Tentangmu, shaquella

Tentangmu, shaquella
Bab 23. gagal?


__ADS_3

Assalamualaikum man teman terimakasih buat yang udah mampir disini jangan lupa vote and komen yaaaa.


Happy reading 💐💓


"assalamualaikum, maaf mengganggu waktunya dokter, saya ingin memberi tahu kalau pasien kamar 70 atas nama azira mengalami kejang kejang dan detak jantungnya hampir berhenti" Naya dan farel terkejut karena suara dobrakan yang berasal dari pintu ruangan naya dan kehadiran seorang suster yang membawa kabar tentang salah satu pasien dengan raut wajah panik.


"waalaikumsalam, baik saya segera kesana, mas aku tinggal dulu maaf ya" Anaya segera berlari disusul oleh suster tadi meninggalkan farel yang nampak kebingungan.


"Tunggu, tadi namanya azira kan? itu yang Naya bicarakan tadi bukan sih?" Batin farel, ia langsung bangkit dan menyusul naya ke kamar nomor 70.


farel telah tiba didepan ruangan yang dimaksud oleh suster tadi, disana ia tak melihat keberadaan istrinya mungkin ia sudah duluan masuk kedalam. Pandangannya beralih menatap seorang remaja laki laki yang sedang menangis terisak sembari ditenangkan oleh seorang gadis disampingnya.


tatapan farel berpindah ke depan pintu ruangan tersebut terdapat dua orang paruh baya yang juga sedang menangis, farel melangkah dan duduk didekat dua remaja tadi untuk menunggu istrinya.


sedangkan didalam ruangan serba putih itu Naya dan beberapa dokter serta perawat lainnya sedang dilanda kepanikan yang bukan main, bagaimana tidak, kondisi gadis yang sedang terbaring lemah didalam ruangan itu sedang tidak baik baik saja walaupun kejang kejangnya sudah berhenti namun detak jantungnya benar benar menurun.


"sus, tolong ambilkan alat pacu jantung kondisi dia benar benar tidak memungkinkan" ujar naya, suster tersebut mengangguk dan dengan segera mengambilkan alat yang Naya minta.


dengan hati hati Naya menempelkan alat pacu itu didada azira, guna untuk menstabilkan kembali detak jantung gadis malang itu.


1


2


3


tiga kali percobaan namun gagal, Naya melirik kearah monitor yang ada disisi kiri brankar tubuhnya melemah karena monitor itu menampilkan garis lurus kemudian beralih mengecek denyut nadi azira ia menggeleng lemah dengan air mata yang mulai mengalir membasahi pipinya.


"innalilahi wa innailaihi Raji'un, sus tolong dicatat dan alatnya tolong dilepas ya" para suster yang berada disana hanya mengangguk lemah, mereka sangat syok ternyata pasien yang selalu ceria dan tidak pernah mengeluh sudah berpulang.


Naya berjalan keluar ruangan dengan langkah pelan, ia melihat ada suaminya yang sedang duduk dikursi yang tersedia didepan ruangan itu dengan segera Naya duduk disamping sang suami dan menangis didalam pelukan hangat farel, orang orang yang berada disana menatap Naya dengan tatapan penasaran, mereka hendak bertanya namun saat melihat Naya yang menangis terisak isak seperti itu membuat mereka tidak berani bertanya.


tak lama setelah itu para perawat keluar seorang pria paruh baya langsung menghampiri mereka diikuti oleh tiga orang lainnya.


"anak saya baik baik saja kan?" Salah satu suster yang ditanyai tersebut menoleh kearah Anaya yang sedang menatapnya dan menganggukkan kepala.


"mohon maaf ibuk bapak, kami sudah berusaha sekuat tenaga tapi Allah berkehendak lain, azira revalia lahir tanggal 9 February 2006, wafat 17 february 2023 pada usia 17tahun"


"engga, ga mungkin" keempat orang yang berada disana langsung berlari masuk menghampiri azira yang sudah ditutupi kain putih dengan tangisan yang sangat menyayat hati siapapun yang mendengarnya.

__ADS_1


"mas, nay gagal, naya gagal bikin anak sebaik azira sembuh Naya gagal jadi seorang dokter" ujar Naya disela tangisnya, farel senantiasa memeluk sang istri dan menenangkannya.


"shutt kamu engga gagal sayang, kamu udah jadi dokter yang hebat, itu emang sudah menjadi takdir zira, sekarang zira udah engga sakit lagi, udah yaa jangan nangis" Naya mengangguk dan mencoba menghentikan tangisannya, ia membenamkan wajahnya didada bidang sang suami, suara tangisan dan teriakan yang berasal dari dalam cukup membuat hatinya nyeri, ia pernah mengalami apa arti kehilangan untuk selamanya apalagi kehilangan orang tercinta.


***


seusai pulang dari rumah sakit kini keduanya sedang berada didalam mobil ketika selesai melaksanakan sholat isya farel mengajak Naya untuk jalan jalan agar bisa menenangkan pikiran istrinya.


"kita mau kemana mas?" tanya Naya disela sela keheningan yang terjadi.


"ke taman mau? kita beli es krim" Naya mengangguk dengan semangat, farel mengelus kepala sang istri dengan sangat lembut dan tersenyum, ia membelokkan stir mobilnya menuju ke arah taman kota yang lumayan ramai.


"duduk disana yuk" setelah sampai di taman mereka langsung menuju gerobak penjual es krim dan berjalan mengitari taman untuk mencari tempat duduk.


"boleh ayo" mereka berdua berjalan kearah tempat duduk yang ditunjuk farel tadi, Naya melihat sekeliling dan tatapannya tertuju pada dua orang anak kecil yang sedang duduk di rerumputan tak jauh dari mereka duduk.


"mas, Naya kesana sebentar ya"


Izin Naya, setelah mendapat persetujuan dari sang suami Naya segera melangkah menuju kearah dua anak kecil tadi.


"Halo adek, mau es krim ga?" kedua anak itu menoleh, lalu mengangguk dengan semangat membuat Naya gemas melihatnya.


"ayo ikut kakak, tenang aja kakak engga jahat kok kalau kakak ngapa ngapain teriak aja disini rame"


"kalian kenapa ada disini?" tanya naya.


"kita males dirumah kak, ayah sama ibu berantem terus jadi kabur kesini deh"


"kalian kakak adek?"


"kita berdua kembar kak, aku abangnya"


"oh ya? kakak juga punya ponakan kembar loh namanya Rafa sama dafa mereka masih bayi sih, kalau kalian siapa namanya?"


"aku Farhan, kalau dia faris"


Naya mengangguk, farel sedari tadi mengamati ketiganya terlihat sangat dekat padahal baru beberapa menit yang lalu mereka bertemu.


"aduh mas, neng anaknya kembar ya? Lucu banget deh kalian, semoga jadi keluarga yang bahagia ya" mereka berempat sontak menoleh kearah seorang ibu ibu yang tiba tiba saja berdiri didepan mereka.

__ADS_1


"amiin, terimakasih ibuk, ibuk juga" jawab Naya.


"Jazakallahu Khairan" ibu ibu tersebut tersenyum mendengar jawaban dari Naya dan farel.


"kembali kasih, yasudah ibuk permisi dulu ya"


"kakak sama abangnya pacaran ya? Pacaran itu dosa tau emang kalian mau masuk neraka?" tanya Faris dibalas dengan geplakan di kepala oleh Kakak kembarnya, Farhan.


"eh farhan gaboleh gitu sama adiknya" tegur farel saat melihat Faris yang meringis.


"salah sendiri ngomongnya suka ngasal"


"kalau adik nya salah itu ditegur, jangan dipukul kaya tadi apalagi di kepala emang farhan mau adik nya tidak pintar?" Farhan menggeleng.


"nah, minta maaf dulu sama adik nya"


"maafin abang ya" Faris mengangguk, kemudian mereka berdua saling berpelukan, farel mengelus kepala keduanya dengan penuh kasih sayang.


"Masya Allah gimana engga jatuh cinta orang modelannya gini, semoga kamu bisa jadi ayah yang hebat buat anak anak kita kelak ya mas" batin naya, ia tersenyum melihat interaksi ketiganya yang sangat menyejukkan hati.


"kakak jawab dulu pertanyaan Faris tadi"


"Abang sama kakak udah nikah, jadi sekarang kita pacaran halal"


"cieee"


mereka berempat menghabiskan waktu pada malam itu dengan canda tawa dan lelucon sungguh jika orang lain tidak tahu bahwa mereka baru saja bertemu mereka akan mengira bahwa keempatnya adalah sebuah keluarga kecil yang sangat bahagia.


****


Segitu dulu yaaa, jangan lupa VOTE AND KOMEN MAN TEMAN.


FOLLOW


IG : firaacaramella & puding strawberry


TWITTER : arifasafi1


TIK TOK : hiiismefira

__ADS_1


bay bayy


Wassalamu'alaikum...,.,..,,.


__ADS_2