Tentangmu, shaquella

Tentangmu, shaquella
bab 24. happy birthday


__ADS_3

Assalamualaikum man teman makasih buat yang udah mampir jangan lupa vote and komen yaaa


Happy reading 💐💓


tepat pukul 23.45 farel dan Anaya baru saja tiba dirumah. Setelah puas bermain  dengan kedua anak kembar tadi dan mengantarkan mereka pulang ke rumahnya, Naya dan farel mampir ke jajanan pinggir jalan terlebih dahulu baru kembali pulang kerumah.


"mas bersih bersih dulu sana ih, jangan nempel nempel" Naya mendorong bahu suaminya dengan pelan namun sang suami tidak beranjak sedikitpun dari posisinya yang sedang memeluk Naya dengan erat.


"bawel banget sih" dengan pelan farel mencubit hidung mancung sang istri.


"massss" geram Naya, tangannya bergerak mencubit pinggang farel.


"iya iyaaa, aku mandi duluu biar istriku tercinta ini makin nempel" rayu farel, ia mengedipkan matanya jail.


"atau mau sekalian mandi bareng??" sambungnya.


"pergi gak??? mau aku bedah sekarang jantungnya?" ancam Naya dengan wajah garangnya yang malah membuat farel terkekeh dan mengusap wajah istrinya "hehe ampun kanjeng ratu" ucapnya lalu berlari dengan kencang ke arah kamar mandi.


Naya menggelengkan kepalanya melihat tingkah sang suami yang cukup membuatnya pusing tujuh keliling, ia pun kemudian melangkahkan kakinya menuju dapur.


Setelah beberapa menit membersihkan diri dikamar mandi farel kini keluar lengkap dengan baju kaus favoritnya, ia keluar dari kamar mandi dan melihat sekeliling kamarnya yang ternyata tidak ada istrinya disana, ia pun berjalan menuju ranjang dan berbaring disana dengan posisi memunggungi pintu, ternyata anaya sedari tadi mengintip disela sela pintu kamar yang memang sengaja tidak ditutup rapat. Ketika mengetahui suaminya yang sudah berbaring dengan posisi memunggungi dirinya dengan perlahan naya melangkah kedalam kamar dan mematikan lampu.


"astagfirullah, kok tiba tiba mati sih" gumam farel kesal, ia hendak meraba raba ponsel yang entah diletakkan di mana dengan mulut yang komat kamit.


sibuk dengan kegiatannya mencari dimana letak ponsel yang tidak ketemu ketemu tiba tiba lampu kamar kembali hidup, dan muncullah seorang wanita cantik dengan senyuman manis khas seorang anaya.


"mabruk alfa mabruk alaika mabruk" Anaya bernyanyi dengan semangat, ia berjalan mendekati sang suami yang masih berdiri ditempat.


"barakallah fi umrik Habibi" bisik Naya ketika ia sudah sampai dihadapan farel, dengan sebuah kue ulang tahun mini yang berada ditangan kanannya, kue sederhana hasil dari usahanya sendiri. Ya, malam kemarin Naya berusaha sebisa mungkin membuat kue ulang tahun untung suami tercinta, meski gagal beberapa kali namun Naya tak menyerah sedikit pun, dan alhamdulilah di percobaan kelima ia berhasil membuatkan sebuah mini cake yang dihias sedemikian rupa. farel mengembangkan senyuman manis ia tak menyangka Naya mengetahui tanggal lahir dirinya.

__ADS_1


farel mengambil kue yang berada ditangan sang istri lalu meletakkannya di atas nakas, kemudian dipeluknya sang pujaan hati dengan sangat erat "terimakasih habibati" lirihnya ditelinga Naya. Farel tak menyangka bahwa sang istri mengingat tanggal ulang tahunnya, ditambah ini adalah kali pertama ia dirayakan ulang tahun dan istri tercintanya lah yang merayakan.


"oh ya, aku punya hadiah spesial buat mas farel" ujar Naya sambil melepaskan pelukannya, nada suara yang dikeluarkan oleh Naya menandakan bahwa dia sangat bahagia.


"Apa itu?" Tanya farel penasaran.


"sebentar yaaa" Naya berjalan ke arah lemari miliknya, lalu mengambil sebuah kotak kecil berwarna merah lengkap dengan pita kecil di atasnya, Lalu diberikan lah kotak kecil itu kepada farel yang kini sudah duduk di tepi ranjang.


"ayo dibuka" dengan perlahan farel membukanya, ia terkejut dengan isi dari kotak tersebut bagaimana tidak, isinya ialah tiga buah tespek berbeda jenis yang masing masing menunjukkan garis dua dan sebuah kertas yang bertuliskan "halo abba".


"nay, beneran?" Farel menatap manik mata Naya begitu dalam dan teduh, sungguh dirinya merasa tidak percaya dengan apa yang ia lihat sekarang. Dirinya akan menjadi seorang ayah? dirinya akan dipanggil abba? malaikat kecilnya datang.


"iya abba, beberapa hari belakangan ini aku sering ngerasa mual apalagi pas liat darah dan aku juga baru nyadar kalau telat, jadinya aku beranikan diri buat ngecek dan taraaaa hasilnya positif, terus juga kata dokter sinta kandungan aku udah masuk Minggu kedua dan Alhamdulillah sehat" dengan sigap farel menarik Naya kedalam pelukan hangatnya, air mata sudah tak bisa ia tahan lagi, farel kini menangis di pelukan sang istri.


"nay, aku bakalan jadi abba nay, Allah sudah mempercayai kita untuk menitipkan malaikat kecil yang selalu kita impikan. terimakasih banyak humairaku ini adalah hadiah paling mewah yang pernah aku dapatkan selama hidupku" ujar farel, disela sela tangisnya.


"sama sama abiii" farel melepaskan pelukannya lalu menciumi wajah Naya dengan menyeluruh menyalurkan rasa syukur serta bahagianya.


"iya sama sama, semoga kita bisa menjadi orang tua yang hebat ya, dan semoga anak anak kita kelak akan menjadi anak yang Sholeh dan Sholeha"ujar Naya sembari menghapus air mata sang suami.


"amiinn"


"ayo potong kuenya" ajak Naya, farel hendak mengambil kue yang berada di nakas namun bunyi dering dari ponsel miliknya membuat farel mengurungkan niatnya.


"waalaikumsalam,kenapa?"


"........"


"Sherlock sekarang, aku kesana"

__ADS_1


"......"


"Tunggu disitu jangan kemana mana"


Panggilan terputus, Naya memperhatikan wajah suaminya yang tiba tiba berubah menjadi panik.


"kenapa mas?"


"itu, temen mas katanya diturunin sama ojol ditengah jalan sepi jadinya dia minta tolong sama mas buat jemput, mas pergi dulu ya kuenya disimpan aja besok kita makan, kamu langsung tidur aja jangan nungguin mas pulang, assalamualaikum sayang" ujar farel panjang lebar, ia mengambil jaket dan memakainya, lalu menghampiri Anaya dan mengecup kening istrinya singkat.


"iya hati hati, waalaikumsalam" Naya menyalimi tangan farel, setelah itu menatap punggung sang suami yang sudah keluar dari kamar mereka.


"kamu bohongkan mas, kalau cuma temen engga mungkin kamu sepanik itu" lirih Naya, ia lalu mengambil kue yang tidak jadi dipotong oleh sang suami, menatap kuenya nanar padahal ia sudah bersusah payah membuat kue itu dan berencana akan makan bersama dengan farel setelah memberitahu sang suami tentang kehamilannya, namun semua itu sirna ketika farel pergi meninggalkannya dengan terburu buru.


Naya berjalan menuju dapur untuk menyimpan kuenya di dalam kulkas, lalu kembali kekamar dan beranjak tidur, moodnya sedang hancur malam ini. Mana bisa naya yang sudah bersusah payah membuat kue untuk memperlengkap surprisenya malah berantakan begini, sungguh menyebalkan.


****


Haii segitu dulu yaaa


Jangan lupa vote and komenn


Follow


Ig @firaacaramella


** @hiiismefira


Paypayy, wassalamu'alaikum

__ADS_1


.....Bersambung.....


__ADS_2