Tentangmu, shaquella

Tentangmu, shaquella
bab 18. urusan penting?


__ADS_3

Assalamualaikum,,, balik lagi nihh wkw ceritanya engga rame ya? Rasanya agak gimana gitu kalau update tapi engga rame wkw. Yaudah deh ayoo lanjutt.


****


Naya dan Nina telah tiba diperkarangan rumah minimalis milik naya dan farel, Nina menepikan mobilnya tepat didepan gerbang, Naya mengernyit saat melihat adanya beberapa sepeda motor terparkir rapi digarasi rumahnya.


"lagi ada tamu ya nay?" tanya Nina, ia juga penasaran kenapa ada banyak sepeda motor didepan rumah naya tidak mungkin kan farel membeli banyak sepeda motor hanya untuk mereka berdua, lagian mereka juga memiliki dua mobil pribadi jadi buat apa?.


"gatau nin, kayanya ada mahasiswanya mas farel yang mau bimbingan, atau temennya dateng" jawab Naya.


"yaudah aku masuk dulu kamu mau mampir?" sambung naya sembari membuka sabuk pengaman.


"engga deh nay mau bantu nyokap nyiapin buat acara, Lo jangan lupa datang ya awas aja kalau ga dateng" ancam Nina melototkan matanya, naya menggeplak lengan nina karena lucu melihat wajah sahabatnya saat ini.


"biasa aja kali matanya, iya iya aku pasti dateng kok yakali engga datang, yaudah aku mau masuk dulu bye assalamualaikum" naya keluar dari mobil setelah Nina menjawab salamnya, ia berdiri didepan gerbang sambil melambaikan tangannya saat mobil nina sudah melaju meninggalkan area rumahnya.


setelah mobil Nina terlihat sudah menjauh Naya berjalan masuk kedalam rumahnya.


"assalamualaikum" salam naya, kakinya melangkah masuk kedalam rumahnya.


"waalaikumsalam" jawab orang orang yang ada didalamnya, dapat naya lihat ada beberapa orang lelaki dan perempuan sedang duduk diruang tamu terdapat farel juga disana.


"nay udah pulang? kok engga telfon aku buat jemput" tanya farel, naya tersenyum lalu duduk disebelah farel dan mengecup punggung dan telapak tangan farel sebanyak tiga kali di ikuti dengan farel yang mengecup keningnya singkat.


"maaf mas, tadi lihat lihat bajunya lumayan lama, soalnya model yang syar'i dikit banget, terus habis dari butik kita mampir makan bakso dulu deh" Naya menyengir menampilkan deretan gigi putihnya yang rapi.


"yaudah kalau gitu sana gih bersih bersih terus istirahat kalau udah magrib mas bangunin" suruh farel, lelaki itu mengelus pucuk kepala sang istri yang berbalut hijab berwarna hitam.


"iya mas, yaudah kalau gitu aku keatas dulu ya, mari" Naya melemparkan senyum tipis kepada para mahasiswa farel lalu beranjak darisana menuju kamarnya dilantai atas.


"istrinya pak? dokter ya cocok banget sama bapak hehe" ujar salah satu mahasiswi farel yang sedari tadi memandangi keromantisan dosen pembimbingnya serta sang istri.


"iya istri saya namanya naya, maaf saya tidak menyuruh kalian berkenalan terlebih dahulu sama istri saya sepertinya dia kelelahan banget baru pulang kerja langsung nemenin temennya" para mahasiswa tersebut hanya mengangguk paham, lalu mereka melanjutkan materinya.


"cantik" batin seseorang.


Farel menjelaskan semua materi dengan detail, dirinya juga menjelaskan beberapa metode terbaik dalam menulis skripsi agar langsung di acc.


"semuanya sudah paham kan?" Tanya farel, dirinya menyudahi penjelasannya.


"Alhamdulillah sudah pak, terimakasih sudah mengizinkan kami bimbingan disini" jawab seorang perwakilan dari ketujuh mahasiswa.

__ADS_1


"iya sama sama dan untuk materi selanjutnya yang saya pegang, kalian boleh datang kesini lusa ya, sepertinya lebih nyaman disini ngajarnya" ujar farel sembari terkekeh pelan.


"baik pak, kalau begitu kami permisi dulu" farel mengangguk lalu mengantar mereka sampai didepan pintu setelah memastikan para tamunya telah pulang farel kembali masuk dan berjalan ke arah kamarnya.


"nay" Naya yang sedang asyik mengeringkan rambutnya menoleh kearah sang suami, dirinya baru saja selesai melakukan ritual mandinya.


"iya mas? Kenapa?" Tanya Naya kaget akan kehadiran farel yang tiba tiba.


"kamu kenapa makin hari makin cantik sih" farel melingkarkan tangannya diperut Naya dengan hidung yang asyik mengendus ngendus bau sang istri yang sangat manis, sedangkan Naya melirik farel sekilas dari pantulan cermin sambil memutar bola matanya malas.


"ya trus kamu maunya gimana? aku jelek terus gitu?" tanya Naya sewot, farel terkekeh lalu memutar kursi yang diduduki Naya hingga menghadap ke arahnya.


"emangnya aku ada bilang kamu jelek hm? aku cuma heran aja kenapa bisa bidadari ini bisa jadi istri aku, tapi kayanya aku beruntung juga ya bisa nikahin bidadari ini, kayanya aku mah harus berterima kasih sebanyak banyaknya sama umi karena udah ngelahirin kamu untuk aku" jawab farel, ia menciumi pipi naya gemas sesekali menggigit pipi chubby itu, farel gemas kenapa pipi itu semakin hari semakin chubby? kan dia tidak tahan melihatnya.


"dih mas ngegombal aja taunya" ejek Naya, dengan genit Naya mencolek rahang tegas farel dengan jari tangannya.


"mas engga gombal sayang ini fakta tau" farel semakin mempereratkan pelukannya pada pinggang ramping Naya.


"iya deh iya percaya" Naya membalas pelukan farel dan mengusap punggung tegap sang suami.


"ana uhibbuki fillah, habibati" bisik farel ditelinga naya lalu menatap bola mata indah didepannya ini dalam.


"ahabbakalladzi ahbabtani lah, habibii. semoga Allah mencintaimu, dzat yang telah menjadikanmu mencintaiku karena-Nya" farel tersenyum hangat, langsung saja ia semakin mempereratkan pelukannya pinggang ramping Naya mengelusnya dengan lembut, mengisyaratkan bahwa tidak ada satupun orang yang boleh mengambil wanitanya ini, Naya hanya akan menjadi milik farel seorang, mulai dari akad nikah selesai diucapkan, detik ini, dan selamanya.


📩 Citra:


rel sibuk ga?


Engga kenapa cit?


📩 Citra:


mau minta tolong dong


minta tolong apa?


📩Citra:


minta tolong beliin


Makanan hehe, soalnya

__ADS_1


Apartemen aku engga


ngizinin ojol masuk, harus


Ngambil sendiri dilobby


aku males turun soalnya


Kaki aku sakit banget tadi keseleo.


tolongin yaa..


iya tunggu sebentar


Kamar kamu nomor berapa?


📩Citra:


nomor 214


Makasi banyak farelll


iya sama sama.


Farel mematikan ponselnya dan kembali memasukkan benda pipih itu ke dalam saku celananya, kemudian dengan terburu buru farel mengambil Hoodie yang tergantung di lemari lalu memakainya.


"mau kemana mas, kok buru buru gitu" tanya Naya memandang farel yang terburu buru dengan tatapan herannya.


"mas ada keperluan mendadak sayang maaf ya, janji deh pulangnya cepet" farel mencium kening naya dengan lembut sambil mengusap rambut halus istri tercintanya.


"kamu istirahat gih, pasang alarm biar kebangun pas magrib, kali aja ntar azannya engga kedengaran" Naya mengangguk mengiyakan ucapan farel


"Aku pergi dulu ya assalamualaikum sayang"


"hati hati mas, waalaikumsalam"


Farel melangkah keluar dari kamar dan segera pergi untuk melakukan "urusan pentingnya"


*****


Bersambung bestie

__ADS_1


Mampir di Instagram dan tiktok aku @firaacaramella Instagram/ @hiiismefira tiktok


Baybay


__ADS_2