
Assalamualaikum semua makasih buat yang udah mampir jangan lupa vote dan komen yaaa..
H
A
P
P
Y
R
E
A
D
I
N
G
ππ
Naya menatap sang suami yang sudah berlalu pergi meninggalkan area rumahnya menggunakan mobil, Naya hanya mengintip dibalik gorden kamarnya yang menghadap kearah gerbang ketika mobil sang suami sudah menghilang Naya menutup kembali gordennya dan berjalan kearah dapur untuk memasak makanan yang akan dimakan malam ini bersama farel.
Setibanya didapur naya langsung menjepol rambutnya tinggi tinggi dan memakai apron, ia mengeluarkan bahan bahan yang akan digunakan untuk memasak makanan sederhana untuk mereka berdua, Naya mulai bertempur dengan bahan bahan masakan dengan sangat lihai terlihat seperti chef terkenal.
"ah akhirnya jadi juga, udah azan mari kita sholat" selang beberapa lama Naya selesai dengan pertempurannya didapur ia segera melangkah menuju kamarnya untuk melaksanakan sholat magrib.
setelah sholat magrib Naya melanjutkan dengan acara tadarusan sambil menunggu waktu isya dan menunggu suaminya pulang, hingga azan isya sudah berkumandang farel tak kunjung pulang ia pun bangkit lalu melaksanakan sholat.
"assalamualaikum warahmatullah
assalamualaikum warahmatullah"
"astagfirullah halazim allazi lailahailla huwal hayyul kaiyuma waatubuilaih" selesai melangsungkan sholat naya berzikir sembari melantunkan shalawat.
Sepuluh menit sudah Naya berzikir dan bershalawat kini ia bangkit lalu melipat mukena serta sajadah yang ia gunakan lalu berjalan turun menuju meja makan, Naya duduk disana lalu mengambil ponselnya untuk menghubungi sang suami yang hingga saat ini tidak terlihat batang hidungnya.
***
__ADS_1
sedangkan dilain tempat farel sedang berada didalam apartemen milik citra
setelah membelikan gadis itu makanan dan mengantarkan kedalam apartemen citra farel malah disuguhi pemandangan sosok gadis yang terduduk didepan pintu kamar dengan dahi yang mengeluarkan sedikit darah, farel yang melihat itu sontak langsung mengangkat gadis itu dan mendudukkannya disofa.
"kenapa bisa jatoh gitu cit?" tanya farel setelah mendudukkan citra di sofa farel melangkah ke arah dapur dan mengambil kotak p3k yang terletak di sana setelah itu dirinya duduk tepat disamping citra lalu mengobati luka yang berada di dahi citra dengan sangat telaten.
"kaki aku sakit banget keseleo tadi kirain kalau udah dikasih minyak sedikit bakalan sembuh eh ternyata engga, trus aku bosen dikamar terus, mau keluar tiba tiba pas nyampe depan pintu kakinya kesandung meja jatoh deh akhirnya" jelas citra panjang lebar sambil menatap farel lamat lamat, gadis itu mengerucutkan bibirnya.
"ck, mana kakinya biar aku urut aja atau mau kerumah sakit aja?" citra sontak menggeleng keras hingga rambutnya yang tergerai rapi kini menjadi berantakan.
"gamauuuuu, kamu kan tau aku paling engga suka kerumah sakit dari duluu" rengek citra sambil menarik narik Hoodie yang farel kenakan.
"yaudah aku urut aja" farel mengambil karet yang berada diatas meja lalu berdiri dibelakang citra dan mengumpulkan rambut indah citra menjadi satu dan mengikatnya.
lalu farel duduk kembali disofa disamping citra dan menyuruh gadis itu agar duduk berhadapan dengannya, farel menarik kaki citra ke pangkuannya lalu mengoleskan minyak kayu putih dan mulai memijat kaki mulus yang agak membengkak itu.
"awshh pelan pelan rel sakitt" ringis citra ketika farel menekan area kakinya yang bengkak.
"iya iya bawel" farel kembali mengurut kaki gadis itu dengan lembut.
"huh udah nih, lain kali kalau jalan itu hati hati" omel farel, dirinya menatap citra yang juga sedang menatapnya.
"engga, ga mungkin ada" batin farel.
citra mengamati gerak gerik lelaki itu sambil tersenyum tipis, farel memang sosok suami idaman. Akhlaknya yang sopan dan perhatian, seluruh ucapan yang keluar dari mulut lelaki itu mengalun dengan indah dan baik, citra mengakui bahwa farel sangatlah sempurna. tak lama citra melihat farel kembali berjalan ke arah sofa sembari membawa piring.
"nih aku udah beliin nasi goreng telor ceplok sama green tea kesukaan kamu" farel mengambil bungkusan yang ia bawa tadi lalu membuka salah satu bungkusan yang berisi nasi goreng dan memindahkan nasi goreng tersebut ke piring yang ia bawa tadi, setelah selesai ia mengambil bungkusan satu lagi yang berisi green tea membuka bungkusan itu dan menusukkan sedotan.
"Sini aku suapin, baca doa dulu" citra mengangguk lalu membaca doa farel memerhatikan citra yang sedang berdoa senyuman miring terukir dibibirnya hanya sebentar karena citra selesai berdoa dan membuka matanya, farel langsung saja menyuapi citra sedikit demi sedikit sehingga nasi goreng yang ia beli telah habis tak tersisa.
"Alhamdulillah kenyang" citra mengelus perutnya yang sedikit membuncit sambil menyenderkan kepala kesofa, farel menggelengkan kepalanya melihat tingkah gadis didepannya tersebut.
"rel aku mau jalan jalan cari angin gitu, mau temenin ga?" farel menoleh kearah citra yang kini sudah menatapnya dengan tatapan penuh harap.
"iya boleh, tapi bentar aja ya" citra mngangguk semangat tiba tiba ponsel yang berada disaku celana milik farel berbunyi, dengan segera farel mengambilnya.
farel menepuk dahinya kuat saat menatap layar ponsel miliknya disana tertera nama sang istri yang sedang menghubunginya
"ya Allah, maaf Naya aku lupa" batin farel.
Farel buru buru mengangkat panggilan dari sang istri dan menempelkan benda pipih itu ke telinganya.
π Naya: assalamualaikum mas, dimana udah pulang?
Waalaikumsalam, aduh sayang
__ADS_1
Maaf ya mas lupa ngabarin kamu
Mas kayanya pulang telat deh
Masih banyak urusan disini, maaf ya
πNaya: iya gapapa mas
Yaudah kalau begitu
Naya matikan dulu
hati hati ya.
iya, sekali lagi maaf ya sayang
π Naya: iya, yaudah kalau gitu
Nay tutup dulu assalamualaikum
Waalaikumsalam sayangku.
setelah sambungan terputus farel kembali memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.
"Maaf Naya, maafkan mas, mas sudah terlanjur berjanji sama dia engga mungkin mas batalin gitu aja, mas takut nanti dia pergi keluar sendiri dengan keadaan kaya gitu" farel menatap ponselnya dengan tatapan bersalahnya.
"disuruh pulang ya? pulang aja rel kasian istri kamu nungguin dirumah sendirian aku bisa pergi sendiri kok" farel menggeleng mendengar penuturan citra.
"no no apaan pergi sendiri kamu lupa dulu kamu hampir diculik gara gara keluar malam sendirian apalagi kamu masih baru disini"
"tapi kamu kan disuruh pulang"
"engga Naya cuma nanya aku dimana, yaudah deh ayo cepet" citra mengangguk kemudian berdiri diikuti farel mereka berdua pergi keluar dari apartemen tak lupa citra mengunci pintu apartemennya.
****
Makasih buat yang udah kasih like dan komen, sampai jumpa di episode berikutnya...
Jangan lupa follow ig aku @firaacaramella
Dan tiktok aku
@hiiismefira
Baybbay
__ADS_1