
Assalamualaikum man teman, hehe nih aku kasih sedikit epilog, semoga suka jangan lupa VOMEN yaa!!!!
#tandai typo
#karya ini murni hasil pemikiran aku sendiri.
“sekuntum bunga turun dari surga, kembali ke surga dan meninggalkan wanginya dalam pikiranku." -Ali bin Abi Thalib
****
Farel, lelaki itu terduduk lemah ditengah tengah dua gundukan tanah yang masih basah dan terdapat banyak bunga diatasnya. Dengan isak tangis yang tak kunjung berhenti farel mengecup kedua nisan disebelah kanan dan kirinya secara bergantian.
Pemakaman Naya dan sang putri telah berakhir dua puluh menit yang lalu, tangisan pilu begitu jelas terdengar di telinga setiap orag yang ikut mengantarkan ibu dan sang buah hati menuju rumah terindahnya, bahkan farel sendiri tidak sanggup untuk mengadzankan sang istri dan buah hatinya untuk terakhir kalinya, jadilah Ardi dan Gilang yang menggantikan lelaki itu.
"ya humaira, mengapa engkau meninggalkan aku sendirian di dunia ini" dengan lembut farel mengelus batu nisan yang bertuliskan Anaya Shaquella binti Ardi Abdullah.
"Naya, kamu tidak ingin menghukum lelaki brengsek ini? ayo maki aku nay, tampar aku" lagi lagi air mata farel mengalir dengan deras.
"Naya seharusnya hari ini aku jadi abba, seharusnya hari ini hari bahagia kita karena malaikat kecil kita telah lahir di dunia, seharusnya hari ini adalah hari paling bahagia bagi aku. Tapi kenapa? kenapa semuanya engga seperti apa yang aku bayangkan nay, hari ini aku jadi abba, hari ini malaikat kecil kita lahir tapi dia tidak bertahan lama karena Allah lebih menyayanginya, dan hari ini adalah hari paling menyakitkan nay, aku harus kehilangan dua bidadari dalam hidupku, bidadari yang seharusnya aku jaga dengan sepenuh jiwa raga namun malah aku sakiti hati selembut kapasnya"
"aku bodoh ya nay? mas brengsek, mas jahat, mas engga becus jadi suami, maaf Naya maaf. Disaat istri mas sedang bersusah payah mengandung darah daging mas tapi dengan tidak ada hati nuraninya mas malah meniduri wanita lain, mas emang engga pantes dapetin maaf kamu tapi kenapa kamu dengan mulianya masih mau menolong mas, masih mau memeluk tubuh rapuh mas padahal kamu jauh lebih hancur."
"habibati, kamu wanita sempurna yang sayangnya malah disandingkan dengan lelaki tidak tau diri sepertiku, beribu kali aku menyakiti hati kamu dan berjuta kali pula aku memaksamu untuk terus berada disini, kepergian kamu adalah salah satu bentuk hukuman mas di dunia ya nay?" farel terkekeh memori memorinya bersama Naya dulu berputar jelas di ingatannya.
"dokter jangan cuek gitu dong, saya nikahin mau?"
"bangun, jangan ngehalu"
"ayah mau menjodohkan kamu dengan anak sahabat ayah farel"
"ciee calon istriii"
"saya terima nikah dan kawinnya Anaya shaquella binti Ardi Abdullah dengan mas kawin tersebut tunai"
"SAHHHH"
Itu adalah momen ketika pertama kali mereka saling kenal, dimana farel langsung jatuh cinta dengan tatapan teduh seorang Anaya.
**
"mas ih, sholat dulu jangan keasyikan sama tugass"
__ADS_1
"iya sayang iyaaa"
"mas cape ya? sini nay pijitin"
"Mas, Naya minta maaf. Maaf belum bisa mengasih hak mas dengan sempurna"
"Naya, denger apa kata suami"
"iya mas, Naya minta maaf, maaf ya sayang"
"Ana uhibbu kafillah, habibati"
"ahabbakalladzi ahbabtani lah, habibii. semoga Allah mencintaimu, dzat yang telah menjadikanmu mencintaiku karena-Nya"
Ini tepat setelah dua bulan pernikahan keduanya, Naya benar benar wanita yang Sholeha, hanya dalam waktu dua bulan saja ia bisa langsung memberikan seluruh hatinya hanya untuk sang suami.
**
"mas engga pulang?"
"engga nay, mas banyak kerjaan maaf ya"
"oh iya gapapa"
"aduh nay, mas lagi nemenin citra beli bahan masakan kasian soalnya dia trauma pergi sendiri karena hampir diculik"
"nay, mas hari ini izin berangkat bareng citra ya, kamu berangkat sendiri gapapa?"
"nay, citra perlu bantuan tolong jangan egois"
"jadi kamu lebih milih bantuin perempuan itu dan ninggalin istri yang sedang mengandung anak kamu sendirian disini?"
"JANGAN MANCING KERIBUTAN ANAYA"
"ah maaf menganggu waktu anda berdua"
"nay, ini semua engga sama seperti yang kamu pikirannya"
"haha aku engga mikir apa apa kok mas tenang aja"
Ini di saat Naya meminta farel menemaninya jalan jalan tapi farel malah lebih memilih menolong citra dan meninggalkan Naya sendirian, dan keributan terjadi yang bodohnya farel sama sekali tidak bisa mengendalikan emosinya.
__ADS_1
**
"kamu harus tanggung jawab mas"
"aku engga ngelakuin itu nay"
"aku paling benci dipoligami tapi kenapa aku harus merasakan itu, mas?"
"maafkan mas ya Humaira"
"m-mas maaf"
"shhtt udah gapapa, bukan salah kamu"
"mas bantuin nay talqin"
Ini disaat citra datang ke rumah mereka dan mengatakan bahwa dirinya mengandung anak dari farel di depan Naya, farel, serta kedua orang tua farel, pada saat itu Naya kecewa sangat kecewa namun wanita itu masih dengan suka rela memaafkan sang suami dan membantu mengobati luka cambukan farel akibat hukuman yang harus dirinya terima kala itu, dan yang terakhir di mana saat saat terakhir keudanya bertemu, dimana Naya meminta maaf karena tidak bisa menyelamatkan buah hatinya, setelah itu wanita itu memaksa farel untuk membantunya mengucapkan kalimat syahadat dan pergi untuk selama lamanya.
Memori tantang dirinya dan sang istri berputar dengan sangat rapi, rasa sesak kembali menyerang farel hatinya bagai ditusuk ribuan belati "ini semua salah mas, biarkan mas hidup dengan penuh penyesalan, beristirahat dengan tenang Humaira aku, kalau Allah mengizinkan kelak kita akan kembali berkumpul di surganya, membentuk sebuah keluarga kecil yang bahagia.
setelah mengecup nisan sang istri farel beralih pada makam kecil disebelah kirinya, mengelus nisan tersebut dengan lembut "putri abba, jagain umma ya disana. Maaf abba engga bisa jagain kalian, bidadari kecil abba yang hanya bisa abba lihat selama tiga puluh menit, tiga puluh menit paling berharga dimana abba ngadzanin kamu untuk pertama kali, menggendong kamu untuk pertama kali, menciumi mu untuk pertama kali, selamat beristirahat sayang" farel mengecup lamat nisan bertuliskan 'Alesha relna abimayu binti Farel abimayu'.
"abba pamit pulang ya sayang, Naya mas pulang ya. Kalian baik baik disana tunggu abba" dengan berat farel bangkit dan berjalan meninggalkan area pemakaman.
Semuanya telah berakhir, seorang dokter muda cantik bernama Anaya Shaquella dan sang buah hati yang diberi nama Alesha Relna Abimayu telah berpulang ke tempat yang sesungguhnya, tempat yang akan ditempati oleh seluruh umat manusia.
Naya pergi meninggalkan beribu luka bagi keluarga, teman, sahabat, terutama sang suami yang masih sangat mencintai dirinya, farel telah kehilangan dua bidadari tak bersayapnya untuk selamanya.
***
Halo terimakasih buat yang sudah mau membaca kisah ini hingga selesai, berakhir sudah perjalanan rumah tangga dokter cantik dan dosen tampan kita ini, selamat bertemu di karya aku yang selanjutnya!!!!
Follow Ig @firaacaramella
@pudingstrobery
** @hiiismefira
ayo berkunjung di Twitter aku untuk membaca au yang tak kalah seru @arifasafi1
Dengan ini aku, farel dan Naya pamitttt🙌
__ADS_1
wassalamu'alaikum