku paling pojok.


"nay, rumah tangga lo aman kan?"

__ADS_1


"aman kok, kenapa nanya gitu?" Nina berdehem " sebelumnya maaf nih ya, tadi malam aku pergi ke tempat temen aku nih dan aku ketemu suami kamu di apartemen sama cewe, kebetulan temen aku tinggal di apartment yang sama dengan yang sering suami kamu kunjungin, dan maaf lagi nih, ini bukan kali pertama aku liat suami kamu disana dan sama cewe yang sama, kalau kamu ga percaya nih aku punya bukti" Nina menunjukkan layar ponselnya kepada Anaya, disana terdapat beberapa foto farel yang sedang berjalan berdampingan dengan seorang gadis.


Naya, gadis itu kini mulai menitikkan air matanya. Kenapa air matanya tidak habis habis padahal dari semalam ia terus menangis dan menangis.


"aduh nay, maaf banget aku engga ada niatan rusakkin rumah tangga kalian, tapi ini udah kelewat, kalau sekali gapapa lah yaa bisa dimaklumi, tapi ini?"


"sebenernya bukan itu aja yang udah dilakuin mas farel" lirih Naya


"maksud kamu?" Naya mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan pesan yang dikirim oleh nomor tak dikenal kepadanya, Nina membaca rentetan pesan itu dengan ekspresi tak percaya.


"anjing, nay ini udah kelewatan. Kamu udah ngomongin ini semua sama suami kamu?" Tanya Nina menggebu gebu, wanita itu sangat kesal, mengapa sahabatnya yang sangat lemah lembut ini harus mendapatkan sesuatu yang sangat menyakitkan, sungguh Nina juga merasakan sakit yang Anaya rasakan.


"aku belum sanggup sama semua alasan dan jawaban yang keluar dari mulut mas farel nin, aku gabisa ngebayangin sesakit apa itu semua dan aku gamau terlalu stres yang mana bakal berakibat fatal buat janin aku"


"ya tapi, dengan kamu sembunyiin gini juga bikin kamu stres Anaya"


"udah lah gausah dibahas, biar Allah yang bongkar kelakuannya dibelakang aku nanti, disaat semua itu tiba tugas aku cuma mengambil keputusan yang tepat"


"oke deh, terserah kamu. Tapi jangan terlalu dipikirin okei? aku gamau kamu kenapa napa, kalau ada sesuatu jangan sungkan buat cerita sama aku" Naya mengangguk, dengan segera ia berdiri dan memeluk Nina dengan sengat erat dibalas pelukan tak kalah hangat dari sang sahabat.


Seusai sarapan Naya kembali menjalankan tugasnya begitu pula dengan Nina. Anaya baru saja keluar dari sebuah ruangan salah satu dokter untuk memberikan data dikejutkan dengan kehadiran sang suami yang mendorong bangsal, dapat Anaya lihat raut panik di wajah sang suami.


"dokter Naya, kami butuh bantuan anda" ujar suster yang ikut mendorong bangsal tersebut dengan terburu buru.


"nay..." panggilan yang ditujukan kepadanya mampu membuat Naya menghentikan langkahnya yang hendak mengikuti bangsal tadi, ternyata seseorang yang sedang tak sadarkan diri  itu adalah citra, sahabat sang suami. Dan yang memanggilnya tadi adalah farel, sang suami.


"kenapa, mas?"farel menggenggam tangan Naya dengan sangat erat, lelaki itu memandang Naya dengan tatapan yang tak bisa diartikan, Naya kira farel memanggilnya hendak meminta maaf atas kejadian semalam.


"tolongin citra, mas mohon sangat sama kamu, selamatkan citra dia gadis yang baik engga seharusnya dia sakit kaya gini" runtuh sudah harapan Naya tentang farel yang ingin meminta maaf, lelaki itu justru memohon kepadanya untuk kesembuhan gadis bernama citra itu.


"aku usahain"


"mas mohon nay" Naya tidak menggubris, ia langsung berlari dan masuk kedalam ruang IGD tempat citra dilarikan.


****


Segitu dulu part kali ini ada yang mau disampaikan buat aku? Naya? Farel? Atau citra? sampaikan dikolom komentar yaa.


Oh yaa aku mau minta tolong sama kalian buat promosiin cerita ini yaa, makin rame kan makin semangat updatenya hehe


tag akun dibawah👇👇


Ig  @firaacaramella & @pudingstrobery


** @hiiismefira


Bay bay

__ADS_1


Wassalamu'alaikum


__ADS_2