
Assalamualaikum man teman terimakasih yang sudah hadir jangan lupa ninggalin jejak dengan cara VOMEN yaaa
Happy reading 💐💗
****
pagi hari telah tiba, kini sepasang suami istri yang baru saja berbaikan itu nampak lebih mesra dari biasanya. Dapat dilihat bahwa keduanya sekarang sedang berada di dapur untuk memasak sarapan, bukan mereka berdua sih hanya Anaya saja sedangkan farel, lelaki itu sibuk merayu sang istri dengan tangan yang senantiasa melingkar diperut buncit sang istri.
"mass lepas ihhh, susah ini masaknya" Anaya mencoba melepaskan lengan sang suami yang melingkar diperutnya dengan sekuat tenaga, namun sayang bukannya terlepas justru pelukan itu terasa semakin erat, membuat sang empu mendengus malas.
"gamauuuu" farel merengek dan membenamkan wajahnya di ceruk leher sang istri.
"aku susah masaknya sayanggg"
"yaudah gausah masak"
"terus mau makan apa kalau aku ga masak?"
"makan kamu"
tak
ujung spatula yang dipegang oleh Naya mendarat sempurna di kening farel, pukulan yang lumayan keras itu menimbulkan bunyi yang membuat siapapun yang mendengar meringis, begitupun dengan farel,lelaki itu kini sedang meringis kesakitan dengan tangan yang sibuk mengusap usap keningnya yang memerah.
"sakittt sayanggg" farel menatap naya dengan mata yang berkaca kaca dan bibir cemberut, Naya yang melihat mata sang suami berkaca kaca pun menjadi panik.
"eh mas, ya allah maaf, mas" Naya mematikan kompor yang menyala, dan menuntun farel agar duduk dikursi.
kemudian Naya berjalan mengambil mangkuk dan mengisinya dengan air dingin, lalu wanita itu meraih sapu tangan yang tergantung didekat lemari dan mencelupkan sapu tangan itu kedalam mangkuk yang berisi air dingin. Dengan perlahan Naya mengompres kening sang suami yang memerah.
"maafin nay ya mas?, Naya beneran engga sengaja ngelakuinnya abis mas ngeselin sih"
"jadi, yang salah mas atau kamu?"
"aku, eh engga deh mas yang salah siapa suruh gangguin nay masa" ujar Naya membela diri, farel yang gemas pun mencubit pipi gembul wanita dihadapannya ini.
"ada aja alasannya" Naya terkekeh pelan mendengar omelan dari farel. "nay mau lanjutin masak, mas duduk disini jangan kemana mana, awas aja kalau gangguin lagi" ancam wanita itu sebelum melenggang pergi.
farel hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dari perintah sang istri tadi.
drrtt drrtt,bunyi dering ponsel yang berada diatas meja mengalihkan atensi farel yang sedang duduk dengan tangan yang sibuk mengompres keningnya akibat ulah Naya tadi, kemudian lelaki itu meraih ponsel miliknya yang berbunyi itu dan menekan tombol hijau untuk menyambungkan panggilan.
"apa?"
📞: Jemput aku, soalnya harus ngajar kelas pagi hari ini.
"Gabisa, saya mau antar anaya, istri saya"
📞:Lupa sama janjinya? mau aku ulang lagi atau mau dikasih tau?
"ck, tunggu sepuluh menit lagi"
📞: Okey
sambungan terputus, farel melempar asal ponselnya ke atas meja makan. Naya yang baru saja datang dengan membawa dua piring nasi goreng itu terlonjak kaget dengan gerakan tiba tiba sang suami.
"kenapa sih, mas?" tanyanya sembari meletakkan piring diatas meja dan duduk dikursi disamping farel.
__ADS_1
"gapapa, nay maaf ya aku harus pergi sekarang ada urusan mendadak nih"
"loh, sarapan dulu dong, atau mau aku pindahin ke kotak bekel aja?" tawar naya tangannya hendak meraih salah satu piring namun dengan cepat farel menahannya. "gausah nay, kamu makan aja mas pergi dulu ya assalamualaikum" setelah mengucapkan salam lelaki itu langsung melangkah pergi meninggalkan Anaya yang terdiam dengan tatapan penuh tanda tanya.
"waalaikumsalam" lirihnya, lalu wanita itu mulai memakan nasi goreng buatannya sendirian ada rasa sesak di dadanya sehingga membuatnya kesusahan menelan makanannya.
setelah sarapan dan mencuci piring kotor, Naya melangkah keluar rumah dan menuju rumah sakit bersama Nina karena saat makan tadi Naya memutuskan meminta bantuan dari sang sahabat untuk menjemputnya.
sesampainya di mobil Naya hanya duduk termenung sembari melihat pemandangan diluar jendela, Nina yang melihat gerak gerik sang sahabat yang agak aneh dari biasanya itu pun memutuskan untuk bertanya." elo kenapa dah nay, aneh loyo banget" tanyanya sembari mencolek lengan Naya yang sukses membuat wanita itu terjengkik kaget.
"astagfirullah, kenapa nin?" Nina memutar kedua bola matanya malas mendengar pertanyaan polos dari sang sahabat, perasaan tadi Nia menanyakan pertanyaannya dengan suara yang lumayan keras namun wanita disampingnya ini tidak mendengarnya.
"elo yang kenapa, dari tadi gue liatin bengong aja" tanya Nina dengan suara yang sedikit ngegas sementara Naya hanya menyengir menampilkan gigi putihnya.
"hehe, engga kok gapapa"
"nay, gue sahabatan sama lo udah dari dulu jadi kalau ada masalah jangan sungkan buat cerita sama gue oke?"
"iyaa okee, timacii tante Ninaa"
"haha, ga sabar nunggu ponakan gue yang unyul ini lahir, entar Tante aja kamu nyalon ya sayang" keadaan didalam mobil itu pun kini sudah tidak hening lagi karena dipenuhi oleh candaan dari kedua perempuan yang berada didalamnya.
***
"hai rel, sorry lama soalnya tadi gue angkat telfon dulu"
"hmm" farel hanya bergumam sebagai bentuk balasan dari perkataan perempuan yang kini sudah duduk dikursi disampingnya. Tanpa banyak basa basi farel langsung melesetkan mobilnya meninggalkan area apartemen menuju kampus.
"rel berhenti dulu dong dipinggir sana, aku mau beli bubur soalnya belum sarapan" citra menunjuk ke arah seorang pedagang bubur yang berada diujung sana.
"ck, ribet" dengan malas farel memberhentikan mobilnya di tempat yang gadis itu maksud, "ayo turun dulu kita sarapan bareng" farel hendak menolak namun tangannya sudah ditarik dengan kuat oleh citra, jadi mau tak mau lelaki itu pun mengiyakan ajakan citra untuk sarapan bersama walau dalam hati mencaci gadis pemaksa dihadapannya ini.
"suapin dong rel"
"punya tangankan? makan sendiri" farel menjawab dengan ketus, "aduh den gabaik begitu sama istrinya dosa, pamali loh" sahut penjual bubur yang ternyata mendengar percakapan keduanya.
"tuh dengerin pamali hihi" citra berujar dengan nada meledek, dengan malas lelaki itu pun melakukan apa yang diminta oleh citra.
"nah gitu dong, jadi adem liatnya jadi kangen istri" ujar penjual itu sembari melirik kearah keduanya dengan senyuman yang mengembang.
"haha bapak juga harus sering giniin istri biar engga dosa"timpal citra.
"aduhh bapak teh engga kaya si mas nya, yang kebanyakan gengsi"
farel sama sekali tidak memperdulikan ucapan tidak berfaedah dua orang didepannya ini, lelaki itu menyibukkan diri dengan ponsel ditangannya sembari sesekali menyuapi bubur kedalam mulutnya.
setelah makanan keduanya habis farel segera membayar dan masuk kedalam mobil diikuti citra "rel" farel mengalihkan pandangannya kearah perempuan disampingnya sebentar dengan alis yang terangkat sebelah.
"apa?"
"soal lamaran kamu waktu itu, emm aku terima"
"terima? bukannya kamu nolak
saya mentah mentah ya waktu itu, lagian sekarang saya udah punya istri dan istri saya lagi mengandung anak saya"
"aku engga pernah nolak ya"
__ADS_1
"terus?"
"waktu itu aku bilang mau kelarin S2 aku dan mau cari pekerjaan tetap setelah semua itu selesai baru aku mau nikah sama kamu"
"itu sama aja kamu nolak lamaran saya dengan alasan mau kuliah, padahal setelah menikah saya engga akan ngelarang kamu buat kuliah"
"tapii, kalau suatu saat aku hamil karena kejadian waktu itu kamu sama aja harus nikahin aku" farel meremas stir mobilnya dengan keras, rahangnya mengeras dan tatapannya menajam.
"kamu engga bakal hamil kalau rutin minum obat, lagian kita ngelakuinnya cuma sekali engga mungkin bakal hamil, tapi aku rasa saya engga pernah ngelakuin itu sama kamu bisa jadi kamu ngejebak saya dan soal hamil bisa jadi juga kamu hamil anak dari pria lain"
Plakk
dengan sangat keras citra menampar lelaki disampingnya ini, matanya mulai memerah menahan tangis sungguh lelaki disampingnya ini sangat kejam.
"BAJINGAN, SETELAH SEMUA YANG KAMU PERBUAT SAMA AKU SEENAK ITU KAMU BICARA DAN MENUDUH AKU YANG ENGGA ENGGA HAH? DIMANA OTAK KAMU, LELAKI BIADAP"
"BISA JADI UCAPAN SAYA BENAR KAN? SECARA TIDAK LANGSUNG KAMU MENJEBAK SAYA MALAM ITU"
"BAJINGAN, BRENGSEK, LELAKI BIADAP, AKU SUMPAHIN KAMU AKAN MENYESAL FAREL ABIMAYU" setalah ucapan terakhir yang keluar dari mulut citra bertepatan dengan berhentinya mobil yang dikendarai farel diparkiran kampus, buru buru citra menghapus air matanya dan keluar dari mobil tersebut.
"ARRGGHHH" farel memukul stir kemudi dengan sangat keras, tangannya mulai menjambak rambutnya, lelaki itu berteriak seperti orang gila, untung saja dirinya masih didalam mobil jadi tidak ada seorang pun yang mendengar teriakan frustasi dirinya.
dilain tempat Naya sedang berada didalam ruang rawat inap seorang pasiennya, setelah berbincang bincang sebentar dengan pasiennya dokter cantik itupun keluar dari ruangan itu.
Ting!
Langkah Naya berhenti ketika sebuah pesan masuk, wanita itu merogoh ponselnya yang berada didalam saku jas putihnya dan membuka pesan yang ternyata pengirimnya adalah nomor tak dikenal yang waktu itu mengirim foto farel dan seorang wanita.
📩: 0852xxx
sent a picture
Kasian cape cape masak tapi
suaminya malah sarapan sama saya
Anda siapa sebenarnya?
📩: 0852xxx
seseorang yang akan tinggal satu atap denganmu.
Naya meremas ponselnya dengan kuat, air matanya mulai mengalir deras, wanita itu melihat sekeliling yang ternyata ramai orang yang menatap kearahnya sebab dirinya sedang berdiri sendirian dikoridor rumah sakit, dengan langkah cepat Naya berjalan menuju ruangannya, sesampainya disana wanita itu mendudukkan dirinya disofa dan menangis.
"cobaan apa lagi ini ya Allah, kenapa sakit sekali rasanya, tolong kuatkan hamba ya Allah" lirihnya dengan air mata yang terus mengalir.
***
haii sampai disini dulu part kali ini, ada yang mau disampaikan ke aku? Naya? Farel? Atau citra? Sampaikan dikolom komentar yaaaaa
follow
Ig @firaacaramella
@pudingstrobery
** @hiiismefira
__ADS_1
wassalamu'alaikum""