
Assalamualaikum man teman, terimakasih buat yang bersedia baca cerita aku yang agak berantakan ini semoga suka yaaa
*
*
*
Hari berganti hari, Minggu berganti Minggu kini dan bulan berganti bulan kini sudah genap empat bulan Naya dan farel menikah dan hubungan mereka pun kini sangat dekat layaknya sepasang suami istri yang sangat mencintai satu sama lain, Naya juga perlahan sudah mulai luluh dengan segala perlakuan manis farel kepadanya, setiap tutur kata yang farel keluarkan mampu membuat jantung Naya terasa berdebar debar.
Hari ini adalah hari sabtu yang menandakan hari libur untuk para siswa/i, pekerja kantoran dan lainnya. Begitupun dengan naya dan farel sepasang suami istri itu sedang menikmati akhir pekan mereka dengan bersantai santai dirumahnya.
pagi ini Naya dan farel sedang bersantai diruang keluarga dengan farel yang tiduran disofa dengan bantalan paha Naya, mereka sedang menonton siaran di televisi.
Naya mengelus rambut hitam legam farel dengan lembut, sesekali gadis itu menarik rambut sang suami hingga sang empu meringis kesakitan. Kemudian dirinya membolak balik siaran televisi didepannya namun satupun tak ada yang menarik.
"mass bosannn" rengek naya dengan wajah menggemaskannya mampu membuat farel terkekeh gemas dan langsung mencubit hidung mancung istrinya.
"bosan? buat kue yuk" ajak farel, wajah naya kini berubah sumringan.
"Ayooo" farel bangkit duduk dan langsung mencium pipi sang istri.
"eh tapi bahan bahannya engga ada"sambung naya.
"kita beli ayo" farel berdiri lalu mengambil kunci mobilnya.
"eh tapi aku belum ganti baju" ujar naya sambil melirik pakaian yang ia gunakan hanya kaus lengan pendek dipadukan dengan cardigan berwarna pink rok putih dan hijab instan berwarna senada dengan cardigan.
"gapapa udah bagus itu, deket juga pakai masker aja, nih" ujar farel memberikan sebuah masker kepada Naya dan langsung dipakai oleh naya.
"Okey let's go" seru naya berdiri lalu berjalan keluar sambil menggandeng tangan farel menuju garasi tak lupa ia mengunci pintu rumahnya.
**
__ADS_1
Sesampainya di supermarket terdekat naya dan farel langsung masuk dan mencari bahan bahan untuk membuat kue mulai dari tepung, mentega,telur, dan lainnya. setelah semuanya terbeli mereka menuju kasir dan membayar belanjaan mereka. Saat hendak menaiki mobil Naya melihat seorang ibu ibu dan anak kecil yang usianya bisa terbilang baru menginjak lima tahun sedang duduk disamping pintu masuk supermarket.
"mas tunggu sebentar ya, naya mau kesana dulu"
"iya hati hati" setelah mendapat jawaban dari farel Naya berjalan menuju ibu dan anak tersebut lalu berjongkok didepan mereka.
"Assalamualaikum ibu adek" salam naya.
"Waalaikumsalam neng" jawab sang ibuk naya tersenyum lalu menatap anak kecil didepannya.
"adek mau makan es krim ga?" tanya naya lembut.
"mauuuu" seru anak kecil itu gembira yang berhasil membuat Naya merasa sangat senang.
"tunggu disini sebentar ya, kakak beliin" ujar Naya lalu berjalan masuk kedalam.
didalam naya bukan hanya membeli es krim melainkan ia membeli beras, minyak dan beberapa sembako lainnya ditambah dengan beberapa cemilan untuk anak kecil tersebut saat sudah selesai membayar naya kembali berjongkok dihadapan sang ibu lalu menyerahkan dua paper bag berisi sembako yang telah ia beli.
"ya Allah terimakasih banyak neng, neng baik banget semoga Allah selalu melindungi neng dan keluarga" ucap ibuk itu memeluk naya.
"Amiin sama sama ibuk"
Naya beralih ke anak kecil disamping ibuk tersebut lalu menyerahkan sebuah paper bag kepada anak kecil itu sambil tersenyum.
"Ini buat adek, semoga suka ya" ujar Naya mengelus rambut sang anak.
"terimakasih banyak kakak cantikkk" soraknya dan langsung berhambur kepelukan naya.
"iya sama sama, kalau gitu kakak pamit dulu ya buk, dek Assalamualaikum" ujar naya melepas pelukan mereka lalu berjalan kearah mobil dimana farel yang sedang menunggunya.
"waalaikumsalam,hati hati kakak cantik" teriak anak kecil itu dibalas dengan anggukan oleh Naya.
disisi lain farel yang memerhatikan gerak gerik istrinya tiada henti terkagum kagum, senyuman farel tiada lentur sedikit pun daritadi.
__ADS_1
"tidak salah lagi mengapa aku bisa jatuh cinta sama kamu padahal kita baru pertama kali bertemu, terimakasih ya Allah sudah mengirimkanku bidadari seindah ini" gumam farel.
Naya masuk kedalam mobil lalu duduk dikursi disamping kemudi lalu memasangkan seatbelt.
"maaf ya mas lama" ucap Naya menatap farel tidak enak hati karena suaminya telah menunggu lama.
"engga apa-apa, yuk pulang buat kue atau kamu mau mampir kemana dulu?" Tanya farel mengusap kepala Naya dengan lembut.
"langsung pulang aja mas, nay mau buat kue spesial" ujar Naya antusias yang berhasil membuat farel mengembangkan senyumannya lagi.
"Siap humaira" seru farel berhasil membuat pipi Naya terasa sangat panas.
farel hanya tertawa ringan saat melihat pipi istrinya sudah merah padam.
sesampainya dirumah farel memarkirkan mobilnya digarasi lalu mengambil kantung belanjaan mereka, sedangkan naya setelah membuka pintu ia langsung saja menuju dapur dan menyiapkan alat alat.
"mulai sekarang?" tanya farel sembari meletakkan kantung belanjaan mereka keatas meja, Naya hanya mengangguk lalu memakai celemek agar pakaian yang ia gunakan tidak kotor, setelah itu Naya memasangkan celemek untuk farel.
kini sepasang suami istri itu sibuk berkutat dengan bahan bahan untuk membuat kue resep dari you tube. saat sedang fokus dengan adonan tiba tiba sebuah tangan berada di pipinya dengan usil farel menyolek pipi Naya menggunakan tepung dengan kesal Naya menoleh lalu membalas menyolek mentega dihidung mancung farel.
"ihh mass curang dehh" ujar naya kesal karena sedari tadi ia berusaha menangkap farel tetapi tidak bisa bukannya bisa membalas perbuatan farel kepadanya naya justru merasa sangat kesal karena farel yang tiada henti mencolekkan tepung diwajahnya yang berhasil membuat wajah Naya penuh dengan tepung.
"biarin wlee" ejek farel, karena terlampau kesal naya meraih sebuah spatula lalu menggeplak lengan farel dengan kuat mampu membuat farel meringis kesakitan, Naya tertawa puas setelah ia berhasil membuat farel kesakitan.
"astaghfirullah nay, kamu kdrt" ujar farel sembari terus mengelus lengannya.
"engga peduli wlee" ejek Naya yang mendapat cubitan keras dihidungnya.
"sakitt ihh" rengek Naya, farel tertawa kini keduanya kembali sibuk dengan olahan kue yang mereka buat, beberapa menit kue yang mereka panggang dioven kini sudah matang farel bergegas mengeluarkan kue tersebut lalu meletakkan dimeja, kini tinggal tugas Naya yang mengias kue tersebut agar lebih cantik dan menarik.
setelah semuanya dihias, Naya memindahkan kue tersebut kepiring lalu menaruhnya kedalam kulkas agar coklat hiasannya mengeras
"selesaii, ayo mandi dulu baru kita eksekusi kuenya" ujar naya diangguki farel.
__ADS_1