Tentangmu, shaquella

Tentangmu, shaquella
bab 30. apa ini?


__ADS_3

Assalamualaikum man teman terimakasih buat yang udah mampir jangan lupa vomen yaa


Happy reading๐Ÿ’๐Ÿ’—


"rel" farel, lelaki itu baru saja selesai mengajar mata kuliahnya hari ini. niat hati ingin langsung menuju kantin karena ia memiliki janji bersama sang istri untuk makan siang dikantin kampus sebab, sang istri sedang melakukan kunjungan ke puskesmas dekat dengan kampusnya berada untuk melakukan sebuah program kesehatan.namun sebuah suara yang memanggil namanya membuat langkah lelaki itu berhenti dan menoleh ke arah asal suara.


"hallo ibuk citra" sapa farel, seseorang yang memanggil farel ialah citra, gadis itu berjalan mendekat ke arah farel dengan senyuman manis yang senantiasa menghiasi wajah cantiknya. "masa panggil ibuk sih" ujar gadis itu dengan bibir cemberut.


"yaa kan kamu ibuk dosen, dosen sama mahasiswa lain juga manggil kamu ibuk citra kan?"


"iya sih, ihhh tapi masa kamu ikut ikutan sama mereka sih"


"loh emangnya kenapa?"


"gamau ihh, gasukaaaaaaa" dengan kesal gadis itu menjewer telinga farel.


"aws sakitt woi, lepasin ah"ย 


"cielah pak, buk kalau mau bucin mah jangan disini. engga kasian sama kita yang jomblo" keduanya menoleh ke arah sumber suara, disana terdapat dua orang mahasiswi yang menatap kearah mereka dengan tatapan mengejek.


"siapa yang ngebucin coba" gumam farel, namun masih bisa didengar oleh ketiganya.


"ya bapak lah yang ngebucin, emang siapa lagi, masa kita berdua hidihhh ngerii. udah ah kita gamau ganggu orang yang lagi ngebucin, permisi bapak ibuk" setelah mengatakan itu kedua mahasiswi tadi pun pergi meninggalkan farel serta citra disana yang menatap keduanya dengan pandangan aneh.


"PAK FAREL AWASS, TIANG POSTERNYA MAU ROBOH" teriakan menggema itu membuat kedua insan yang sedari tadi melamun terkaget, keduanya menoleh ke atas, ternyata benar tiang poster yang berada disamping mereka berdiri roboh. dengan sekuat tenaga farel mendorong citra untuk menjauh dari sana agar tidak terkena besi yang roboh itu, namun kini justru farel lah yang terkena besi itu, sehingga membuatnya terjatuh dan besi itu menimpa bahunya.


"astagfirullah hal'azim" Naya sedari tadi sudah berada disana melihat suaminya yang sedang bercanda tawa bersama seorang perempuan yang tidak begitu ia kenal siapa dibuat kaget dengan kejadian barusan.


para mahasiswa yang melihat kejadian itu langsung saja membopong tubuh farel yang sudah tak sadarkan diri menuju ruang kesehatan, Naya mengikuti mereka dengan tergesa. Hatinya terasa sakit karena melihat kedekatan suaminya dengan wanita lain sampai sampai dianggap mereka memiliki hubungan oleh orang lain, namun semua itu tergantikan dengan rasa khawatir yang teramat.


sesampainya diruang kesehatan farel segera dibaringkan dikasur yang tersedia disana, dengan citra yang duduk disampingnya sambil mengelus rambut hitam lebat farel, Naya yang melihat hal itu tak bisa mengelak bahwa hatinya terasa sangat sakit.


"maaf buk, dokter dan penjaga ruang kesehatan sedang keluar karena ini jamย  makan siang, jadi bagaimana ini?" citra menatap kearah mahasiswa yang membantu membopong tubuh farel tadi dengan tatapan khawatir, mereka yang berada didalam ruangan itu belum menyadari akan kehadiran anaya.


"permisi, perkenalkan saya Anaya istri dari pak farel dan kebetulan saya seorang dokter. Jadi suami saya biar saya yang tangani" keduanya menoleh kearah Anaya yang kini sudah berada dibelakang mahasiswa tadi.


"apakah omongan anda bisa kami percaya?" tanya mahasiswa itu, Naya tersenyum tipis lalu mengeluarkan kartu tanda pengenalnya. "ini kartu tanda pengenal saya, anda bisa liat sendiri profesi saya apa. Dan ini bukti bahwa saya adalah istri sah dari pak farel anda bisa liat benda yang sama dijari manis beliau" ujarnya lalu memperlihatkan jari manisnya yang terdapat cincin pernikahan, lalu menunjuk jari manis farel yang juga memiliki cincin yang sama.


"baiklah, kita percaya silahkan anda mengobati pak farel" lagi lagi Naya tersenyum manis dan menatap citra "untuk mengobati luka di bahu pak farel saya harus membuka kemeja yang beliau kenakan, bisakah kalian keluar? karena saya tidak ridha tubuh suami saya dilihat oleh seseorang yang bukan mahramnya" ujarnya tenang, citra kembali menatap Naya dengan tatapan kesal dan tanpa permisi ia langsung melangkah keluar diikuti oleh mahasiswa tadi.


Dengan perlahan Naya membuka kemeja yang dikenakan oleh suaminya yang kini sudah dipenuhi oleh darah, lalu dengan telaten naya mengobati luka di bahu serta lengan sang suami setelah itu ia melilitkan perban agar lukanya tertutup, Naya merogoh isi tasnya mencari kaus yang selalu dia bawa kemana mana, dan memakaikan kaus itu pada sang suami yang kini sudah sadar dari pingsannya.


"nay" Naya hanya berdehem menjawab panggilan dari sang suami, jujur dia merasa kesal dan marah kepada lelaki yang kini sudah terduduk diatas kasur.


"kenapa jawabnya gitu"


"kinipi jiwibnyi giti, lain kali kalau ada suatu hal yang berbahaya pikirin diri sendiri dulu, aku tau niat kamu baik mau nolongin dia tapi kalau ujung ujungnya kamu ikut terluka kaya gini sama aja dengan menyusahkan diri sendiri dan orang lain" omel Naya bahkan sangking kesalnya Naya meninju kecil perut farel.


"maaf"


"iya, yaudah kalau gitu aku mau balik ke rumah sakit lagi soalnya sepuluh menit lagi ada jadwal operasi" Naya melirik jam yang melingkar ditangannya lalu kembali menoleh kearah sang suami dan mengelus pipi farel lembut.

__ADS_1


"tapi kamu belum makan siang" ujarnya menyadari bahwa kehadiran Naya disini hanya untuk melakukan makan siang bersama.


"udah gapapa nanti aku makan disana, kamu jangan lupa makan siang dan hati hati pas pulang, aku pamit Assalamualaikum" Naya mencium punggung dan telapak tangan sang suami sebanyak tiga kali setelah farel menjawab salamnya ia kemudian melangkah pergi meninggalkan area kampus.


***


sekarang jam sudah menunjukkan pukul 17.30 dan Naya baru saja keluar dari ruang operasi, ia mengemasi barang barangnya dan berjalan menyelusuri koridor rumah sakit menuju parkiran "dokter Naya" langkah Naya berhenti ketika seorang laki laki berjas putih sama dengannya berjalan menghampiri dirinya.


"iya, kenapa?"


"hm, jadi gini besok hari milad umi saya dan saya ingin memberikan beliau hadiah tapi saya bingung ingin beli apa jadi saya ingin minta tolong sama dokter naya untuk menemani saya membeli hadiah" Naya terdiam sejenak memikirkan jawaban, ia ingin meminta izin terlebih dahulu kepada sang suami namun baterai ponselnya sudah habis total sehingga membuat ponselnya mati.


"boleh, ayo" setelah beberapa detik berfikir akhirnya Naya menyetujuinya.


Naya mengikuti langkah kaki dari dokter yang diketahui bernama raka itu menuju parkiran dan menemani lelaki itu untuk membeli hadiah, tepat pukul 19.00wib Naya baru sampai dirumah setelah diantar oleh lelaki itu, setelah berpamitan ia melangkah masuk kedalam rumah yang ternyata sudah ada farel yang menunggunya.


"habis darimana?" ujar lelaki itu dingin, tatapannya menajam farel tak sengaja mengintip Naya yang sedang berbincang dengan seorang lelaki tadi, ditambah terdapat sebuket bunga mawar putih digenggaman wanita itu.


"assalamualaikum" salam naya, ia hendak mencium punggung tangan sang suami namun langsung ditepis oleh farel, kondisi hati lelaki itu mulai memburu sekarang.


"waalaikumsalam, jawab pertanyaan saya tadi Anaya"


"habis nemenin dokter Raka, soalnya beliau minta tolong untuk carikan hadiah buat uminya"


"lalu bunga ini?"


"tadi pas lagi beli buket buat uminya dokter Raka aku juga lagi liat liat bunga dan kayanya beliau tau kalau aku suka bunga ini jadi beliau beliin buat aku sebagai ucapan terimakasih, awalnya aku nolak tapi beliau tetap kekeh"


"kamu lupa kalau punya suami? Kenapa engga minta buat dibeliin kenapa harus terima dari lelaki lain? dan satu lagi kenapa engga ngabarin apa apa hah? kamu tau saya capek keliling rumah sakit buat cariin kamu" suara farel kini mulai meninggi sehingga membuat Naya menunduk takut.


"banyak alasan, KAMU Pikir SAYA ENGGA CEMBURU LIAT KAMU JALAN SAMA LELAKI LAIN DAN KAMU TIDAK MENGABARI SAYA SAMA SEKALI, KAMU Pikir SAYA ENGGA MARAH HAH??!!" Naya tersentak kaget karena bentakan yang keluar dari mulut sang suami.


"dan kamu pikir aku engga cemburu liat suami aku saling bersentuhan dengan perempuan lain? dibilang couple goals sama perempuan lain, dan nolongin perempuan itu sampai buat diri kamu terluka?"


"jangan mengalihkan topik Anaya"


"terserah mas deh, aku capek mau istirahat" lirih Naya, sungguh kenapa jadi seolah olah dirinya yang salah disini, yaa meskipun Naya mengakui bahwa dia salah karena tidak mengabari suaminya dan malah pergi dengan lelaki lain, namun perbuatan farel tadi dan beberapa bulan belakangan juga membuatnya marah, Naya kesal, Naya kecewa namun perempuan itu memilih bungkam.


Naya berjalan menaiki tangga untuk segera menuju kamarnya dan mengistirahatkan tubuhnya, beruntung gadis itu sudah melaksanakan sholat magrib tadi jadi dia bisa beristirahat sebentar, disisi lain farel hendak menyusul istrinya namun dering ponsel yang berada disaku celananya membuat lelaki itu lebih memilih mengangkat panggilan yang masuk kedalam ponselnya.


๐Ÿ“ž: Iya kenapa?


:......


๐Ÿ“ž: Sekarang dimana?


:.....


๐Ÿ“ž: Baik saya segera kesana.


setelah sambungan terputus farel menyambar kunci mobilnya dan menuju tempat yang dikatakan oleh seseorang tadi, sesampainya di club itu farel segera melangkah masuk dan mencari sosok perempuan yang dimaksud tadi, yup orang yang menelponnya tadi mengetakan bahwa citra mabuk berat dan meracau memanggil farel maka dari itu farel segera pergi untuk membawa gadis itu pulang.

__ADS_1


"cit, hei" farel berbicara dengan keras karena suaranya terendam oleh musik yang diputarkan didalam club tersebut, farel telah menemukan dimana citra duduk lelaki itu ikut duduk disamping citra.


"haii, mukanya kok kaya sepet gitu, lagi ada masalah ya? sini deh coba minum"


"engga, saya gamau"


"oh ayo lah dikit aja nihh" paksa gadis itu sembari memberikan segelas wine kepada farel.


"tapi habis ini kita pulang ya?" Gadis itu mengangguk semangat, dengan ragu farel mengambil gelas yang diberikan oleh citra dan sekali teguk minuman yang berada di gelas itu kini sudah kandas.


selang beberapa detik farel merasakan kepalanya sakit bukan main, pandangannya mulai memburam citra yang menyadari itu tersenyum tipis "yes berhasil babe" batinnya dan membopong tubuh lemas farel meninggalkan area club.


"ya Allah sakit banget, kenapa ini" dilain tempat Naya meringis kesakitan ia memegangi perutnya yang terasa sangat sakit, entah kenapa setelah melaksanakan sholat isya tiba tiba saja perut gadis itu terasa sangat sakit, Naya terus beristighfar dan memanjatkan doa doa sembari terus menahan rasa sakit diperutnya, sehingga membuat Naya jatuh tak sadarkan diri didalam kamarnya.


***


Pagi hari telah tiba, sinar matahari masuk melalui celah celah gorden sebuah kamar sehingga membuat seorang lelaki yang sedang tertidur pulas merasa terganggu, lelaki itu membuka matanya yang terasa berat ia menoleh kesamping disana ia mendapati seorang gadis yang tidur membelakangi dirinya dengan bahu yang bergetar serta suara isakan yang keluar dari mulut gadis itu, dan lebih kagetnya lagi ia melihat bahwa gadis itu tidak memakai sehelai benang pun.


"astagfirullah hal'azim ya Allah, apa ini" lelaki tadi ia farel, farel melirik tubuhnya yang berbalut selimut ternyata ia juga tak memakai sehelai benang pun, jantung farel berdebar kencang dengan hati hati dia bangun dari tidurnya dan memakai pakaiannya, setelah memakai pakaiannya lelaki itu mendekat kearah perempuan yang sedang menangis tadi.


"astagfirullah cit, k-kamu kenapa? k-kita engga"


"ENGGA APA HAH? KAMU AMBIL SEMUANYA REL KAMU AMBIL SESUATU YANG SEHARUSNYA JADI MILIK SUAMI AKU, kamu jahat rel hiks, kamu lampiasin masalah kamu dengan istri kamu sama aku hiks, jahat rel, jahat"


"a-aku gasadar cit, aku engga tau apa apa"


"GATAU KAMU BILANG, BAJINGAN KAMU, AKU AKAN BILANG SAMA ISTRI KAMU, AKU MAU PERTANGGUNG JAWABAN"


"engga jangan bilang Naya cit, d-dia lagi hamil besar aku gamau dia kenapa napa, aku mohon jangan kasih tau siapapun"


"DAN KAMU MAU AKU KENAPA NAPA HAH? BRENGSEK LAKI LAKI BIADAP"


"maaf cit, maafin aku. Aku janji bakal lakuin apapun asal kamu engga kasih tau sama Naya, aku gamau buat Naya stres karena masalah kita berdua"


"oke, kamu harus lakuin apapun yang aku mau"


*****


cimiww segitu dulu part kali ini, ada yang mau diomongin buat aku? Naya? Farel? Atau citra nih?


curahkan semuanya dikolom komentar yaaa jangan lupa ninggalin jejak dengan cara vote and komen


Bay bay


Follow ig


@firaacaramella


@pudingstraubery


**

__ADS_1


@hiiismefira


Wassalamu'alaikum....


__ADS_2