Tentangmu, shaquella

Tentangmu, shaquella
bab 35. kembali meninggalkan


__ADS_3

Assalamualaikum man teman terimakasih buat yang udah mampir dicerita ini jangan lupa ninggalin jejak dengan cara VOMEN yaaa.


#maaf kalo ada typo


#jangan samakan karya aku dengan orang lain, karena ini murni hasil pemikiran aku sendiri


#maaf apabila ada kesamaan nama, tempat dll


Happy reading 💐💗


Seusai memeriksa pasiennya yang bernama citra itu, Naya segera menuju ke ruangannya. sejak keluar dari ruangan citra, Naya sama sekali tidak melihat keberadaan farel, entah kemana lelaki itu.


kini Naya kembali fokus pada layar laptop dan beberapa berkas didepannya, sungguh akhir akhir ini tubuhnya terasa kurang fit, namun Naya mencoba untuk tidak menggubrisnya. saat sedang fokus berkutat dengan pekerjaannya suara ketukan di pintu mengalihkan atensinya "masuk" ucap Naya dengan nada sedikit berteriak agar orang yang mengetuk pintu mendengarnya.


"assalamualaikum" suara bariton itu, ah Naya sangat mengenalinya tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptop Naya dapat menebak siapa orang yang kini berada dihadapannya "waalaikumsalam"balasnya terkesan cuek.


"nay.....bisa mas bicara?" yahh orang itu adalah farel, lelaki yang berstatus sebagai suami dari dokter Anaya shaquella.


"ngomong aja" Naya sama sekali tidak menatap kearah farel barang sedetik pun, pandangannya masih fokus pada pekerjaannya "nay mas mau ngomong, hargai bisa?" Naya mendongak dan menatap farel dengan tatapan datar.


"udah kan?, langsung aja mau ngomong apa?"


"semalam bang Gilang telfon aku, katanya kamu jalan kaki sendirian dan hujan hujanan, kamu ga pulang pake taksi yang mas pesan?"


"menurut mas?"


"nay nurut bisa? semalam keadaannya bener bener genting, citra diikuti sama lelaki yang dia engga kenal, dia takut, dia panik makanya dia hubungi aku karena sangking takutnya sampai sampai gatau mau hubungin siapa"


"oohhh"


"kamu kenapa sih? aneh tau ga, aku semalam emang ninggalin kamu gitu aja, tapi kan aku udah pesenin taksi buat kamu pulang, apa susahnya tinggal masuk kedalam taksi itu, duduk manis dan sampe rumah, kamu tau aku bener bener panik semalam waktu bang Gilang nelpon dan bilang itu"


"kalau panik kenapa engga pulang?"


"aku gabisa ninggalin citra, dia ketakutan, traumanya yang waktu itu hampir diculik kambuh, aku gabisa ninggalin dia sendirian, aku takut dia bakal ngelakuin hal yang engga engga, dan kamu tau kenapa dia bisa sampai dirumah sakit? itu karena dia sering mengonsumsi obat tidur supaya traumanya ilang, karena sangking banyaknya dia mengonsumsi itu jantungnya bisa lemah kaya sekarang" jelas farel panjang lebar, Naya mendengarnya dengan dada bergemuruh, secara tidak langsung, farel mengatakan bahwa dia lebih memprioritaskan citra ketimbang dirinya.


"kamu yakin jantung dia lemah karena sering konsumsi obat tidur?" Farel mengernyit bingung dengan apa yang dikatakan oleh istrinya "maksud kamu?"


"jantung dia lemah bukan karena sering konsumsi obat tidur, tapi karena sering konsumsi obat buat aborsi dengan dosis yang tinggi, mengenai dia hamil atau engga aku gatau karena aku bukan dokter spesialis kandungan, aku tau dia sering konsumsi obat buat aborsi karena terdapat racun dari obat itu yang mengalir ditubuhnya"


"n-nay, kamu beneran?"


"ngapain aku bohong, oh kamu engga percaya ya sahabat terbaik kamu itu bakal ngelakuin hal kaya gitu?"


"engga gitu nay, tapi--"


"tapi apa? oh atau jangan jangan semua itu terjadi karena perbuatan kalian?"


"JANGAN ASAL NUDUH KAMU" Naya terkekeh mendengar bentakan yang keluar dari mulut farel, ini adalah kesekian kalinya farel membentak dirinya dan lagi karena perempuan itu.


"kok emosi?, Bener ya?"


"nay niat mas kesini baik, mas khawatir sama kamu dan anak kita"


"aku ga perlu dikhawatirkan, aku bukan cewe lemah kaya dia"


"BISA GAK SIH JANGAN BAWA BAWA ORANG LAIN DIDALAM MASALAH KITA" farel sudah kepalang emosi, mukanya memerah, tangannya mengepal dengan kuat, jujur Naya sedikit takut namun dia tak mau terlihat lemah.


"engga bisa, karena setiap kita berdebat pasti dia yang selalu jadi topik perdebatan kita" Naya menjawab dengan nada tenang.


"itu kamu nya aja yang membesar besarkan masalah sepele"

__ADS_1


"Yaya terserah kamu, kan dia selalu bener dan baik dimata kamu, dimata aku dia itu engga lebih dari sekedar hama"


plak


"CUKUP YA NAY, KAMU KETERLALUAN TAU GA?" tamparan yang begitu kuat berhasil mendarat di pipi mulus Anaya, gadis itu terdiam seumur hidup dia tidak pernah sekali pun mendapatkan kekerasan semarah marahnya orang tua Naya mereka paling hanya akan menasehati atau mendiamkan dirinya, namun sekarang? dirinya sering dibentak bahkan ditampar seperti sekarang ini.


farel, lelaki itu terkejut bukan main dia menatap pipi Naya yang memerah dan menatap tangannya yang terasa sedikit kebas karena tamparan yang ia berikan memang begitu kencang.


"s-sayang?"


"keluar"


"nay, maa--"


"KELUAR SEKARANG, KELUAR KAMU, KELUARRRRR" dengan sekuat tenaga Naya menarik lengan farel yang masih diam mematung, menyeret farel untuk keluar dari ruangannya setelah farel keluar Naya segera mengunci pintu ruangan miliknya.


"NAY, NAYA SAYANG BUKA, MAS MINTA MAAF, MAS EMOSI SAYANG, MAS TIDAK SENGAJA MELAKUKAN ITU" Naya tidak menggubris teriakan dan gedoran di pintu yang berasal dari ulah farel, dirinya terduduk lemas dilantai dan menangis, sungguh Naya hanyalah perempuan lemah yang akan selalu menangis dan menangis.


selang beberapa menit suara teriakan dan gedoran di pintu ruangannya hilang, mungkin saja farel diusir oleh satpam yang berjaga, namun dirinya tidak peduli. sakit di pipinya tidak sebanding dengan sakit dihatinya, sungguh ini adalah rasa sakit yang sangat teramat yang pernah Naya rasakan.


***


Seusai menenangkan diri selama hampir dua jam, kini Naya harus mengumpulkan seluruh kekuatan dan keberaniannya karena sekarang adalah jadwalnya untuk kembali memeriksa keadaan citra, biang dari segala masalah.


Naya berjalan menuju toilet terlebih dahulu, ia membasuh wajahnya yang terlihat pucat dengan mata sembabnya, setelah itu Naya sedikit memoleskan make up dan memakai lipstik untuk menutupinya, setelah dirasa cukup baru kini Naya kembali melangkah menuju kamar inap citra.


"bismillah" lirihnya ketika sudah berada didepan pintu ruangan tersebut, dengan perlahan Naya membuka pintu itu, pemandangan yang ia lihat adalah citra yang tertidur dengan farel yang menelungkupkan wajahnya di lengan citra dengan tangan keduanya yang saling ber genggaman, rasa sesak kini kembali menyerangnya. Naya pikir farel pulang ke rumah untuk mengintropeksi dirinya karena telah bermain tangan dengan sang istri, namun ternyata salah, farel malah asyik bermesraan disini dengan wanita lain.


"assalamualaikum" kedua insan yang sedang asyik bermesraan itu sontak menoleh kearah sumber suara, dan betapa terkejutnya mereka berdua terutama farel ketika melihat siapa yang kini berdiri dibelakang pintu.


"maaf mengganggu waktunya, saya hanya ingin memeriksa keadaan anda" dengan langkah tenang Naya berjalan mendekat kearah keduanya, ia memasang stetoskop di telinganya dan menempelkannya di dada citra.


"kondisi jantung kamu udah agak stabil, tidak selemah tadi, perbanyak istirahat dan minum obatnya secara teratur, kalau butuh apa apa langsung panggil suster atau anak koas, karena jam saya sudah selesai, saya pamit Assalamualaikum" usai mengatakan itu Naya segera melangkah pergi meninggalkan ruangan tersebut, membiarkan kedua insan yang masih terdiam.


"nay, NAYA TUNGGU" bukannya berhenti Naya malah semakin mempercepat langkahnya, hingga kini keduanya sudah sampai digerbang rumah sakit, farel berhasil menangkap pergelangan tangan Anaya.


"nay maaf, maafin mas, mas engga bermaksud kaya gitu"


"lepas, aku mau pulang"


"sama mas ya? ayo kita pulang sama sama" tanpa diduga Naya dengan cepat menghempaskan tangan farel dan memberhentikan taksi yang lewat didepannya, buru buru Naya menaiki taksi tersebut.


"nay, turun nay, ayo kita pulang. Jangan pulang sendirian bahaya" farel terus mengetuk kaca taksi itu "jalan pak" supir tersebut mengangguk dan segera melajukan mobilnya, tidak memperdulikan farel yang mencoba mengejar.


"ya Allah" farel berhenti mengejar taksi tersebut, dirinya berbalik arah dan berlari kearah parkiran untuk mengambil mobilnya.


sesampainya Anaya dirumah ia melangkah menuju kamarnya dan ingin membersihkan diri, namun saat Naya sedang meletakkan tasnya dimeja ada sepasang tangan yang melingkar diperut buncitnya, Naya mencoba melepaskan tangan yang melingkar diperutnya namun sia sia, lelaki dibelakangnya malah semakin mengeratkan pelukannya.


"nay, dengerin mas dulu ya?" bisiknya ditelinga anaya, melihat respon Naya yang hanya diam membuat farel tersenyum, lelaki itu memutar tubuhnya dan duduk diatas kasur membiarkan Anaya duduk di pangkuannya.


"mas engga bermaksud tampar kamu sayang, mas emosi karena Naya yang mas kenal engga seperti itu, Naya yang mas kenal selalu menjaga omongannya agar tidak melukai hati orang lain, mas tau mas kelewat batas karena nampar kamu tadi. mas nyesel, mas marah sama diri sendiri, dan buat kejadian yang kamu lihat tadi itu semua engga seperti apa yang kamu kira, tadi waktu mas berhenti menggedor pintu ruangan kamu karena mas mau kamu tenang dulu, dan mas nungguin kamu buka pintu biar mas bisa jelasin semuanya, tapi tiba tiba ada suster yang nyamperin mas dan bilang kalau citra panggil mas, karena mas kira ada sesuatu yang penting mas kesana nyamperin dia, ternyata dia cuma minta ditemenin sama mas, mas marah sama dia dan ngeluapin emosi mas ke dia, setelah itu mas sadar dan berujung mas nangis mungkin karena dia ga tega liat mas nangis makanya dia nyuruh mas menelungkupkan wajah mas di lengannya biar mas lebih tenang." Farel berujar dengan panjang lebar, tangannya sedari tadi mengelus perut buncit Anaya yang mampu membuat gadis itu terasa ngantuk.


"sekali lagi mas minta maaf ya sayang, maaf, maaf sebesar besarnya" Naya hanya mengangguk, farel tersenyum lebar, istrinya memang memiliki hati selembut sutra.


"jawab dong, gamau ngangguk doang"


"iyaa dimaafinnn, ngantukk ihhhhh" Naya berbalik badan dan menenggelamkan wajahnya didada bidang sang suami, mencari kenyamanan.


"gemes nya" posisi keduanya sekarang adalah Naya berada dipangkuan farel dengan tangan yang melingkar di pinggang lelaki itu dan kepala yang disandarkan pada dada bidang suaminya,sebelah tangan farel mengelus pucuk kepala Naya dan sebelahnya senantiasa mengelus perut sang istri.


farel mulai mendengar dengkuran halus yang berasal dari Anaya, dengan perlahan lelaki itu meletakkan Anaya dikasur karena posisi tidur Naya tadi sangat tidak bagus, farel melepaskan hijab yang dikenakan Naya dan menarik selimut hingga dada, lalu ia menghidupkan pendingin ruangan dan mulai berbaring disebelah Anaya.

__ADS_1


Selang beberapa jam azan magrib mulai berkumandang, farel yang terbangun terlebih dahulu menatap seseorang yang masih terlelap disampingnya, tangannya bergerak mengelus pipi mulus sang istri "habibati ayo bangun, udah magrib" bisiknya.


"Hah udah magrib" Naya terbangun dan langsung berteriak. "hei jangan teriak teriak" Naya melirik kearah farel sekilas lalu merengek " aaa mass Naya belum mandiii" farel terkekeh.


"yaudah sana mandi gih, abis itu wudhu kita sholat bareng bareng, mas juga mau mandi" Naya mengangguk, kemudian mengambil handuk dan berlari menuju kamar mandi, farel menggelengkan kepala melihatnya.


setelah mandi farel kembali masuk kedalam kamar dan mendapati Naya yang sudah siap dengan mukenanya sedang menggelar sajadah, "udah siap" tanya farel, Naya hanya mengangguk sebagai jawaban.


keduanya melakukan sholat magrib dengan khusyuk, selesai sholat magrib dilanjutkan dengan tadarus sambil menunggu azan isya berkumandang.


"udah selesai Iqamah ayo sholat" selesai azan isya berkumandang keduanya mencukupi tadarus dan langsung melaksanakan sholat isya.


setelah sholat isya selesai Naya menuju dapur untuk memasak makan malam mereka diikuti oleh farel dibelakangnya " malam ini biar mas yang masak, tuan putri duduk disini aja, yang anteng ya" farel menahan Naya yang hendak memasak, ia mendudukkan Naya disalah satu kursi yang berada dimeja makan.


"siap dayang"


"heh enak aja suami sendiri dikatain dayang" farel menjewer telinga Naya dengan pelan.


"hehe"


"nyengir lagi" farel berjalan kearah meja dapur dan mulai memasak makan malam untuk keduanya, sementara Naya hanya memerhatikan sang suami yang memasak dengan sangat telaten sesekali Naya memotret farel yang terlihat begitu tampan saat sedang memasak.


"taraaa makanan sudah siap disantap oleh tuan putri" selang beberapa menit akhirnya farel selesai, dan menata makanannya diatas meja.


"terimakasih pangeran" sepasang suami istri itu pun mulai menyantap makan malam mereka dengan romantis, seolah olah tidak terjadi apa apa beberapa jam yang lalu.


setelah selesai makan Naya membantu farel mencuci piring,awalnya lelaki itu menolak namun karena Naya yang terus memaksa akhirnya ia menyerah.


"sudah selesai, marii tidurr" sesampainya dikamar Naya segera berbaring diikuti oleh farel yang berbaring disampingnya.


"mas elusin perut nay dong"


"umumu anak cantik mau dielus sama abbanya ya?"


"iya, abba" sahut Naya dengan suara yang dibuat seperti anak kecil, farel terkekeh ia mulai mengelus perut Naya dan membacakan sholawat, mata Naya perlahan mulai memberat.


farel hendak mengikuti Naya menuju alam mimpi namun suara dari ponselnya membuat farel memilih mengangkat panggilan tersebut terlebih dahulu.


"kenapa?"


"......"


"tunggu"


Tut panggilan terputus farel meletakkan kembali ponselnya diatas nakas dan menatap wajah damai Anaya lamat lamat sehingga sebuah kecupan mendarat di kening perempuan yang terlelap itu "maaf ya sayang, mas harus pergi" bisiknya, dan mencium bibir ranum Naya sekilas lalu buru buru bangkit dan mengambil ponsel serta hoodie, farel membuka pintu kamar dengan perlahan dan melangkah pergi.


Dan yaa, hingga pada akhirnya farel kembali meninggalkan Anaya, "lagi" lirih Naya yang ternyata tidak sepenuhnya tertidur dan mendengar semua ucapan farel dengan seseorang diseberang telepon.


****


Sampai segini dulu part kali ini ada yang mau disampaikan buat aku? Naya? Farel? Atau citra? Sampaikan di kolom komentar yaa.


Oh yaa aku minta tolong sama kalian buat promosiin cerita ini biar aku makin semangat nulisnya hihiiii, semoga kalian suka ya sama kisah cinta dokter cantik dan dosen tampan kita ini.


Follow


Ig @firaacaramella


@pudingstrobery


** @hiiismefira

__ADS_1


Terimakasih bay bay


Wassalamu'alaikum


__ADS_2