Tentangmu, shaquella

Tentangmu, shaquella
bab 40. epilog


__ADS_3

ASSALAMUALAIKUM MAN TEMANN, BALIK LAGI NIHH HEHE.


AKU KEMBALI DENGAN MEMBAWAKAN SEBUAH EPILOG ATAU PENUTUP CERITA BUAT KALIAN SEMUAA YUHUU...SEMOGA SUKA YAWW SAMA CERITA AKU INII!!!


happy reading 💐💓


Dua tahun telah berlalu dengan begitu cepat, namun bagi farel dua tahun adalah waktu yang sangat lama untuk dirinya lalui setelah apa yang terjadi pada dua tahun silam.


Hari ini, masih dengan segala rasa yang sama seperti dulu yaitu rasa cinta dan kehilangan yang amat besar yang dirasakan oleh sosok farel abimayu, seorang lelaki yang sekarang sudah di panggil dengan sebutan ayah.


yaa, anak yang di kandung citra dua karena suatu kejadian tak terduga dua tahun lalu kini telah terlahir ke dunia dan sudah berumur satu tahun tiga bulan, anak laki laki manis yang sangat mirip dengan sang ibunda yaitu citra.


Kembali lagi pada farel, lelaki itu dengan langkah gontai berjalan memasuki kamarnya dengan anaya dulu, meski ia dan citra sudah menikah dan menetap di rumah yang sama dengan dirinya dan Anaya dulu, tapi farel menempati kamar yang berbeda dengan kamar dirinya dan istri pertamanya, kamar Anaya khusus untuk Anaya tidak boleh di sentuh oleh siapapun kecuali dirinya.


"nay, mas rindu benar benar rindu, mas nyesel nay kenapa mas bisa berbuat hal sebodoh itu, perbuatan mas benar benar fatal ya nay, sehingga kamu menghukum mas dengan cara yang sangat menyakitkan seperti ini, maafkan mas Anaya maaf" farel memeluk sebuah bingkai foto yang didalamnya terdapat foto seorang perempuan cantik dengan seragam dokter kebanggaannya.


Air mata terus mengalir membasahi pipi tirus farel, lelaki itu benar benar merasa kehilangan yang amat mendalam sekarang, ia juga menyesal akan perbuatan yang ia lakukan dahulu, sehingga membuatnya harus menerima karma sepahit ini. Farel terpaksa menikah dengan seseorang yang dulu dengan terang terangan menyakiti dirinya, di tinggalkan untuk selama lamanya oleh sang istri dan anak tercinta, di jauhkan oleh orang tua dan kerabat, sungguh karma itu nyata adanya.


"nay, mas tau kesalahan yang mas perbuat sama kamu begitu fatal, tapi kamu masih mengizinkan mas buat menjenguk kamu dan buah hati kita kan? Naya...setelah dua tahun lamanya, izinkan mas menjenguk kalian ya?" gumam farel, lelaki itu menaruh kembali bingkai foto tersebut di atas nakas, dan berlalu keluar dari kamar tersebut tak lupa ia mengunci pintu agar tak ada seorang pun yang bisa masuk ke dalamnya.


"mau kemana mas?" farel menghentikan langkahnya ketika indra pendengarnya mendengar suara seorang wanita dari arah belakangnya, sontak lelaki itu berbalik dan menatap citra yang juga menatapnya dengan senyuman yang manis.


"Rasya mana?" tanya farel datar, Rasya adalah anak dari keduanya yang berjenis kelamin laki laki.


"main di kamar sama mbak, kamu mau kemana?" citra kembali menanyakan hal yang sama kepada farel.


"saya mau keluar sebentar, kamu dan Rasya cepat siap siap setelah saya kembali kita akan pergi" ujar farel, seketika mata citra berbinar.


"mau kemana?" tanyanya riang.


"ke rumah sakit, kamu ga lupa kan sama apa yang saya bilang waktu itu? Kalau kamu lupa akan saya ingatkan, jadi sesuai perkataan saya waktu itu ketika Rasya berusia satu tahun saya akan melakukan tes DNA nya" citra mematung tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh suaminya itu.


"mas apa apaan sih, kamu masih engga percaya kalau Rasya itu anak kamu? Kamu lupa dengan apa yang sudah kamu perbuat, iya? Brengsek kamu mas" maki citra.


"terserah kamu mau bilang apa saya engga peduli, keputusan saya sudah bulat, saya akan tetap memeriksa tes DNA pada Rasya" ujar farel lalu dengan cepat lelaki itu berlalu keluar rumah dan segera menuju ke rumah sang istri tercinta.

__ADS_1


______________________________________________


"assalamualaikum istriku yang paling cantik, bagaimana kabarmu dan putri kita? Baik baik saja kan? Kalian bahagia disana hm?" farel berjongkok di tengah tengah dua gundukan tanah yang mana itu adalah tempat peristirahatan terakhir istri serta putri kecilnya.


"nay kamu tau?, mas masih berdiam di sini, dengan rasa cinta yang tidak akan pernah bisa pudar, cinta mas hanya buat kamu hanya kamu naya nya farel bukan yang lain" farel mengelus batu nisan milik Naya dengan lembut, menatap gundukan tanah tersebut dengan teduh tatapannya benar benar menunjukkan seberapa besar rasa cinta farel terhadap Naya.


"nay, maafkan mas yang sudah ngambil keputusan buat tes DNA Rasya, hati mas masih ragu untuk mengatakan bahwa Rasya itu adalah darah daging mas, demi Allah mas benar benar tidak pernah melakukan itu kepada perempuan lain, hanya kamu satu satunya perempuan yang mas sentuh, mas ingat sekali malam itu malam dimana citra meminta mas buat jemput dia di tempat terlarang itu. Dia memaksa mas untuk meminum air haram itu mas engga mau tapi dia terus maksa karena mas engga mau berlama lama di tempat itu melihat banyaknya wanita dengan busana yang sangat tidak pantas berjoget dengan banyak pria akhirnya mas meminumnya sedikit dan ternyata efek dari minuman itu benar benar mengerikan, seketika kepala mas pusing tak karuan dengan telinga yang berdengung dan pandangan yang menggelap, setelah itu mas engga sadar, mas ga tau apa yang terjadi, sehingga setelah mas sadar hal tidak mengenakkanlah yang pertama kali mas lihat" farel bercerita panjang lebar, meski sebenarnya semua ceritanya ini sangat telat terucapkan namun lelaki itu terus menceritakannya pada sang istri, dengan begitu sedikit ganjalan di hatinya terasa berkurang.


"mas harap kamu setuju sama tindakan mas ini ya? Walau mas tau semuanya telat, tapi gapapa asalkan mas bisa keluar dari situasi yang rumit ini" farel membasahi bibirnya kemudian menghela nafas panjang, dirinya mulai memejamkan mata dan melafalkan doa doa untuk sang istri dan sang buah hati.


"mas pamit ya sayang" farel mengelus batu nisan Naya lalu mengalihkan tatapannya pada batu nisan milik sang buah hati "putri abba, abba pulang dulu ya? jagain umma di sana, jangan khawatirkan abba, abba bisa kok jaga diri di sini yang terpenting adalah umma, sering sering datang ke mimpi abba ya, ajak umma juga. Nanti kalau udah waktunya abba bakalan nyusul kalian, abba pamit assalamualaikum dua bidadari abba" farel segera bangkit dan meninggalkan area pemakaman.


______________________________________________


Mobil yang di kendarai farel telah tiba di salah satu rumah sakit yang terletak di pusat kota Jakarta, lelaki itu memarkirkan mobilnya lalu keluar sembari menggendong Rasya.


"mas, mending jangan deh. Rasya masih kecil bakalan rawan kena penyakit kalau kita masuk" ujar citra yang berjalan di samping farel. farel hanya meliriknya sekilas "cuma sebentar, kita ke sini tinggal ambil hasil lab nya aja" ujar farel.


"maksud kamu?"


"saya sudah ke sini dua Minggu yang lalu, saya tau kamu pasti akan menolak ajakan saya ini jadi waktu itu ketika saya meminta izin untuk membawa Rasya jalan jalan itu bohong, saya membawa Rasya ke rumah dokter Farhan, dokter yang akan melihat DNA Rasya" jelas farel yang mampu membuat citra menganga tidak percaya.


"silahkan masuk" setelah mendapatkan izin, farel segera masuk ke dalam ruangan tersebut diikuti citra yang berjalan dengan langkah gontai.


"silahkan duduk" farel mengangguk lalu duduk di kursi yang berada di ruangan tersebut.


"baik, DNA yang kamu minta telah keluar, di sini saya sama sekali tidak menemukan kecocokan di antara kamu dengan Rasya, benar benar tidak ada kecocokan di antara kalian berdua, yang mana bisa kita ambil kesimpulan bahwa Rasya bukan anak kandung kamu, karena biasanya setiap anak dan ayah kandungnya akan memiliki kecocokan berbeda dengan kamu dan Rasya" dokter Farhan menyerahkan selembar kertas pada farel yang langsung di terima lelaki itu, farel membaca setiap tulisan yang ada di kertas tersebut dengan seksama, benar apa yang dikatakan oleh dokter Farhan, bahwa ia dan Rasya tidak memiliki kecocokan.


"terimakasih dokter, saya sangat sangat berterimakasih atas kerja keras dokter, saya pamit dulu, permisi" dokter Farhan hanya mengangguk.


dengan segera farel keluar dari ruangan tersebut, satu tangannya menggendong Rasya dan satunya menarik lengan citra kuat.


"awsh sakit mas" citra meringis kesakitan karena farel menggenggam tangannya dengan sangat erat, namun lelaki itu sama sekali tidak menggubrisnya.


Sesampainya di mobil farel menyuruh citra untuk masuk ke dalam dan menyerahkan Rasya pada wanita itu lalu dirinya ikut masuk ke dalam mobil dan duduk dikursi kemudi.

__ADS_1


"lo bohongin gue?" tanya farel dingin, citra menatap farel dengan pandangan berkaca kaca.


"m-mas.."


"JAWAB!!! SELAMA INI LO BOHINGIN GUE??" farel kembali bertanya dengan intonasi yang kian naik.


"maaf.." citra mulai terisak.


"PUAS LO? PUAS BIKIN HIDUP GUE SENGSARA, PUAS BIKIN GUE KEHILANGAN ORANG YANG GUE CINTA, PUAS LO?" farel memukul stir kemudi dengan kuat, pandangannya beralih menatap citra dengan tajam.


"mulai detik ini, saya farel abimayu menjatuhkan talak kepada citra Kirana" ucap farel yang mampu membuat citra menangis tersedu sedu.


"engga mas, engga jangan cerain aku, maaf mas maaf" citra berusaha menyentuh lengan farel namun langsung di tepis oleh lelaki itu.


"setelah sampai di rumah segera kemasi barang barang kamu dan angkat kaki dari rumah saya, saya tunggu kamu di pengadilan lusa"


"mas jangan mas, gimana Rasya kalau kita cerai, dia masih butuh sosok ayah mas"


"saya bukan ayahnya, jadi kamu silahkan cari siapa ayahnya, tidak mungkin kamu lupa dengan siapa kamu bermain"


"mas.."


"saya tidak mau mendengar perkataan apapun lagi, kita cerai" ucapan mutlak yang keluar dari mulut farel mampu membuat citra diam seribu bahasa.


_______


Yuhuuu tamattt....


terimakasih banyak buat yang sudah mau baca cerita aku iniii, maaf kalau masih banyak kesalahan kata, nama tempat, dan banyak typo maafkan yaa.


Oh yaa aku mau promosiin cerita akuu



nihh mungkin ada yang suka baca AU silahkan mampir di au aku hehe..

__ADS_1


Tungguin terus cerita baru akuu yaa, terimakasih banyak.


fira/2/September/2023


__ADS_2